Windarwati : Cekelan Sarung Kyai

Aja Sampek Ucul Cekelan Sarung Kyai. Maksude tutke kyai, sebab kyai kui warisane nabi SAW. lan ojo asal pilih Kyai sing Sangar

Wirda Mansur : Dahulukan Alloh

Dahulukan Alloh. Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus.

Tentang Pecinta

Hakikatnya Pecinta itu, tidak ingin jauh jauh, apalagi berpisah dengan yang dia cintai.

UYM : Kita Hidup Juga Masalah

Dunia ini penuh masalah, kita hidup juga sudah termasuk masalah. iya kan?

Aa Gym : Jangan Ributkan Perbedaan!

Kita juga Produk dari perbedaan. Kita lahir dari laki-laki dan perempuan, Adam dan Hawa, bukan Adam dan Asep

Thursday, August 26, 2021

Kisah Wali Allah Yang Dijaga Oleh Nabi Ismail AS

 


Syekh Yunus bin Yusuf bin Musa’id dikenal sebagai seorang sufi dan zahid yang besar karomahnya.

Diriwayatkan bahwa beliau pernah ikut rombongan kafilah yang melewati daerah sanjur. Daerah Sanjur dikenal sangat rawan dan ditakuti oleh semua kafilah. Biasanya jika ada kafilah yang melewati daerah tersebut, maka semua anggota kafilah tidak ada yang berani tidur. Semuanya berjaga-jaga untuk menghadapi serangan kaum perampok. Lain halnya dengan Syaikh Yunus bin Yusuf yang ketika melewati daerah tersebut beliau berani untuk tidur. Ketika ditanya mengapa beliau berani, maka beliau menjawab, “Demi Allah, waktu aku tidur, aku melihat Nabi Isma’il AS datang menjaga kafilahku hingga tidak ada seorangpun yang berani mengganggunya.”

Salah seorang murid beliau meminta izin untuk pergi ke Kota Nasibain. Maka beliau pun berpesan, “Jika sampai di Kota Nasibain, berilah kain kafan untuk Ummu Musa’id”. Muridnya lantas bertanya, “Apakah sebabnya aku harus membeli kain kafan untuknya?”. Karena ia tahu bahwasannya Ummu Musa’id (isterinya) sedang dalam keadaan segar bugar. Syaikh Yunus lantas menjawab, “Apa salahnya kaau anda belikan ia kain kafan?”. Apa yang dikatakan oleh Syekh Yunus itu ternyata benar. Waktu si murid itu kembali dari Kota Nasibain, ia dapatkan isterinya meninggal dunia di hari itu juga.

Syekh Yunus bin Yusuf wafat di tahun 619 H.

Kisah ini bersumber dari; Buku Kumpulan Kisah Keramat Para Wali karya Al Habib Yunus Ali Al Muhdar

Semoga para pembaca dapat mengambil hikmahnya dari segala cerita para Kekasihnya Allah.

Share:

Thursday, August 19, 2021

Kisah Orang Jahat Yang Dijabat Tangannya Oleh Rasulullah SAW Di Mimpi Karena Amalannya


Seorang yang sangat zuhud bernama Syeikh Abdul Wahid bin Zaid berkisah sebagai berikut :
"Seorang tetangga kami bekerja sebagai pegawai negeri dan sangat jahat ketika hidupnya di dunia. Dia melakukan maksiat dan suka menakut-nakuti orang.

Pada suatu malam, saya melihat di dalam tidur bahwa tangan tetangga saya tersebut memegang tangan Rasululloh SAW. Saya lantas bertanya kepada Rasululloh SAW:
“Wahai Rasululloh, sesungguhnya orang ini sangat terkenal sebagai penjahat di muka Bumi. Bagaimana ceritanya engkau mau memegang tangannya?“

Rasululloh SAW bersabda:
“Saya mengetahui apa yang engkau katakan tersebut. Oleh karena itu, saya datang untuk memberikan syafa'atku kepadanya.”

Kemudian saya bertanya kepada Rosululloh SAW :
“Wahai Rasulullah, apakah kelebihan tetangga kami itu, sehingga engkau memberikan syafaat kepadanya?”

Rasulullah SAW menjawab:
“Tetanggamu itu banyak membaca Shalawat kepadaku. Setiap malam ketika dia hendak tidur, dia selalu membaca sholawat 1000 kali (seribu kali), sehingga aku mohon kepada Alloh SWT., mudah-mudahan syafa'atku ini diterima disisi-Nya, agar tetanggamu ini bertaubat kepada-Nya.”

Berkata Syeikh Abdul Wahid (shohibul hikayat):
“Di pagi hari saya mengajar di Masjid
sebagaimana biasanya, tiba-tiba datang tetangga itu, disaat saya sedang menceritakan apa yang saya lihat di dalam tidur ( mimpi ), dia masuk dan mengucapkan salam sambil menangis, lalu dia berkata:
“Wahai Syeikh Abdul Wahid, izinkanlah aku menjabat tanganmu, karena Rasululloh SAW mengutusku kepadamu, agar aku bertaubat di hadapanmu, dan disaksikan oleh murid-muridmu di Masjid ini.”

Syekh Abdul Wahid kemudian berjabat tangan dengan tetangganya yang telah menyesali segala perbuatannya selama hidupnya tersebut. Ia berjanji tidak akan mengulanginya kembali perbuatan jahatnya tersebut.”

Subhanalloh……

Setelah itu, Syeikh Abdul Wahid bertanya kepada tetangganya tersebut: “Apakah yang menyebabkan engkau bertaubat, wahai saudaraku?” 

Tetangganya menjawab :
“Rasululloh SAW telah datang kepadaku di dalam tidurku, dan beliau menceritakan kepadaku tentang tanya jawab antara engkau dengan beliau. Kemudian Rasulullah SAW memegang tanganku dan bersabda:
“Aku datang kepadamu untuk memberikan syafaat Alloh atas segala dosamu. Itu semua adalah semata-mata karena engkau banyak membaca Sholawat kepadaku.”

“Setelah itu, beliau bertitah kepadaku, agar di pagi hari aku datang kepadamu wahai Syaikh, untuk mengumumkan kepada khalayak ramai bahwa aku telah bertaubat yang sebenar-benarnya.”

Demikianlah keberkahan membaca Sholawat kepada Rasululloh SAW. Ternyata tidak sia-sia bagi setiap lisan yang selalu di basahi dengan shalawat.

Kisah diatas sebagai bukti nyata Syafa'at Rasulullah SAW, bahwa pembacaan sholawat dapat mengugurkan dosa-dosa yang pernah terlanjur dikerjakan oleh seseorang. 

Sebagaimana diterangkan dalam Hadits :
“Diriwayatkan dari Abu Bakar As Shiddiq : beliau berkata, bahwa shalawat kepada Nabi SAW lebih cepat menghapus dosa dari pada air dingin memdamkan api dan lebih utama dari pada memerdekakan hamba sahaya ”
(dari Kitab Bustanul Wa Idzin)

Wallahu 'alam.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
Share:

Monday, August 16, 2021

Habib Ali Al Habsyi Kwitang, Tokoh Penentu Hari & Waktu Proklamasi Kemerdekan RI

 


Kemerdekaan Indonesia adalah hadiah besar atas jerih payah segala perjuangan para pahlawan dan rakyat indonesia melawan kejahatan para penjajah. Begitu banyak dan panjang rangkaian sejarah Kemerdekaan Indonesia. Tentu momen yang paling bersejarah adalah saat Proklamasi Kemerdekaan.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari jerih payah perjuangan para Bapak Bangsa. Diantara sejarah panjang Proklamasi, ternyata ada sejarah yang banyak tidak diketahui oleh rakyat Indonesia. Pasalnya sejarah ini tidak dibukukan dan tidak diajarkan di sekolah-sekolah. Misalnya tentang peran tokoh agama, ulama, kyai, atau habaib dalam sejarah panjang proklamasi.

Salah satu tokoh yang ikut berperan dalam jalan panjang Proklamasi Kemerdekaan adalah Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi Kwitang. Habib Ali Kwitang merupakan tokoh  penentu hari dan waktu Proklamasi Kemerdekaan. Ini bisa terjadi karena kedekatan beliau dengan tokoh Proklamator utama, yaitu Ir. Soekarno atau lebih dikenal dengan panggilan Bung Karno.

Sewaktu Ir. Soekarno bebas dari penjara Sukamiskin, beliau dijemput oleh sanak saudara dan sahabat setia beliau. Diantara dari mereka adalah M. Husni Thamrin, yang  waktu itu beliau mengajak Bung Karno untuk tinggal di Batavia atau Jakarta. Saat Bung Karno tiba di Batavia, beliau diajak oleh Husni Thamrin untuk menemui Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi di Kampung Kwitang. Di Kwitang, Bung Karno tinggal selama empat bulan dengan mendapatkan nasihat dan ikut pengajian Habib Ali Kwitang, baik di rumah maupun di Masjid Kwitang.

Suatu hari, saat Bung Karno sedang mengikuti pengajian Habib Ali Kwitang di masjid, Husni Thamrin datang untuk menjemput Bung Karno guna menghadiri pertemuan dengan masyarakat Batavia. Kemudian Bung Karno meminta izin kepada Habib Ali Kwitang untuk menghadiri acara tersebut, dan Habib Ali Kwitang pun mempersilahkannya. Dengan masih mengenakan sarung, Bung Karno pun menghadiri  pertemuan tersebut dengan didampingi oleh M. Husni Thamrin. Inilah yang menjadi permulaan dekatnya seorang Bung Karno dengan Habib Ali Al Habsyi Kwitang.

Pada waktu itu ada perundingan antara Golongan Tua dan Golongan Muda dalam merumuskan dan menyusun teks Proklamasi yang berlangsung sejak pukul 2 dini hari hingga pukul 4 menjelang waktu sahur. Teks Proklamasi ditulis di ruang makan Laksamana Tadashi Maida di Jalan Imam Imam Bonjol. Setelah sahur dan sesudah adzan shubuh, Bung Karno menyempatkan diri untuk datang ke Kwitang dengan menyamar untuk menemui Habib Ali Al Habsyi Kwitang guna memohon doa restu bahwasannya besoknya akan diadakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pada hari Jum’at, 17 Agustus 1945 Masehi bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan 1364 Hijriyah pukul 10 siang, dibacakanlah teks Proklamasi oleh Bung Karno.

Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi adalah salah seorang tokoh penyiar agama Islam terdepan di Jakarta pada abad 20. Beliau juga pendiri dan pimpinan pertama pengajian Majelis Taklim Kwitang yang merupakan satu cikal-bakal organisasi-organisasi keagaaman lainnya di Jakarta.

Habib Ali Kwitang lahir dari pasangan Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi dan Salmah. Ayahnya adalah seorang ulama dan da'i keturunan arab sayyid (keturunan Rasulullah SAW) yang hidup zuhud. Sementara ibunya adalah seorang wanita sholehah puteri seorang ulama Betawi dari Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Ayah beliau wafat saat Habib Ali Kwitang masih di usia kecil. Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi lahir di Jakarta, pada 20 April 1870 dan meninggal di Jakarta, pada 13 Oktober 1968 di umur 98 tahun.

Sumber :

Foto di Facebook.com

Wikipedia


Share:

Saturday, August 14, 2021

Kisah Air Mata Sang Wali Allah Yang Berbau Harum Bak Minyak Wangi

 


Abu Muhammad As Salawi adalah seorang wali Allah yang banyak beribadah. Beliau pernah hidup dengan Abu Madyan (seorang wali Allah yang terkenal) selama delapan belas tahun.

Syekh Muhyiddin pernah berkata: “Aku pernah bermalam bersama Syekh Abu Muhammad As Salawi selama sebulan di Masjid Ibnu Jarad. Disuatu malam, aku bangun untuk menunaikan shalat tahajud. Saat aku menuju tempat berwudhu, ku lihat Syekh Abu Muhammad As Salawi sedang tidur. Didekatnya, ku lihat ada seberkas cahaya yang terpancar dari langit. Semalaman itu, aku tetap saja berdiri melihat Syekh Abu Muhammad As Salawi tidur, sedangkan aku tak tahu, apakah cahaya itu keluar dari jasadnya yang memancar ke langit, ataukah cahaya itu berasal dari langit. Aku tetap saja berdiri keheranan melihat keadaan yang semacam itu, sampai Syekh Abu Muhammad As Salawi pun terbangun dan bershalat tahajud”.

Syekh Muhyiddin melanjutkan kisahnya: “Syekh Abu Muhammad As Salawi itu suka menangis karena tawadhu’ kepada Allah. Biasanya, jika ia menangis, aku selalu mengambil tetesan air tangisnya untuk ku usapkan di wajahku. Anehnya, air matanya itu mengeluarkan bau harum. Sampai banyak orang yang bertanya padaku: “Darimanakah engkau beli minyak harum yang sebaik ini?”

Sumber : Kumpulan Kisah Keramat Para Wali, Yunus Ali Al Muhdar, 2000, Dengan diedit

Share:

Thursday, August 12, 2021

Kisah Karomah Rabi'ah Al 'Adawiyah Hidupkan Untanya Yang Telah Mati


Setiap disebut namanya, setiap orang akan mengenalnya sebagai seorang Wali Allah yang mempunyai karomah yang luar biasa. Pada mula hidupnya, beliau dikenal sebagai penyanyi wanita yang selalu menghibur kaum penguasa dan bangsawan yang berduit. Namun beliau segera bertaubat dan mengabdikan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Seluruh malamnya digunakan untuk bersujud dan menangis sambil bermunajat kepada Allah. Sebagian besar dari munjatnya berisikan pengutaraan rasa cintanya kepada Allah dan memohon kasih sayang Allah, sehingga beliau mendapatkan derajat kewalian yang tinggi sekali.

Dalam suatu riwayat, dikisahkan bahwasannya pada suatu hari Rabi’ah Al Adawiyah berkata kepada seorang wali yang bernama Syaiban Ar Ra’iy: “Aku akan pergi Haji”. Mendengar ucapannya itu, Syekh Syaiban mengeluarkan sejumlah uang emas dari kantongnya dan diberikan pada Rabi’ah agar digunakan sebagai bekal dalam perjalanan. Melihat hal itu, Rabi’ah segera mengulurkan tangannya ke udara. Dengan izin Allah, tangan itu penuh berisikan emas. Beliau berkata: “Engkau hanya dapat mengeluarkan emas dari kantongmu, tapi aku dapat mengeluarkannya dari alam ghaib”. Kemudian keduanya pergi berhaji tanpa membawa bekal sedikitpun. Keduanya hanya dipenuhi oleh rasa tawaka kepada Allah SWT.

Al Manawi pernah meriwayatkan bahwasannya ada seorang pencuri masuk ke rumah Rabi’ah yang sedang tidur nyenyak. Pencuri itu lantas mengambil seluruh pakaian beliau. Anehnya, waktu si pencuri akan keluar, ia tidak mendapatkan pintu keluar. Waktu pakaian itu dikembalikan pada tempatnya lagi, ia pun mendapatkan pintu keluar. Kemudian pakaian itu diangkatnya lagi dari tempatnya. Anehnya, pintu keluar yang dilihatnya hilang lagi dari penglihatannya. Setelah pakaian diletakan kembali, ia pun kembali melihat pintu keluar. Kemudian ia mendengar suara tanpa rupa yang berkata: “Letakkan pakaian itu di tempatnya. Kami akan menjaganya walaupun ia sedang tidur.

Diriwayatkan bahwa beliau pernah pergi haji dengan kendaraan unta. Di tengah perjalanan pulang, untanya mati terkapar. Sedangka beliau tidak punya cukup bekal untuk menggantikannya. Beliau lantas berdoa kepada Allah agar dihidupkan kembali untanya yang mati. Do’anya pun dikabulkan oleh Allah.  Unta itu pun hidup kembali dengan izin Allah, dan dapat mengantarkan beliau sampai ke depan pintu rumahnya. Setelah sampai di depan rumah beliau, unta itu pun mati kembali.

Sumber : Kumpulan Kisah Keramat Para Wali, Yunus Ali Muhdar, 2000, dengan diedit
 

Share:

Kisah Sang Kekasih

Subscribe Channel Kami