Windarwati : Cekelan Sarung Kyai

Aja Sampek Ucul Cekelan Sarung Kyai. Maksude tutke kyai, sebab kyai kui warisane nabi SAW. lan ojo asal pilih Kyai sing Sangar

Wirda Mansur : Dahulukan Alloh

Dahulukan Alloh. Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus.

Tentang Pecinta

Hakikatnya Pecinta itu, tidak ingin jauh jauh, apalagi berpisah dengan yang dia cintai.

UYM : Kita Hidup Juga Masalah

Dunia ini penuh masalah, kita hidup juga sudah termasuk masalah. iya kan?

Aa Gym : Jangan Ributkan Perbedaan!

Kita juga Produk dari perbedaan. Kita lahir dari laki-laki dan perempuan, Adam dan Hawa, bukan Adam dan Asep

Monday, May 24, 2021

Wajib Baca! Inilah 10 Nasihat Guru Bangil Untuk Kehidupan Sehari-hari



K.H. Muhammad Syarwani Abdan Al-Banjari atau biasa dikenal Tuan Guru Bangil (lahir di Martapura, Kalimantan Selatan tahun 1915 – meninggal di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, 11 September 1989 pada umur 74 tahun) adalah seorang ulama yang dikenal di Kalimantan Selatan hingga Jawa Timur khususnya Bangil tempatnya mendirikan Pondok Pesantren Datu Kalampayan. Ia merupakan keturunan ke-6 Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. (Sumber : Wikipedia)

Berikut 10 Nasihat dari Tuan Guru Bangil tentang kehidupan sehari-hari, baik untuk laki-laki maupun untuk perempuan.

1. Apabila mengenakan sarung, hendaklah jangan dari kepala. Tapi mulailah dari bawah (Kaki), karena sarung itu letaknya dipinggang sampai kaki.

Bagi perempuan, memakai sarung jangan diikat dibahu, karena itu selalu mendatangkan masalah dalam keluarga.

2. Apabila mengenakan celana, hendaklah berduduk, jangan berdiri.

3. Jangan memakai handuk mandi dipinggang setelah mandi.

4. Jangan terlalu lama di WC karena itu mewarisi was-was.

5. Makan dan minum jangan berdiri. Yang betul adalah duduk walaupun duduk selimpuh seperti Tahiyyat Awwal.

6. Apabila mau ke WC, jangan sampai tidak menutup kepala. Pakailah kopiah/penutup kepala bagi laki-laki dan jilbab/kerudung bagi perempuan.

Apabila tidak memakai tutup kepala, maka akan mewarisi lupa/cepat lupa.

7. Ketika hendak makan, jangan sampai tidak memakai baju. Pakailah baju & celana/sarung dahulu sebelum makan.

8. Apabila makan, jangan sampai makan pakai tangan kiri. Dan jangan gunakan kedua tangan untuk makan (Tangan yang satunya pakai garpu) Ini adalah adat orang Kafir.

Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan makan pakai kedua tangan.

9. Ketika selesai makan, tangan kanan yang digunakan untuk menyuap makanan tadi jangan langsung dibasuh, tapi kecup dahulu semua jari-jari (memakan sisa makanan/bumbu yang menempel di jari tangan) Mulai dari jari kelingking sampai ibu jari.

10. Selesai makan, jangan langsung rebahan, karena ini mewarisi malas.

Begitulah 10 Nasihat dari Tuan Guru Bangil yang juga merupakan Guru dari Abah Guru Sekumpul Martapura untuk kehidupan sehari-hari.

Semoga bermanfaat dan dapat selalu diingat dan disebarkan. Aamiin....


Share:

Sunday, May 23, 2021

Kisah Menakjubkan Berkat Memajang Foto Habib Sholeh Tanggul

 


Cerita ini pernah diutarakan oleh Al Habib Muhammad bin Sholeh Al Hamid Tanggul.

Dahulu, ada pecinta Habib Sholeh di daerah Ampel Surabaya. Dia sedang sangat membutuhkan biaya besar untuk kebutuhan keluarganya. Di rumahnya terpajang foto Habib Sholeh Tanggul dan setiap ia melihat foto tersebut, ia selalu bermohon kepada Allah dengan berkah Habib Sholeh, semoga ia mendapatkan uang yang ia butuhkan, hal itu dilakukannya berkali-kali.

Sampai pada akhirnya, Habib Sholeh didatangi oleh beberapa pejabat pemerintah utusan Adam Malik, mereka datang membawa hadiah untuk Habib Sholeh sejumlah uang yang banyak. Pada waktu itu Habib Sholeh berkata pada para pejabat yang hadir di rumahnya.

"Coba ambil uang yang kalian bawa sejumlah sekian juta, dan serahkan uang itu kepada fulan yang rumahnya di daerah Ampel Surabaya, bilang ini dari Habib Sholeh Tanggul atas karunia yang Allah berikan untuknya, hanya itu saja, selebihnya kalian bawa kembali."

Waktu itu Habib Sholeh meminta kepada putranya, yaitu Habib Muhammad bin Sholeh Al Hamid, untuk menulis alamatnya, dan surat kepada si penerima uangnya.

Tidak lama utusan pejabat itu sampai di rumah orang yang dimaksud Habib Sholeh, dan lalu menyerahkan uang tersebut sebagaimana arahan Habib. Orang tersebut jatuh tersungkur sambil berucap Alhamdulillah, barakah cucu Rasulullah, lalu ia buka surat dari Habib Sholeh yang isinya:

"Uang ini yang kau butuhkan sebagaimana permintaanmu kepada Allah di saat memandang gambarku."

Cuplikan ceramah dalam rauhah HAUL KE-43 AL IMAM AL QUTHB AL HABIB SHOLEH BIN MUHSIN AL HAMID TANGGUL yang disampaikan Al Habib Abubakar bin Abdul Qadir Mauladdawilah Malang.


رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.

Aamiin Allahumma Aamiin

Share:

Wednesday, May 19, 2021

Mbah Kyai Kholil Dan Segelas Air Susu Di Laut

 


Syahdan, Mbah Kyai Kholil Bangkalan Madura memanggil tiga santrinya, Mbah Kyai Manab (kelak menjadi pendiri Lirboyo) dan dua orang santri lainnya. "Anu Cung, tolong sampean carikan air susu di laut."

Saling pandang sejenak, ketiganya menjawab kompak, "Enggih, Kyai..."

Setelah pamitan, mereka langsung berangkat. Dengan bekal keyakinan bahwa dawuh guru, walaupun kelihatan mustahil tetap harus dilaksanakan. Selama tiga hari tiga malam mencari di lautan, ternyata hasilnya nihil.

Di tengah keputusasaan ketiganya bermusyawarah. "Bagaimana ini?"

"Lha iya, kalau kita jawab tidak ada berarti kan sama saja mengatakan Guru kita tidak tahu, bodoh?" "Seperti beli rokok di toko bangunan," jawab lainnya.

"Wah gini saja, bagaimana kalau kita jawab 'Kami belum menemukan, Kyai,'" kata yang ketiga. Yang akhirnya jawaban ini disetujui dua orang temannya.

Lalu ketiganya sowan kembali ke Mbah Kyai Kholil, dan mengatakan kalau belum menemukan.

"Oh gitu. Ayo kalian ikut saya," kata Mbah Kyai Kholil singkat.

Kemudian beliau mengajak ke tepi laut. Mengeluarkan gelas yang dibawa dari rumah dan mengambil air laut dengan gelasnya. Aneh bin ajaib, ternyata air laut itu berubah menjadi susu! "Sekarang mintalah kepada Allah keinginan kalian, dengan lantaranku." Ucap Mbah Kyai Kholil.

Dua orang santri pertama meminta agar kaya raya. Sedangkan Mbah Kyai Manab meminta ilmu yang bermanfaat. Kelak keinginan mereka terkabul. Dua orang santri itu benar-benar kaya raya, namun kekayaannya habis berbarengan dengan meninggalnya. Sedangkan Mbah Kyai Manab bisa mendirikian Pondok Pesantren Lirboyo yang santrinya menyebar ke seluruh Nusantara.

(Sumber kisah: Kiai Anwaril Mustofa dari KH. Fathoni Tanggungharjo Grobogan Jawa Tengah via fp IlmuTasawuf.com dan Pustaka M2HM).

Share:

Kisah Sang Kekasih

Subscribe Channel Kami