Saturday, March 20, 2021

Wali Kecil, Tak Dikenal Di Dunia Namun Tenar Di Langit

 


Syekh Abu 'Abdillah Al Jalla RA berkata: 

Suatu hari, ibuku mengidam-idamkan ingin menyantap ikan laut. Saat itu juga ayahku mengajakku ke pasar untuk membeli ikan laut demi memenuhi hajat ibuku. Setelah membeli ikan laut dan sejumlah keperluan lainnya, ayahku mencari seorang kuli untuk membantu membawakan belanjaan kami.  

Tiba tiba seorang anak kecil berdiri tepat di hadapan ayahku sambil berkata, 

"Paman! Apakah engkau mencari seorang kuli untuk membawakan belanjaanmu ini?"

"Benar," jawab Ayahku.

"Biarlah aku yang membawakan," ujar anak itu.

Anak kecil itu pun dengan sigap membawa belanjaan kami dan berjalan bersama kami. Di tengah perjalanan, terdengar suara adzan dan anak kecik itu pun berkata, "Paman, seorang Muadzin telah mengumandangkan adzan, aku harus mengambil wudhu dan shalat. Jika engkau rela, maka aku akan shalat dulu. Bila tidak, mohon maaf, silahkan paman lanjutkan perjalanan membawa sendiri belanjaan ini."

Anak kecil itu dengan cepat meletakan belanjaan kami dan berjalan menuju Masjid. Ayahku berkata, "Kitalah yang seharusnya lebih mampu dan pantas bertawakkal kepada Allah dibanding anak kecil itu. Mari kita tinggalkan saja belanjaan ini disini dan kita shalat dulu." 

Kemudian kami masuk ke dalam Masjid dan menunaikan shalat bersama anak kecil tersebut.

Selepas shalat dan berdzikir, kami pun keluar dari Masjid dan barang belanjaan kami masih berada di tempatnya. Dengan sigap, anak kecil itu membawanya dan ia pun berjalan bersama kami hingga tiba di rumah. Ayahku menuturkan peristiwa itu kepada ibuku. Kemudian ibuku berkata, "Katakan padanya agar ia mau beristirahat sejenak di rumah kita dan makan bersama kita." Ayahku pun menyampaikan pesan ibuku kepadanya, akan tetapi anak kecil itu berkata,

"Aku sedang berpuasa." 

"Kalau begitu, kembalilah kemari sore nanti." ujar Ayahku.

"Aku tidak bisa kembali sore nanti. Aku baru bisa kesini selepas maghrib. Sudah menjadi kebiasaanku untuk sekali saja dalam sehari aku bekerja. Jika aku sudah mendapat satu pelanggan, maka aku tidak akan mencari pelanggan lainnya. Selesai membawakan barang pelangganku tersebut, aku habiskan sisa waktuku di masjid sampai maghrib. Insyaa Allah selepas Maghrib aku akan mengunjungi kalian." jawabnya kemudian pergi meninggalkan kami.

Sore harinya selepas maghrib, Anak kecil itu pun datang dan makan bersama kami. Selesai makan, kami memintanya untuk beristirahat di salah satu kamar kami, dan kami biarkan dirinya tinggal di sana. Di dekat rumah kami, ada seorang wanita yang lumpuh. Pada suatu malam, tiba tiba wanita lumpuh itu dapat berjalan. Wanita itu menjawab, " Aku memohon kepada Allah agar menyembuhkanku dengan berkat kemuliaan tamu kalian. Selesai berdoa seperti itu, tiba tiba aku bisa berdiri dan berjalan seperti semula." 

Kami pun segera mendatangi anak kecil itu di kamarnya. Pintu kamar terkunci seperti biasanya, akan tetapi kami tidak menemukan anak kecil itu di dalamnya."

Sumber : Buku Manusia Langit ( tak dikenal di bumi, tenar di langit)  Halaman 53 - 56

Karya  Al Habib Novel bin Muhammad Alaydrus

- Abdullah Bin As'ad Al Yafi, Raudhur Rayyahin Fi Hikayatis Sholihin, Al Maktabah At Taufiqiyyah, Hal. 199

Baca Juga
Share:

0 komentar:

Kisah Sang Kekasih

Subscribe Channel Kami