Windarwati : Cekelan Sarung Kyai

Aja Sampek Ucul Cekelan Sarung Kyai. Maksude tutke kyai, sebab kyai kui warisane nabi SAW. lan ojo asal pilih Kyai sing Sangar

Wirda Mansur : Dahulukan Alloh

Dahulukan Alloh. Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus.

Tentang Pecinta

Hakikatnya Pecinta itu, tidak ingin jauh jauh, apalagi berpisah dengan yang dia cintai.

UYM : Kita Hidup Juga Masalah

Dunia ini penuh masalah, kita hidup juga sudah termasuk masalah. iya kan?

Aa Gym : Jangan Ributkan Perbedaan!

Kita juga Produk dari perbedaan. Kita lahir dari laki-laki dan perempuan, Adam dan Hawa, bukan Adam dan Asep

Saturday, December 28, 2019

Puisi Asmara Sang Pecinta



Datangmu, membuatku dekat lagi dengan Nabi
Datangmu, membuatku cinta lagi dengan Majlisnya Nabi
Datangmu, membuatku dapat berjumpa dengan kesayangan Nabi
Datangmu, membuatku dapat berkumpul bersama para Pecinta Nabi

Kesederhanaanmu, membuatku tersipu malu
Kesederhananmu, meyakinkanku
Kesederhanaanmu, kelangkaan bagiku
Kesederhanaanmu, membuka hati yang berdebu
Kesederhanaanmu, cahaya terang wajahmu

Akhlakmu, menggambarkan seorang yang berilmu
Akhlakmu, percikan tetesan mutiara akhlak, puteri tercinta Kekasihku
Wajahmu, meneduhkan hati menyibak segala gelap
Wajahmu, menundukan segala keinginan maksiat dan syahwat

Tidak ada dalam hatimu,
Kecuali cinta yang sama terhadap Penciptaku
Tidak ada dalam hatimu,
Kecuali cinta yang sama terhadap Kekasihku
Tidak ada dalam hatimu,
Kecuali cinta yang sama terhadap setiap insan yang mencintai Penciptaku dan Kekasihku

Mengingatmu, adalah mengingat Penciptaku
Mengingatmu, adalah mengingat Kekasihku
Mengingatmu, adalah mengingat Sang Maha Cinta
Mengingatmu, adalah mengingat Manusia Pembawa Cinta

Wahai engkau, pintu kemenanganku....


Oleh : Ahmad Fatah Yasin Al Azmi

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

Share:

Thursday, December 19, 2019

New Video | Hadroh Banjari Klasik Rumus Pekalongan





Video para Bapak-bapak rombongan hadroh asal Dusun Nusadadi, Desa Tinggarjaya, Kecamatan SIdareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Jama'ah Masjid Ath - Thursina asuhan Bpk. Kyai Amiruddin Muhtar, BA.

Menyandungkan qosidah dan sholawat untuk Kekasih yang terkasihi dan paling mengasihi. Dengan alunan pukulan khas banjari, dengan rumus asal Pekalongan, yang menjadi cikal bakal rumus-rumus hadroh selanjutnya.



اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ
Share:

Thursday, November 21, 2019

Karena Seorang Pecinta, Tak Pernah Ingin Berpisah Dari Yang Dicintainya


Hakikat seorang Pecinta adalah tidak ingin berpisah dari yang ia cintai. Semua Sahabat Rosululloh SAW sangat mencintai beliau. Bahkan, dikatakan dalam sebuah riwayat, ada Sahabat yang wafat sebelum Rosul. Allah masukan Ruhnya dalam kenikmatan  Surga. Sahabat yang berada di Surga dengan segala kenikmatan yang ada, tidak merasa bahagia, dan justru hampa. Kehampaan ini tentu disebabkan karena yang Ia (Sahabat) cintai, tidak berada di sana (Surga). Begitulah bagaimana besarnya kecintaan Para Sahabat kepada Kekasihnya, yaitu Rosululloh SAW.

Ada juga riwayat tentang Sahabat Tsauban. Seorang Sahabat yang teramat cinta pada Nabinya. Di waktu malamnya, Ia galau apakah paginya bisa berjumpa dengan Rosululloh. Di waktu siangnya, Ia galau apakah sore atau malamya bisa berjumpa dengan Rosululloh SAW. Dan yang lebih membuatnya galau adalah, ketika kelak di akhirat. Ia galau, Rosul adaah Nabi yang mulia, dan pasti surganya bersama Para Nabi, di surga teratas. Sedangkan dirinya beranggapan tidak mungkin bisa sesurga dengan Rosululloh SAW. Dan di peristiwa ini, turunlah Wahyu Allah, "Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya."

Banyak sekali kisah tentang kecintaan Para Sahabab Rosul yang luar biasa, yang tentu tidak ada apa-apanya dengan kecintaan umat zaman ini.
Penyusun Maulid Simthudduror, Al Allamah Al Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al Habsyi berkata, "Aku merindukan surga bukan karena bidadari-bidadari yang berada disana. Bukan pula karena segala kenikmatannya. Tapi, aku merindukan surga karena ada Rosululloh SAW disana."


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ
Share:

Tuesday, November 19, 2019

New Post | Payung MAJT Membuka





#IMGC | VIDEO | Payung MAJT Membuka | Wulidal Musyarrof Az Zahir Haflah Maulidurrasul 1441 H

Menayangkan Video detik-detik membukanya payung elektrik di Masjid Agung Jawa Tengah saat Haflah Maulidurrasul 1441 H bertempat di Plaza MAJT, Sabtu, 09 November 2019.




اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

Share:

Wednesday, October 2, 2019

Mujahadah, Service Raga dan Jiwa Yang Lara



Sabtu, 28 September 2019 di Masjid Agung Jawa Tengah telah dilaksanakan Mujahadah kubro Majelis Khidmah Al Asmaul Husna se - Indonesia. Acara dilaksanakan dari Sabtu malam hingga Minggu siang ba'da Dzuhur.

Acara ini menjadi salah satu pelengkap perjalanan perjuangan mencari cinta Ilahi dan Rosul-Nya. Cerita ini baru saya tulis, setelah saya fikir saya sudah mulai mendapat apa yang saya cari.

Malam itu, disela-sela dudukku sambil melihat ribuan jama'ah mujahadah, aku dihampiri oleh salah seorang laki-laki. Bersalaman, ngobrol sana-sani, hingga akhirnya pun berkenalan dan tukar nomor WhatsApp.

Malam semakin menghampiri, namun perbincangan kita tidak kelar-kelar. Dari membahas politik, agama, hingga kepribadian masing-masing. Karena ia harus ikut bergabung dengan kawan jama'ahnya, akhirnya pemuda asal Boyolali tersebut pun juga mengajak saya, ya karena dia mungkin tahu saya perlu teman malam ini.

Akhirnya, aku masuk ke Ruang Utama Masjid Agung Jawa Tengah bersamanya, dan berkumpul bersama ribuan jama'ah. Acara ini diadakan tiap tahunnya, dan acara kubronya berpusat di MAJT (ini saya dapatkan dari perincangan dengannya), dan dihadiri dari seluruh penjuru Nusantara.

Air mata menetes tatkala melihat ribuan jama'ah mujahadah, yang kebanyakan dari mereka adalah Lansia. Dalam hati aku berkata seraya memegang dadaku, "Yaa Allah, Terima kasih telah mengizinkan aku untuk terus berkumpul ditempat yang mulia, dan bersama  orang-orang mulia. Apa yang menimpaku hari ini, tentulah yang terbaik menurut-Mu. Terima kasih Yaa Allah, Engkau masih menjagaku dari kemungkinan aku melampaui batasku. Yaa Allah, seperti bagaimana Engkau mengizinkan aku berkumpul disini, maka Ridhoi pula aku bisa berkumpul bersama orang-orang mulia kelak di Akhirat."

Setelah teman malamku menyelesaikan mujahadahnya (tampil di panggung), ia bersama rombongannya pun harus kembali ke Boyolali. Dan tinggallah  kembali aku sendiri dalam perenungan bersama ribuan jama'ah. Karena rasa ngantuk yang sudah tak tertahankan lagi, akhirnya aku putuskan untuk masuk ke ruang sebelah utara Ruang Utama. Disana, banyak sekali jama'ah yang sedang beristirahat. Akhirnya, aku ikut beristirahat disana, demi untuk mengobati rasa kantukku.

Dalam sepertiga malam, aku terbangun untuk kembali ke mess tempat tinggalku. Aku sadar, ada tanggunggjawab yang aku tinggalkan disana. Meski, diri sangat tidak ingin pergi ke sana. Akhirnya, sampailah aku di mess, kemudian, dalam balutan angin dingin dini hari Kota Semarang, aku menyapu dan mengepel seluruh ruangan utama. Tidak ada yang tahu, tentang gerak-gerikku waktu itu. Mandi, kemudian aku lanjutkan perjalanan lagi ke Masjid untuk Sholat Shubuh, kemudian melanjutkan lagi ke tempat semula, sampai tiba waktu malam.

Banyak cerita di hari ini, dan yang pasti, perenungan dan munajat ke - 2 yang sekaligus ikut mujahadah kubro ini, termasuk yang paling membantu pemulihan hati, dan penemuan cahaya kebenaran.
Share:

Wednesday, September 25, 2019

Ngrayu Allah di MAJT


Semua berawal dari sebuah sentilan keras dari Alloh SWT. untukku. Sebuah kesakitan selama 7 hari 7 malam, yang sebab utamanya karena kurangnya keyakinan pada Allah, terlalu berharap pada makhluk, dan masih kurangnya ilmu tentang hati dan rasa.

Entah apa yang sedang menghantui belakangan ini, yang membuat hati ini kembali berteriak dengan keras. Andai saja bagian tubuh luar lainnya tak terkendalikan, maka entah apa yang akan terjadi.

Aku menganggapnya sebuah kesalahan besar yang aku lakukan selama 3 malam, membuat datangnya sebab pokok sentilan keras ini, selama 7 hari 7 malam, dan mungkin saja akan terus ada di malam-malam selanjutnya. Rasa khawatir, gelisah, takut, dan puncaknya adalah kesakitan yang tak tergambarkan. Dari hari awal, hati ini seperti ditusuk dari segala sisi, kemudian dipotong-potong, dan puncaknya adalah seperti dicincang.

Karena untuk menormalisasikan hati, yang pasti akan mempengaruhi semua keadaan, ku putuskan untuk pergi menuju tempat curhat dengan Allah dan Rosululloh paling nyaman, yaitu di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Tempat itu kini menjadi tempat aku mencurahkan isi hatiku, yang tidak semua orang tahu, bahkan yang orang tak tahu. Suasana disana sangat mendukung untuk mendatangkan ketentraman di hati.

Minggu, 22 September 2019 pagi, aku bergegas ke sana. Sebenarnya, niat untuk datang ke sana dan curhat, sudah ada sejak malamnya, ya karena sudah tak tahan. Tapi taqdirulloh, aku kalah cepat. Dan, pagi harinya lagi, hatiku disuguhi dengan pisau yang besar, yang kemudian mencincang hatiku, yang di malamnya telah terpotong, dan malam-malam sebelumnya sudah ditusuk-tusuk.

Karena puncak kesakitan cincangan itulah, diri ini sudah benar-benar tak tahan untuk segera curhat ke Allah dan Rosululloh, serta memohon ampun. Berangkat dengan penuh kesengsaraan hati dan keadaan, sampailah aku ditempat mulia. Menaiki tangga demi tangga dengan kesedihan. Kemudian disambut dengan Kajian Ahad Pagi di sana, dengan pembicara Dr. KH. In'amuzzahidin. Ada sedikit tawa yang muncul saat mendengarkan kajian beliau. Maklumlah, hati masih belum kondusif.

Sejak malam itu, aku sengaja menonaktifkan data di smartphoneku (mode pesawat), untuk mendukung kegiatan perenunganku, yang disebabkan sentilan keras ini.

Setelah acara Kajian Minggu Pagi selesai, aku melanjutkan bermunajat dengan i'tikaf di sana. Karena kebetulan pas di hari jadwal puasaku, jadi aku bisa full di masjid dari pagi hingga sore. Paling saya akan turun untuk ke toilet dan ambil wudhu. Hari itu ku lalui full di ruang utama sholat Masjid Agung Jawa Tengah, sampai datang menuju waktu berbuka, baru aku keluar dari masjid.

Selepas 'Isya, data di smartphoneku baru aku aktifkan. Nampak beberapa chat dan panggilan whatsapp dari teman messku yang mencariku. Memang, aku dari pagi pergi tanpa kabar. Hanya sedikit ku beri tahu pada salah satu temanku, bahwasannya aku mau pergi ke bengkel. Yah, bengkel hati dan jiwa. Taqdirulloh, baterai smartphoneku lemah. Biarlah, aku sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun. Sengaja ku perlama waktu pulangku, karena sungguh, aku tak ingin pulang ke tempat dimana aku tersakiti, ke tempat dimana hatiku tercincang-cincang.

Sampai di mess, ku perbalik keadaan luarku. Bergembira layaknya tak ada apa-apa, padahal kesakitan itu masih sangat jelas terasa. Memang sudah banyak berkurang, karena sudah diobati satu hari full di MAsjid Agung Jawa Tengah. Dari cerita kali ini, pembelajarannya adalah, sentilan Allah itu keras, maka jangan main-main.
Share:

Monday, September 16, 2019

Kepribadian Burukku, Bagi Mereka Yang Kenal Sesaat Denganku


Kesengajaanku dalam menampilakan sifat asliku lebih banyak ke arah menyembunyikan
Bukan untuk semua orang, namun sebagian besar untuk mereka yang bakal teristimewakan
Tak bermaksud membohongi, maupun gak blak-blakan
Hanya saja, aku ingin tahu seberapa cerdaskah arah hati mereka dalam membaca karakteristik seseorang

Biasanya, kesombongan dan tak peduli dengan keadaan adalah yang paling utama ditonjolkan
Acuh tak acuh, bak orang yang hidup di hutan tanpa teman
Padahal, grogi dan minder adalah sebab utama itu semua ternampakan
Mereka tak tahu saja, aku sedang beradaptasi dengan keadaan
Share:

Tuesday, September 10, 2019

Tentang Sahabat Dunia Akhirat

"Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-geriknya teringat mati. Sebaik-baik sahabat disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik-baik tetangga disisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap tetangganya."
"Cukuplah kekurangan sahabatmu kau yang mengetahuinya. Dan jangan mencaci sahabatmu disebabkan kesalahannya. Karena tujuan kalian bersahabat bukan untuk saling menyalahkan, melainkan untuk bahagia bersama-sama."


"Tidak ada yang lebih berharga dari keluarga yang utuh, dan sahabat yang sejati. Karena keduanya sangat berpengaruh dengan kehidupan di akhirat nanti."

"Sahabat itu seperti bintang. Terkadang kita akan dapat melihat dan terkadang tidak. Hanya saja kita akan selalu mengetahui kemana ia pergi."

"Sahabatmu di dunia kelak akan menjadi sahabatmu di akhirat. Maka lihatlah kepada siapa engkau duduk dan bersahabat."
 ~ Habib Umar bin Hafidz ~


"Jika engkau memiliki sahabat yang membantumu dalam keta'atan maka genggam erat ia, karena menjadikan teman itu susah dan melepasnya sangat mudah."
~ Imam Syafi'i ~
Share:

Monday, September 9, 2019

Cerewetku, Cermin Keterbalikan Sifatku


Sisi terdalam dalam diri adalah suatu rahasia
Seperti aib diri sendiri, yang Allah sembunyikan dari mata ciptaannya
Sebagai penguji kehikmatan, dalam berdialog dengan Yang Kuasa
Memutarbalikan sifat saat sedang berhadap, dan bermunajat

Asyik dan cerewet seakan menjadi peniliaian luar yang utama
Padahal, ada sisi lain dari keseriusan dan keheningan diri
Adanya, untuk menutupi keadaan dalam diri
Sehingga tak merembet pada dunia luar diri
Share:

Prinsip Hidup Dan Rasa Ketakutan Yang Terkalahkan Perasaan

Masalah yang sama pernah menimpa sebelumnya
Pengambilan pelajaran telah didapatkan untuk masa depan
Namun tatkala dihadapkan dengan masalah yang sama lagi, tetap saja menyesakan dada
Pelajaran ada, jalan keluar ada, cara ampuh ada, namun, sekali lagi terkalahkan perasaan

Teriakan hati dalam sebuah kesunyian, menggambarkan bagaimana sakitnya memendam al hubbi
Rasa manis duniawi seakan hilang ditelan rasa sakit di hati
Tiada lagi tempat kembali untuk curhat, sekedar meringankan sakit ini
Sang Maha Cinta, pencipta rasa cinta dan makhluk yang paling mengerti akan cinta tulus sejati
Robbi, ku terima rasa ini. Kuatkan hambamu ini.
Share:

Sunday, September 1, 2019

Jadilah Orang Nyleneh

#Coretanku - Di zaman akhir ini, zaman dimana kebaikan terasingkan dan kesalahan telah merajalela, menjadi budaya kebiasaan yang dipandang wajar-wajar saja.

Orang nyleneh itu ngangenin lhoo... 😂


Menjadi Orang Nyleneh adalah pilihan. Bukan mengasingkan, menyendiri, dan bukan pula pergi dari budaya umumnya orang. Namun, nyleneh dari kebanyakan sifat yang tak dibenarkan, nyleneh dari kebiasaan yang tak ada guna dan merugikan, dan nyleneh dari semua budaya ketidakbenaran yang merugikan dan telah menjadi budaya umum kebiasaan.

Allah telah menciptakan apa-apa di dunia ini adalah berpasangan. Tinggi dan rendah, baik dan buruk, surga dan neraka, dlsb.. Maka hakikat hidup adalah memilih. Tentu sangat bodoh kalau kita dikasih pilihan dengan perbedaan masing-masing yang sangat jelas, namun memilih yang justru merugikan, meski itu dilakukan dan dipilih kebanyakan orang.
Jadi, mau jadi orang nyleneh?

Share:

Kisah Sang Kekasih

Subscribe Channel Kami