Thursday, March 15, 2018

Cerita lucu saat masih di TPQ


#Ceritaku - Kali ini saya akan bercerita tentang cerita lucu saat saya masih di TPQ. Kejadian ini saya alami saat saya masih berumur kurang lebih 7 tahun. Yaaa kalau tidak salah saya masih duduk di bangku kelas 2 SD.

Saat itu saya duduk di kelas 2 atau jilid 4 -6 di TPQ. Di kelas itu saya terbilang santri paling kecil atau paling muda. Karena kebanyakan teman-teman yang lain sudah berumur 11 tahun atau setara dengan kelas 5 SD sedangkan saya sendiri masih berumur 7 tahun atau kelas 2 SD. Saya bisa duduk di kelas dengan teman-teman yang lebih tinggi dari saya karena saya dinaikan kelas secara cepat atau individu oleh Dewan Asaatidz.

Cerita lucunya adalah saat di TPQ ada acara, kayanya pas itu lagi ada acara maulid nabi. Para santri diberikan tugas untuk menampilkan tampilan atau kemampuan di pra acara. Waktu itu, kelasku ditugaskan untuk menampilkan Hafalan Surat-surat pendek dalam Al Qur'an, dan disitu saya ditunjuk untuk menjadi pimpinan kelasku. Aku dipanggil oleh Ustadz utama untuk latihan dan temanku yang lain berlatih dengan Ustadz yang lain.

Naah, waktu acara telah tiba. Saat pra acara, saatnya aku dan teman-temanku menampilkan diri. Saat di panggung di depan banyak pengunjung, aku menjadi pimpinan mereka, memegang mick. Aku berada di depan, sedangkan belakangku adalah teman-temanku yang tentu ukuran tubuhnya tidak sepadan denganku begitu pula umurnya. Mulailah kami menampilkan tampilan, dan aku mengawali dengan membaca Ta'awudz... (A'udzubillah...) sesuai arahan Ustadz utama yang melatihku. Dan disaat yang bersamaan, teman-temanku yang berada di belakangku mengawalinya dengan membaca Basmalah (Bismillah...) dan aku tanpa disengaja juga mengikuti teman-teman dibelakangku. Jadi, terdengar suara saya menjadi A'UDZUBIROHMANIRROHIM...😅😂😂😂 Jangan ditiru yaa... itu pun saya sendiri juga tida sadar atas kesalahan saya itu. Saya tahu itu dari Ibuku.
Sekian terima kasih...
JANGAN DITIRU YAAA...
Baca Juga
Share:

0 komentar:

Kisah Sang Kekasih

Subscribe Channel Kami