Windarwati : Cekelan Sarung Kyai

Aja Sampek Ucul Cekelan Sarung Kyai. Maksude tutke kyai, sebab kyai kui warisane nabi SAW. lan ojo asal pilih Kyai sing Sangar

Wirda Mansur : Dahulukan Alloh

Dahulukan Alloh. Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus.

Tentang Pecinta

Hakikatnya Pecinta itu, tidak ingin jauh jauh, apalagi berpisah dengan yang dia cintai.

UYM : Kita Hidup Juga Masalah

Dunia ini penuh masalah, kita hidup juga sudah termasuk masalah. iya kan?

Aa Gym : Jangan Ributkan Perbedaan!

Kita juga Produk dari perbedaan. Kita lahir dari laki-laki dan perempuan, Adam dan Hawa, bukan Adam dan Asep

Wednesday, September 25, 2019

Ngrayu Allah di MAJT


Semua berawal dari sebuah sentilan keras dari Alloh SWT. untukku. Sebuah kesakitan selama 7 hari 7 malam, yang sebab utamanya karena kurangnya keyakinan pada Allah, terlalu berharap pada makhluk, dan masih kurangnya ilmu tentang hati dan rasa.

Entah apa yang sedang menghantui belakangan ini, yang membuat hati ini kembali berteriak dengan keras. Andai saja bagian tubuh luar lainnya tak terkendalikan, maka entah apa yang akan terjadi.

Aku menganggapnya sebuah kesalahan besar yang aku lakukan selama 3 malam, membuat datangnya sebab pokok sentilan keras ini, selama 7 hari 7 malam, dan mungkin saja akan terus ada di malam-malam selanjutnya. Rasa khawatir, gelisah, takut, dan puncaknya adalah kesakitan yang tak tergambarkan. Dari hari awal, hati ini seperti ditusuk dari segala sisi, kemudian dipotong-potong, dan puncaknya adalah seperti dicincang.

Karena untuk menormalisasikan hati, yang pasti akan mempengaruhi semua keadaan, ku putuskan untuk pergi menuju tempat curhat dengan Allah dan Rosululloh paling nyaman, yaitu di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Tempat itu kini menjadi tempat aku mencurahkan isi hatiku, yang tidak semua orang tahu, bahkan yang orang tak tahu. Suasana disana sangat mendukung untuk mendatangkan ketentraman di hati.

Minggu, 22 September 2019 pagi, aku bergegas ke sana. Sebenarnya, niat untuk datang ke sana dan curhat, sudah ada sejak malamnya, ya karena sudah tak tahan. Tapi taqdirulloh, aku kalah cepat. Dan, pagi harinya lagi, hatiku disuguhi dengan pisau yang besar, yang kemudian mencincang hatiku, yang di malamnya telah terpotong, dan malam-malam sebelumnya sudah ditusuk-tusuk.

Karena puncak kesakitan cincangan itulah, diri ini sudah benar-benar tak tahan untuk segera curhat ke Allah dan Rosululloh, serta memohon ampun. Berangkat dengan penuh kesengsaraan hati dan keadaan, sampailah aku ditempat mulia. Menaiki tangga demi tangga dengan kesedihan. Kemudian disambut dengan Kajian Ahad Pagi di sana, dengan pembicara Dr. KH. In'amuzzahidin. Ada sedikit tawa yang muncul saat mendengarkan kajian beliau. Maklumlah, hati masih belum kondusif.

Sejak malam itu, aku sengaja menonaktifkan data di smartphoneku (mode pesawat), untuk mendukung kegiatan perenunganku, yang disebabkan sentilan keras ini.

Setelah acara Kajian Minggu Pagi selesai, aku melanjutkan bermunajat dengan i'tikaf di sana. Karena kebetulan pas di hari jadwal puasaku, jadi aku bisa full di masjid dari pagi hingga sore. Paling saya akan turun untuk ke toilet dan ambil wudhu. Hari itu ku lalui full di ruang utama sholat Masjid Agung Jawa Tengah, sampai datang menuju waktu berbuka, baru aku keluar dari masjid.

Selepas 'Isya, data di smartphoneku baru aku aktifkan. Nampak beberapa chat dan panggilan whatsapp dari teman messku yang mencariku. Memang, aku dari pagi pergi tanpa kabar. Hanya sedikit ku beri tahu pada salah satu temanku, bahwasannya aku mau pergi ke bengkel. Yah, bengkel hati dan jiwa. Taqdirulloh, baterai smartphoneku lemah. Biarlah, aku sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun. Sengaja ku perlama waktu pulangku, karena sungguh, aku tak ingin pulang ke tempat dimana aku tersakiti, ke tempat dimana hatiku tercincang-cincang.

Sampai di mess, ku perbalik keadaan luarku. Bergembira layaknya tak ada apa-apa, padahal kesakitan itu masih sangat jelas terasa. Memang sudah banyak berkurang, karena sudah diobati satu hari full di MAsjid Agung Jawa Tengah. Dari cerita kali ini, pembelajarannya adalah, sentilan Allah itu keras, maka jangan main-main.
Share:

Monday, September 16, 2019

Kepribadian Burukku, Bagi Mereka Yang Kenal Sesaat Denganku


Kesengajaanku dalam menampilakan sifat asliku lebih banyak ke arah menyembunyikan
Bukan untuk semua orang, namun sebagian besar untuk mereka yang bakal teristimewakan
Tak bermaksud membohongi, maupun gak blak-blakan
Hanya saja, aku ingin tahu seberapa cerdaskah arah hati mereka dalam membaca karakteristik seseorang

Biasanya, kesombongan dan tak peduli dengan keadaan adalah yang paling utama ditonjolkan
Acuh tak acuh, bak orang yang hidup di hutan tanpa teman
Padahal, grogi dan minder adalah sebab utama itu semua ternampakan
Mereka tak tahu saja, aku sedang beradaptasi dengan keadaan
Share:

Tuesday, September 10, 2019

Tentang Sahabat Dunia Akhirat

"Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-geriknya teringat mati. Sebaik-baik sahabat disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik-baik tetangga disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap tetangganya."
"Cukuplah kekurangan sahabatmu kau yang mengetahuinya. Dan jangan mencaci sahabatmu disebabkan kesalahannya. Karena tujuan kalian bersahabat bukan untuk saling menyalahkan, melainkan untuk bahagia bersama-sama."


"Tidak ada yang lebih berharga dari keluarga yang utuh, dan sahabat yang sejati. Karena keduanya sangat berpengaruh dengan kehidupan di akhirat nanti."

"Sahabat itu seperti bintang. Terkadang kita akan dapat melihat dan terkadang tidak. Hanya saja kita akan selalu mengetahui kemana ia pergi."

"Sahabatmu di dunia kelak akan menjadi sahabatmu di akhirat. Maka lihatlah kepada siapa engkau duduk dan bersahabat."
 ~ Habib Umar bin Hafidz ~


"Jika engkau memiliki sahabat yang membantumu dalam keta'atan maka genggam erat ia, karena menjadikan teman itu susah dan melepasnya sangat mudah."
~ Imam Syafi'i ~
Share:

Monday, September 9, 2019

Cerewetku, Cermin Keterbalikan Sifatku


Sisi terdalam dalam diri adalah suatu rahasia
Seperti aib diri sendiri, yang Allah sembunyikan dari mata ciptaannya
Sebagai penguji kehikmatan, dalam berdialog dengan Yang Kuasa
Memutarbalikan sifat saat sedang berhadap, dan bermunajat

Asyik dan cerewet seakan menjadi peniliaian luar yang utama
Padahal, ada sisi lain dari keseriusan dan keheningan diri
Adanya, untuk menutupi keadaan dalam diri
Sehingga tak merembet pada dunia luar diri
Share:

Prinsip Hidup Dan Rasa Ketakutan Yang Terkalahkan Perasaan

Masalah yang sama pernah menimpa sebelumnya
Pengambilan pelajaran telah didapatkan untuk masa depan
Namun tatkala dihadapkan dengan masalah yang sama lagi, tetap saja menyesakan dada
Pelajaran ada, jalan keluar ada, cara ampuh ada, namun, sekali lagi terkalahkan perasaan

Teriakan hati dalam sebuah kesunyian, menggambarkan bagaimana sakitnya memendam al hubbi
Rasa manis duniawi seakan hilang ditelan rasa sakit di hati
Tiada lagi tempat kembali untuk curhat, sekedar meringankan sakit ini
Sang Maha Cinta, pencipta rasa cinta dan makhluk yang paling mengerti akan cinta tulus sejati
Robbi, ku terima rasa ini. Kuatkan hambamu ini.
Share:

Sunday, September 1, 2019

Jadilah Orang Nyleneh

#Coretanku - Di zaman akhir ini, zaman dimana kebaikan terasingkan dan kesalahan telah merajalela, menjadi budaya kebiasaan yang dipandang wajar-wajar saja.

Orang nyleneh itu ngangenin lhoo... 😂


Menjadi Orang Nyleneh adalah pilihan. Bukan mengasingkan, menyendiri, dan bukan pula pergi dari budaya umumnya orang. Namun, nyleneh dari kebanyakan sifat yang tak dibenarkan, nyleneh dari kebiasaan yang tak ada guna dan merugikan, dan nyleneh dari semua budaya ketidakbenaran yang merugikan dan telah menjadi budaya umum kebiasaan.

Allah telah menciptakan apa-apa di dunia ini adalah berpasangan. Tinggi dan rendah, baik dan buruk, surga dan neraka, dlsb.. Maka hakikat hidup adalah memilih. Tentu sangat bodoh kalau kita dikasih pilihan dengan perbedaan masing-masing yang sangat jelas, namun memilih yang justru merugikan, meski itu dilakukan dan dipilih kebanyakan orang.
Jadi, mau jadi orang nyleneh?

Share:

Kisah Sang Kekasih

Subscribe Channel Kami