Windarwati : Cekelan Sarung Kyai

Aja Sampek Ucul Cekelan Sarung Kyai. Maksude tutke kyai, sebab kyai kui warisane nabi SAW. lan ojo asal pilih Kyai sing Sangar

Wirda Mansur : Dahulukan Alloh

Dahulukan Alloh. Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus.

Tentang Pecinta

Hakikatnya Pecinta itu, tidak ingin jauh jauh, apalagi berpisah dengan yang dia cintai.

UYM : Kita Hidup Juga Masalah

Dunia ini penuh masalah, kita hidup juga sudah termasuk masalah. iya kan?

Aa Gym : Jangan Ributkan Perbedaan!

Kita juga Produk dari perbedaan. Kita lahir dari laki-laki dan perempuan, Adam dan Hawa, bukan Adam dan Asep

Monday, April 9, 2018

Wahai Kekasih Hati...


#Coretanku
Wahai Kekasih Hati
( by Ahmad Fatah Yasin Al Azmi )

Wahai Kekasih Hati
singgasanamu tak akan lupuk di makan waktu
Kiranya engkau dengar
Senandung rindu yang mengalun indah menyebut namamu
Di atas hamparan bumi tuhanmu

Wahai Kekasihku...
Sungguh begitu indah cintamu
Teramat banyak yang mencintaimu
Namun tiada bandingan dengan besarnya cintamu
Semua itu terukir dalam sapaan terakhirmu
“ummati...! ummati....! ummati...!”

Engkau tak mempertanyakan Sayyidah 'Aisyah yang rupawan
Juga bukan Sayyidah Khadijah yang dermawan
Engkau juga tak panggil Sayyid Hasan Husain tersayang
Tak jua kau panggil Sayyidah Fatimah yang Jelita nan elok dipandang
Yang kau tanyakan, kau sebut, kau panggil adalah Umatmu, yang bahkan sama sekali tak mengingatmu

Wahai Sang Rembulan...
Akhlaq mu Mulia, pribadi mu santun
Kau bersahaja dipembawaanmu
Kau jadikan sabar sebagai pijakan,
Dan kau jadikan ikhlash sebagai lentera

Wahai kasihku...
Engkaulah yang ku harap datang di setiap mimpi ku
Dan semoga bisa bersamamu
Di bawah atap surga Tuhanmu.
Share:

Monday, April 2, 2018

Alhamdulillah... | Perlahan tapi Pasti

#Coretanku - Alhamdulillah... | Perlahan tapi Pasti.
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Semua... gimana kabarnya, sehatkan? Agak pusing habis ngerjain soal UNBK hari pertama, ku luangkan waktu untuk yah sedikit santai santai lah sambil nulis dikit dikit... hehe...


Ee.. kali ini saya akan sedikit menulis tentang sebuah jawaban, ehh bukan jawaban... lebih ke kelanjutan dari dua postinganku di label Coretanku. Yaitu yang Bismillah dan Ridho.



Setelah saya menulis artikel tentang itu ( Bismillah & Ridho ) yang maksudnya sudah tau sendiri kan yah? Yang belum baca dulu gak apa apa... hehe. Intinya sih ya... udah lumayan lah. Fikiran tentangnya sedikit demi sedikit ku buang. Yaa walaupun itu sulit, tapi harus ku paksa. Dari pada sakit dikemudian hari kan? Aku harus Ridho, aku harus rela. Apapun takdirnya nanti. Cuma yaa masih tetap berdo'a, menikung di 1/3 malam.

Entah mengapa melupakannya itu sungguh sulit. Perasaan ini datang dengan sendirinya. Awalnya aku tak mengenalnya. Bertemu pun belum pernah. Dan sekarang juga kenalnya hanya sekedar kenal lewat media sosial dan yaa agak sering chat juga sih... dan itu yang membuat aku masih terheran-heran. Kok bisa aku ada rasa dengannya... dan ini bukan hanya suka, tapi sudah .....


Tapi aku sadar, aku bukanlah siapa-siapa. Aku hanya orang kecil, orang biasa, anak sekolah biasa bukan elite. Tidak sepertinya yang anak orang besar, terpandang, sekolahnya elite. Aku sadar kok. Mengenalmu saja itu sudah termasuk kenikmatan yang begitu besar. Dan sudah pasti aku sama sekali tidak pantas untuknya. Walaupun begitu aku masih tetap berusaha. Tapi, aku tidak ingin nantinya aku akan bersedih karena yahhh... Sungguh beruntung orang yang bisa mendapatkannya. Semoga kelak atau kapanpun dia  membaca coretanku ini. #MoveUp
Share:

Subscribe Channel Kami

Follow by Email