Tuesday, July 13, 2021

Karomah Luar Biasa Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq RA

 


Imam Bukhari dan Imam Muslim pernah meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abu Bakar yang berkata: “Pernah di suatu hari Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq kedatangan tiga orang tamu di rumahnya. Kemudian Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq pergi ke tempat Rasulullah SAW untuk makan malam. Di tengah malam, Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq kembali ke rumahnya. Sesampainya di rumah, isterinya bertanya kepada Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq: “Apakah menyebabkan engkau menahan tiga orang tamu itu?”

Tanya Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq : “Sudahkah engkau berikan makan malam ketiga orang tamuku itu?”

Jawab Isterinya : “Mereka tidak mau makan malam sebelum engkau datang.”

“Demi Allah, sedikitpun aku tidak makan.” Timpal Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq

Kemudian Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq berkata: “Makanlah hidangan itu.”

Salah satu tamu kemudian menjawab: “Demi Allah, kami heran sekali. Setiap kali kami makan dari hidangan itu sesuap, hidangan itu jadi bertambah banyak, sampai kami kenyang semuanya. Sedangkan hidangan itu bertambah banyak dari semula.”

Ketika Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq melihatnya, ia lihat hidangan itu jadi bertambah banyak. Sayyidan Abu Bakar Ash Shidiq kemudian bertanya pada isterinya: “Wahai Isteriku, adakah kamu masak makanan sebanyak itu?”

Isterinya menjawab dengan tegas : “Demi Allah, tidak! Sungguh hidangan ini bertambah banyak tiga kali lipat dari semula.”

Kemudian Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq ikut makan dari hidangan itu seraya berkata: “Mungkin dari perbuatan Syaithan.”

Setelah itu, Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq membawa hidangan itu kepada Rasulullah SAW. Di pagi harinya, hidangan itu masih seperti semula. Waktu itu, kami sedang mempunyai janji dengan suatu kaum. Setelah batas waktunya berlalu, ada dua belas orang dari kami yang bubar. Dan setiap orang dari mereka membawa kawan-kawannya yang banyak. Nabi SAW menyuruh mereka kembali datang untuk makan bersama dari hidangan itu. Tidak seorang pun yang tertinggal untuk makan dari hidangan itu melainkan mereka telah puas.

Imam Fakhrur Razi ketika menafsirkan surat Al Kahfi, beliau pernah membawakan kekaromahan para Sahabat Rasulullah SAW sebagai berikut: “Termasuk salah satu kekaromahan Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq RA ialah ketika jenazah beliau yang sedang diusung itu sampai depan pintu makamnya Rasulullah SAW., orang-orang yang memikulnya itu berkata: “Assalamu’alaika Yaa Rasulallah. Ini adalah Abu Bakar yang sedang di luar pintu”. Tiba-tiba pintu makam Rasulullah SAW itu terbuka dan terdengar suara yang datang dari makam beliau: “Masuklah orang yang dicintai kepada orang yang mencintainya”.

Urwah Ibnu Zubair pernah meriwayatkan dari Aisyah RA., bahwasannya Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq pernah memberikan dua puluh gantang hasil kurma semasa ia masih sehat. Ketika Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq mendekati ajalnya, beliau berkata: “Wahai Puteriku, tidaklah seorang berada dalam keadaan cukup yang lebih ku senangi daripada kamu. Dan tidaklah seorang berada dalam keadaan kesempitan yang tidak ku inginkan lebih dari pada kamu. Dahulu waktu ku berikan padamu hasil kurma sebanyak dua puluh gantang, kamu tidak mau menerimanya. Sekarang hasil kurma itu akan jadi harta waris. Karena itu, nanti bagilah pada kedua saudara lelakimu dan kedua saudara perempuanmu sesuai dengan yang ditetapkan Al Qur’an”.

Sayyidah Aisyah menjawab :  “Wahai Ayahku, saudara perempuanku hanya Asma’ saja. Siapakah yang lain?”

Sayyidina Abu Bakar menjawab : “Yang dalam kandungan Ibumu itu ku lihat akan lahir seorang perempuan”.

Dan ternyata apa yang dikatakan oleh Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq itu benar lahir seorang perempuan.

Imam Tajus Subki menganggap kisah itu sebagai bukti adanya kekaromahan yang dimiliki oleh Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq RA. Pertama, ia memberitahukan pada Sayyidah Aisyah bahwa ia akan meninggal dunia segera dengan isyaratnya bahwa harta itu telah menjadi harta waris. Kedua, ia memberi isyarat bahwa bayi yang dikandung isterinya akan lahir seorang wanita. Apa yang diisyaratkan oleh Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq RA itu terjadi semuanya sepeninggalan beliau.

Sumber : Keramat Para Wali Allah, Yunus Ali Al Muhdar, 2000

Wallohu A'lam Bisshowab...

Baca Juga
Share:

0 komentar:

Kisah Sang Kekasih

Subscribe Channel Kami