Windarwati : Cekelan Sarung Kyai

Aja Sampek Ucul Cekelan Sarung Kyai. Maksude tutke kyai, sebab kyai kui warisane nabi SAW. lan ojo asal pilih Kyai sing Sangar

Wirda Mansur : Dahulukan Alloh

Dahulukan Alloh. Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus.

Tentang Pecinta

Hakikatnya Pecinta itu, tidak ingin jauh jauh, apalagi berpisah dengan yang dia cintai.

UYM : Kita Hidup Juga Masalah

Dunia ini penuh masalah, kita hidup juga sudah termasuk masalah. iya kan?

Aa Gym : Jangan Ributkan Perbedaan!

Kita juga Produk dari perbedaan. Kita lahir dari laki-laki dan perempuan, Adam dan Hawa, bukan Adam dan Asep

Sunday, May 6, 2018

Membaca Surat-Surat Yang Bermanfaat


   Jika seseorang terus menerus membaca sebagian surat dari al-Qur'an dan membaca berbagai macam dzikir serta do'a yang dijanjikan akan mendatangkan manfaat baginya yang cukup besar. Namun jika kalian tidak melihat tanda-tandanya, maka janganlah kalian meragukan janji Allah SWT sedikit pun.

   Sebaiknya ia mengoreksi dirinya terlebih dahulu, apakah hatinya bisa dikonsentrasikan kepada Allah SWT ketika ia sedang membacanya ataukah tidak. Sebab, banyak orang yang membacanya, namun hatinya melayang ke mana-mana, sehingga manfaat bacaanya tidak nampak sama sekali.

   Syarat utama untuk datangnya sebuah manfaat dari bacaan suatu surat dalam al-Qur'an ataupun dzikir maupun do'a adalah, konsentrasinya hati si pembaca kepada Allah SWT. Dan tak kalah pentingnya adalah dengan ia meyakini dengan kuat bahwa apa-apa yang telah dibacanya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Serta hendaknya ia berbaik sangka terhadap Allah SWT sambil mengkonsentrasikan hatinya hanya kepada Allah SWT.

   Ternyata, berbagai aspek tersebut jarang sekali dapat terangkum dalam diri manusia yang sedang membaca ayat al-Qur'an ataupun saat membaca dzikir untuk mendapatkan sesuatu. Justru mereka beranggapan bahwa Allah SWT tidak mengabulkan hajatnya.

   Ketahuilah, bahwa manusia yang semacam ini, menunjukkan bahwa semangatnya sangat rendah, aktivitasnya juga lemah dan tidak mempunyai kemauan yang baik. Orang yang sedemikian ini tidaklah pantas untuk mencela, selain kepada dirinya sendiri. Dan Allah SWT sama sekali tidak berbuat dzalim kepada hamba-Nya.

ﻭَٱللّٰهُ أَﻋْﻠَﻢُ بِٱﻟﺼَّﻮَٱﺏِ
.
[ al-Ithaf as-Sail bi al-Jawab al-Masaail lil Al-Imam Al-Qutb Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad ]
Share:

Pentingkan yang Bermanfaat


Mementingkan Ilmu-Ilmu Yang Bermanfaat

   Ilmu sangatlah banyak, namun bukan semuanya bermanfaat atau penting bagi setiap orang. Justru sebagian bermanfaat dan penting bagi sebagian orang saja, namun tidak bagi yang lainnya. Terkadang bermanfaat di satu waktu dan keadaan, namun tidak di waktu dan keadaan yang lain.

   Sebagian lagi malah berbahaya dan tidak ada manfaatnya, bahkan cuma sekedar tambahan dan tidak ada pentingnya. Hal ini telah disebutkan oleh Al-Imam Hujjatul Islam Al-Ghazali rahimahullah dalam kitab Ihya' 'Ulumuddin di dalam bab ilmu.

   Apabila kenyataannya demikian, maka sudah sepatutnya lah orang yang berakal menyibukkan diri dengan ilmu yang penting dan bermanfaat. Justru hendaknya ia lebih menyibukkan diri terhadap ilmu yang lebih bermanfaat dan lebih penting bagi dirinya, kemudian yang lebih penting dan bermanfaat bagi yang lainnya apabila ia memang pantas untuk pekerjaan ini dan memiliki waktu luang.

   Hal ini tak lain karena umur sangatlah pendek, waktu sangat berharga, kematian sudah mendekat, perjalanan masih jauh. Sedangkan berdiri di hadapan Allah SWT untuk ditanyai atas setiap perbuatan yang besar dan kecil sangatlah mengkhawatirkan dan sungguh sulit. Hendaknya seorang mencerna hal ini dalam lingkup kehidupannya. Apabila ia termasuk orang berakal, maka ia tidak akan menyibukkan diri kecuali atas apa-apa yang bermanfaat dan penting bagi dirinya.

   Bahkan hampir saja ia tidak disibukkan dengan urusan orang lain, andaikan ini perbuatan manusia dalam urusan duniawi lalu bagaimana dalam urusan akhiratnya. Andaikan seseorang mengutamakan kepentingan orang lain dalam urusan kehidupan duniawi, maka bisa jadi perbuatannya itu terpuji. Namun berbeda dengan urusan akhirat.

ﻭَٱللّٰهُ أَﻋْﻠَﻢُ بِٱﻟﺼَّﻮَاﺏِ
.
[ al-Fushul al'-Ilmiyyah Wal 'Usul al-Hikamiyyah lil Al-Imam Al-Qutb Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad ]
Share:

Kisah Sang Kekasih

Subscribe Channel Kami