Saturday, September 11, 2021

Kisah Karomah Luar Biasa Wali Allah Yang Disusui Kijang Saat Bayi


 

Dikisahkan ada seorang Wali Allah yang ahli mukasyafah dan do’anya selalu dikabulkan oleh Allah. Beliau bernama Syaikh Ahmad Abul Abbas Al Basir. Syaikh Abul Abbas hidup semasa dengan seorang wali dan tokoh tarikat yang bernama Syaikh Abu Sa’ud bin Abil Asy’ari. Keduanya sering berhubungan dengan cara surat menyurat.

Syaikh Hatim pernah berkisah tentang karomah Syaikh Ahmad Abul Abbas sebagi berikut : “Aku pernah berkhidmad pada Syaikh Abu Sa’ud selama dua puluh tahun. Telah berkali-kali aku meminta bai’at pada beliau, namun beliau selalu menolak. Pada suatu hari, ketika aku meminta bai’at padanya, beliau Syaikh Abu Sa’ud berkata: “Sebenarnya engkau bukan untuk kami. Engkau adalah untuk Abul Abbas Al Basir, yang sebentar lagi akan datang dari Maghrib”. Ketika Syaikh Abul Abbas datang, beliau Syaikh Abu Sa’ud memberitahukan padaku, “Gurumu akan tiba di Mesir pada malam ini, untuk itu sambutlah beliau di Bulaq.”

Orang Mesir yang pertama kali menyambuut Syaikh Abul Abbas Al Basir adalah aku (Syaikh Hatim). Ketika aku berjabat tangan dengan Syaikh Abul Abbas, beliau menyambutku sambil berkata: “Selamat datang wahai muridku Hatim. Semoga Allah memberi pahala pada Syaih Abu Sa’ud yang telah menjagamu sampai aku tiba disini.”

Selain kisah di atas, ada pula kisah tentang karomah Syaikh Abul Abbas, bahwasannya isterinya pernah diundang oleh seorang penguasa di Mesir untuk menghadiri pesta perkawinan putrinya. Si Isteri meminta izin pada Syaikh Abul Abbas agar diizinkan menghadiri undangan pernikahan itu. Setelah diizinkan olehnya, si Isteri lalu bertanya: “Apakah aku boleh berpakaian yang hanya satu-satunya ini?” Syaikh Abul Abbas lantas menjawab: “Yaa...”. Anehnya waktu Syaikh pergi, Allah membalikan matanya dan si Isteri pun melihat pakaiannya yang sederhana itu menjadi pakaian sutra yang mahal dan berhiaskan dengan segala macam batu permata berharga yang tidak dimiliki dimiliki keluarga penguasa itu sendiri. Waktu si Isteri sampai di rumah penguasa tersebut, isteri penguasa dan dan para isteri pembesar lainnya merasa heran melihat kemewahan baju dan perhiasan Isteri Syaikh Abul Abbas yang dikenal sebagai orang miskin itu. Mereka berkata: “Tidak mungkin pakaian ini akan dimiliki oleh Isteri seorang fakir seperti itu.” Salah satu dari mereka bahkan ada yang menginginkan untuk membeli sebuah batu permata yang dipakainya itu dengan harga seribu dinar, namun ditolaknya karena belum meminta izin kepada suaminya. Sekembalinya dari pesta perkawinan itu, isterinya menceritakan pada suaminya akan kejadian yang dialaminya tersebut. Mendengar kisah itu, Syaikh Abul Abbas hanya tersenyum sambil berkata, “Sesungguhnya Allah mampu untuk menutupi kefakiran hamba-Nya yang dikehendaki-Nya.”

Dikisahkan pula bahwasannya ada salah seorang murid Syaikh Abul Abbas Al Basir yang hendak mengambil bai’at dari Syaikh Abudrrahim Al Qinawi sepeninggal Syaikh Abul Abbas. Saat Syaikh Abdurrahim akan menjabat tangan murid Syaikh Abul Abbas tersebut, tiba-tiba dari belakang mihrab keluarlah tangan Syaikh Abul Abbas yang melarang Syaikh Abdurrahim untuk mengambil bai’at dari murid beliau.

Syaikh Abul Abbas Al Basir dikenal juga dengan Ibnu Ghazalah atau anak kijang. Ayahnya adalah seorang raja di Maroko. Sejak kecil, Syaikh Abul Abbas dikenal sebagai seorang anak yang gemar beribadah. Beliau adalah salah seorang murid dari dua orang tokoh sufi yang terkenal. Mereka adalah Syaikh Abu Ahmad Ja’far Al Andalusi dan Syaikh Abu Madyan Syua’ib.

Dikisahkan pula tentang alasan beliau diberi julukan Ibnu Ghazalah atau anak kijang. Kisahnya, pada saat dilahirkan, beliau dalam keadaan buta. Melihat anaknya dilahirkan dalam keadaan buta, Ibunya bersedih hati takut suaminya tidak mau menerima puteranya yang dilahirkan dalam keadaan buta. Akhirnya anak yang baru lahir itu dibuang ke tengah hutan oleh Ibunya. Sedankan ia sendiri pulang ke rumahnya. Saat suaminya pulang dari berburu, ia menayakan apakah bayi yang di kandungnya itu telah lahir. Si Isteri menjawab dengan jawaban yang tak sebenarnya, yang mengatakan bahwasannya anaknya telah meninggal sewaktu melahirkan. Maka sang Suami menjawab: “Semoga Allah memberikan ganti yang lain”.

Pada suatu hari ketika suaminya sedang berburu lagi di hutan, ia dikejutkan oleh seekor kijang yang sedang menyusui seorang bayi manusia. Dalam hatinya tergerak semoga bayi ini adalah sebagai ganti putraku yang meninggal. Saat bayi itu ditunjukan ke Isterinya, ia terkejut dan menangis sejadi-jadinya. Ketika ditanya apakah sebabnya ia menangis, Isterinya menjawab: “Sebenarnya bayi ini adalah putra kita sendiri. Hanya saja ku buang saat dilahirkannya karena ia dalam keadaan buta, dan aku takut kalau engkau tidak mau menerima anakmu ini.” Suaminya lantas menjawab dengan perasaan gembira: “Alhamdulillah yang telah mempertemukan kita sekalian kembali”. Sejak saat itulah Ibunya yang mengasuhnya sampai berumur tujuh tahun. Mulai umur tujuh tahun, beliau belajar membaca Al Qur’an dan ilmu tajwid.

Sumber Cerita : Buku Kumpulan Kisah Keramat Para Wali yang di sadur oleh Habib Yunus Ali Al Muhdar, dicetak tahun 2000.

Baca Juga
Share:

0 komentar:

Kisah Sang Kekasih

Subscribe Channel Kami