Windarwati : Cekelan Sarung Kyai

Aja Sampek Ucul Cekelan Sarung Kyai. Maksude tutke kyai, sebab kyai kui warisane nabi SAW. lan ojo asal pilih Kyai sing Sangar

Wirda Mansur : Dahulukan Alloh

Dahulukan Alloh. Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus.

Tentang Pecinta

Hakikatnya Pecinta itu, tidak ingin jauh jauh, apalagi berpisah dengan yang dia cintai.

UYM : Kita Hidup Juga Masalah

Dunia ini penuh masalah, kita hidup juga sudah termasuk masalah. iya kan?

Aa Gym : Jangan Ributkan Perbedaan!

Kita juga Produk dari perbedaan. Kita lahir dari laki-laki dan perempuan, Adam dan Hawa, bukan Adam dan Asep

Friday, January 29, 2021

Kisah Imam Asy Syibli Disambut & Dicium Rasulullah SAW

 


Suatu hari datanglah Imam Asy Syibli kepada Ibnu Mujahid, maka langsung disambut dengan pelukan oleh Ibnu Mujahid bahkan juga dicium kening yang ada diantara kedua matanya. (Mencium kening merupakan tanda kehormatan yang dilakukan oleh orang Arab).

Asy Syibli pun bertanya kepada Ibnu Mujahid, kenapa engaku berbuat seperti ini?

Ibnu Mujahid pun menjawab, "Aku bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW di dalam mimpiku, dan aku pun melihat engkau berjalan menghadap Rasulullah SAW.  Ketika engkau dihadapanya, Rasulullah SAW pun langsung  berdiri menyambut engkau, bahkan mencium kening yang ada diantara kedua mata engkau.

Kemudian aku bertanya kepada Rasulullah SAW, kenapa engkau berbuat seperti ini kepada Asy Syibli ?

Rasulullah SAW pun menjawab, "Karena dia tidaklah mengerjakan Sholat wajib kecuali selesai sholat itu dia membaca kalimat : 


" لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ 

# فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ."

"صلى الله عليك يا محمد


"Maka sekarang wahai Syibli, apakah benar engkau melakukan itu ?" 

Asy Syibli pun menjawab, "Iya benar..."

Subhanallah... begitulah kisah Imam Asy Syibli disambut dan dicium keningnya oleh Rasulullah SAW karena setiap selesai sholat wajib, beliau mengamalkan membaca ayat tersebut. Satu amalan yang boleh dan patut kita tiru agar mendapat kemuliaan yang sama pula, Semoga Allah mudahkan kita untuk dapat mengamalkan setiap ilmu yang diberikan kepada kita, Aamiin...

Share:

Thursday, January 28, 2021

Karomah Sayyidah Fathimah Az Zahra

 


Ketika Sayyidah 'Aisyah RA datang ke rumah Sayyidah Fathimah RA, ia menyaksikan Sayyidah Fathimah RA sedang mengaduk bubur campuran gandum, susu & daging di dalam panci dengan jari-jari Tangannya.

Sayyidah 'Aisyah RA terkejut karena panci itu berada di atas api yang sedang menyala.

Lalu, Sayyidah 'Aisyah RA keluar dalam kondisi ketakutan menemui Ayahnya (Sayyidina Abu Bakar RA)

Kata Sayyidah 'Aisyah RA, “Wahai Ayah... Aku menyaksikan hal yang sangat menakjubkan dari Fathimah. Ku lihat Ia sedang memasak di panci, dan panci itu berada di atas api yang sedang menyala. Namun ia mengaduk-aduk apa yang ada di dalam panci itu dengan tangannya.”

Sayidina Abubakar RA berkata kepada Sayidah 'Aisyah RA :

“Wahai Putriku,  sembunyikan ini karena ini adalah perkara besar.”

Persoalan ini sampai kepada Rasulullah SAW, lalu beliau SAW naik mimbar, kemudian Beliau SAW memuji ALLAH dan bersabda:

“Sesungguhnya Manusia menganggap besar dan agung apa yang mereka bicarakan tentang peristiwa panci & api tersebut. Demi Dia [Allah] yang Mengutusku dengan Risalah dan memilihku dengan Nubuwah, Sesungguhnya Allah SWT telah mengharamkan api atas daging tubuh Fathimah, atas darahnya, atas rambutnya, atas urat-uratnya & tulang-tulangnya. Dan Allah akan Menjauhkan keturunannya & pengikutnya serta Pecintanya dari Api (Neraka). Sesungguhnya diantara keturunan Fathimah ada api, matahari, bulan, bintang-bintang, dan gunung-gunung akan taat kepadanya.”

Sayyidah 'Aisyah RA meriwayatkan, "Aku tidak melihat orang yang lebih dicintai oleh Rasulullah Seperti Fathimah. Jika Fathimah datang ke rumah Rasulullah ketika beliau tidur, maka beliau bangun dan langsung menyambutnya. Beliau SAW mempersilahkan tempat duduk dan Rasul SAW Mencium tangan Fathimah. Dialah yang dijuluki oleh Rasulullah : Ummu Abiha (Ibu dari Ayahnya)."

Begitulah kisah Karomah Sayyidah Fathimah Az Zahra. Semoga kita tergolong orang yang selalu mencintai beliau dan semua keturunannnya, dan semoga kita dapat berkumpul bersama di dalam surga yang indah, Aamiin...

Sumber : FP Kisah Para Wali Allah

Share:

Wednesday, January 27, 2021

Karomah Kyai Cholil Sidogiri, Modal 1 Dapat 10


 

Kyai Cholil Sidogiri begitu arif memandang kehidupan dunia. Menurut beliau, kehidupan dunia hanya perjalanan menuju keabadian. 

Kehidupan dunia hanya untuk memperbanyak bekal untuk kelak di Akhirat. 

Suatu hari, Kyai Cholil mengadukan perasaannya pada KH. Kholid.

“Lid, Aku sekarang susah.” Kata Kiai Cholil.

“susah kenapa Kyai?” Tanya KH. Kholid.

Lalu, Kiai Cholil menjawab, “Setiap kali aku sedekah, Allah SWT langsung membalasnya. Kemarin, Aku sedekah sarung kepada orang. Tak lama kemudian, ada orang mengantarkan sarung 10 helai ke rumah. 

Beberapa harinya lagi, aku bersedekah, tak lama kemudian ada orang mengantarkan sesuatu yang sama dengan apa yang aku sedekahkan dengan jumlah lebih besar. 

Aku takut, balasan Allah SWT itu diberikan kepadaku di dunia saja, sementara di Akhirat nanti tidak mendapatkan apa-apa.” Dawuh Kiai Cholil sambil meneteskan air mata.

Memang dalam kesehariannya, beliau berusaha betul meneladani kesederhanaan Rosululloh SAW, bahkan di dalam rumah beliau terpampang tulisan Do'a Rosululloh SAW yang berbunyi:

"Ya Alloh hidupkanlah aku dalam keadaan miskin. Dan ambil nyawaku dalam keadaan yang sama, serta kumpulkan aku bersama sama orang orang miskin..."

Begitulah kisah Karomah Kyai Cholil Sidogiri, Modal 1 Dapat 10.

Sumber : FP Kisah Para Wali Allah

Share:

Tuesday, January 26, 2021

Imam Hasan Al Basri & Waliyulloh Muda

Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Imam Hasan Al Basri seorang Sufi besar melihat seorang pemuda duduk berduaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol minuman.

Kemudian Hasan berbisik dalam hati, “Alangkah buruk akhlak orang itu dan baiknya kalau dia seperti aku!”.

Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang tenggelam. Pemuda yang duduk di tepi sungai tadi seketika terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan. 

Kemudian pemuda itu berpaling ke arah Imam Hasan AlBasri dan berkata, “Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang”.

Kemudian Imam Hasan Al Basri mencoba menyelamatkan satu orang yang tenggelam, namun Imam Hasan Al Basri gagal menyelamatkannya.


Foto Ilustrasi


Pemuda itu pun berkata padanya, “Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah Ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak."

Imam Hasan Al Basri tertegun lalu berkata, “Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam Kebanggaan dan Kesombongan”

Pemuda itu menjawab, “Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan.”

Semenjak itu, Imam Hasan Al Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain. 

Jika Allah membukakan pintu Solat Tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur nyenyak.

Jika Allah membukakan pintu Puasa Sunat, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunat.

Boleh jadi orang yang gemar tidur dan jarang melakukan puasa sunat itu lebih dekat dengan Allah, daripada diri kita.

Ilmu Allah sangat amatlah luas.

Jangan pernah Kagum atau Takjub dan Sombong pada Amalanmu.

Sahabatku... indahnya cerita ini semoga menjadi Pengobat Jiwa agar kita terhindar dari sifat Mazmumah.

Walau sehebat apapun diri kita, jangan pernah berkata “Aku lebih baik dari pada kalian.”

(Imam Al Ghazali)

Sumber : Kisah Para Wali Allah

Share:

Monday, January 25, 2021

Karomah & Kewalian Abah Guru Sekumpul Dalam Penglihatan Habib Umar bin Hafidz


Pada suatu hari, Habib Umar bin Hafidz mengisahkan kewalian Syeikh Zaini Martapura yang biasa dikenal dengan Guru Sekumpul. "Ketika Syeikh Zaini telah wafat, aku sering melihat Syeikh Zaini di makam Zanbal, Hadromaut, mengunjungi dan bertemu bertatap muka dengan para Auliya. Ketika wafatnya Syeikh Zaini pada tahun 2005, aku lihat langit terbelah, para Malaikat semuanya turun mendatangi Syeikh Zaini.


Sewaktu Syeikh Zaini masih hidup, setiap malam Senin terdengar suara gemuruh di Arsy karena lantunan suara Syeikh Zaini yang sedang membaca Maulid Simthudduror karya Habib Ali Al Habsyi di Majlis Maulid di Sekumpul, Martapura.


Habib Umar bin Hafidz menegaskan bahwa pemegang Wali Qutb saat itu ada dua orang, yaitu Habib Abdul Qadir Bin Ahmad Asseggaf di Jedah, dan Syeikh Zaini di Sekumpul, Martapura. Aku dibukakan futuh melihat Wali Qutb Syeikh Zaini berada di dalam istana yang sangat megah. Istananya bertingkat dengan banyak kebun-kebun.


Istana Syeikh Zaini berada di bawah naungan Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari, datuknya (datu kalampayan), dibawah bimbingan Syeikh Semman dan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani yang diterimanya langsung dari Rasulullah SAW. Istana itu dipenuhi oleh murid-murid syeikh Zaini.


Habib umar juga menegaskan, sungguh luar biasa Syeikh Zaini bersama murid-muridnya. Sungguh beruntung orang yang menjadi murid Syeikh Zaini dan yang mengikuti jajak langkah beliau. Akupun kalau datang ke banjar pasti ziarah ke makam Syeikh Zaini minta berkah beliau. 


*Disampaikan oleh Habib Umar saat menginap di asrama haji Banjarbaru tahun 2009 bersama istri beliau Nuur Al Haddar.


Share:

Sunday, January 24, 2021

Manaqib Al Qutb Al Ghouts Al Habib Abu Bakar Assegaf Gresik


 

Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar bin Abu Bakar bin Imam Wadi Al Ahqaf Umar bin Segaf bin Muhammad bin Umar bin Toha bin Umar Ash Shofi bin Abdurrahman bin Muhammad bin Ali bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawiliyah bin Ali bin Alwi Al Ghuyyur bin Muhammad Al Faqih Al Muqaddam bin Ali bin Muhammad Sahib Mirbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin ‘Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin ‘Isa bin Muhammad An Naqib bin Ali ‘Uraidhi bin Husein bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah Az Zahra binti Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam.

Al Habib Al Qutb Abu Bakar bin Muhammad Assegaf lahir di kota Besuki, Jawa Timur, pada tahun 1285 H. Semenjak kecil beliau sudah ditinggal oleh ayahnya yang wafat di kota Gresik. Pada tahun 1293 H, Habib Abu Bakar kemudian berangkat ke Hadramaut karena memenuhi permintaan nenek beliau, Syaikhah Fatimah binti Abdullah ‘Allan. Beliau berangkat kesana ditemani dengan Al-Mukarram Muhammad Bazmul. Sesampainya disana, beliau disambut oleh paman sekaligus juga gurunya, yaitu Habib Abdullah bin Umar Assegaf, beserta keluarganya. Kemudian beliau tinggal di kediaman Al A'rif Billah Al Habib Syeikh bin Umar bin Saggaf Assegaf.

Di kota Seiwun beliau belajar ilmu figih dan tasawuf kepada pamannya Al- Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Hiduplah beliau dibawah bimbingan gurunya itu. Bahkan beliau dibiasakan oleh gurunya untuk bangun malam dan shalat tahajud meskipun usia beliau masih kecil. Selain berguru kepada pamannya, beliau juga mengambil ilmu dari para ulama besar yang ada disana. Diantara guru-guru beliau disana antara lain :

- Al Habib Al Qutb Ali bin Muhammad Al Habsyi (Shohibul Maulid)

- Al Habib Muhammad bin Ali Assegaf

- Al Habib Idrus bin Umar Al Habsyi

- Al Habib Ahmad bin Hasan Alatas

- Al Habib Al Imam Abdurrahman bin Muhammad Al Masyhur (Mufti Hadramaut saat itu).

- Al Habib Syeikh bin Idrus Alaydrus


Al Habib Al Qutb Ali bin Muhammad Al Habsyi sungguh telah melihat tanda-tanda kebesaran dalam diri Habib Abu Bakar dan akan menjadi seorang yang mempunyai kedudukan yang tinggi. Al Habib Ali Al Habsyi berkata kepada seorang muridnya, “Lihatlah mereka itu, 3 wali min auliyaillah, nama mereka sama, keadaan mereka sama, dan kedudukan mereka sama. Yang pertama, sudah berada di alam barzakh, yaitu Al Habib Al Qutb Abu Bakar bin Abdullah Alaydrus. Yang kedua, engkau sudah pernah melihatnya pada saat engkau masih kecil, yaitu Al Habib Al Qutb Abu Bakar bin Abdullah Al Atthos. Dan yang ketiga, engkau akan melihatnya di akhir umurmu”. Ketika usia murid tersebut sudah menginjak usia senja, ia bermimpi melihat Nabi SAW 5 kali dalam waktu 5 malam berturut-turut. Dalam mimpinya itu, Nabi SAW berkata kepadanya, “(terdapat kebenaran) bagi yang melihatku di setiap kali melihat. Kami telah hadapkan kepadamu cucu yang sholeh, yaitu Abu Bakar bin Muhammad Assegaf. Perhatikanlah ia ”. Murid tersebut sebelumnya belum pernah melihat Habib Abu Bakar, kecuali di mimpinya itu. Setelah itu ingatlah ia dengan perkataan gurunya, Al Habib Ali Al Habsyi, “Lihatlah mereka itu, 3 wali min auliyaillah…”. Tidak lama setelah kejadian mimpinya itu, ia pun meninggal dunia, persis sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al Habib Ali bahwa ia akan melihat Habib Abu Bakar di akhir umurnya.

Setelah menuntut ilmu disana, pada tahun 1302 H beliau pun akhirnya kembali ke pulau Jawa bersama Habib Alwi bin Saggaf Assegaf, dan menuju kota Besuki. Disinilah beliau mulai mensyiarkan dakwah Islamiyyah di kalangan masyarakat. Kemudian pada tahun 1305 H, disaat usia beliau masih 20 tahun, beliau pindah menuju kota Gresik.

Di pulau Jawa, beliaupun masih aktif mengambil ilmu dan manfaat dari Ulama-ulama yang ada disana saat itu, diantaranya yaitu :

- Al Habib Abdullah bin Muhsin Al Atthos (Bogor)

- Al Habib Abdullah bin Ali Al Haddad (wafat di Jombang)

- Al Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Al Atthos (Pekalongan)

- Al Habib Al Qutb Abubakar bin Umar Bin Yahya (Surabaya)

- Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi (Surabaya)

- Al Habib Muhammad bin Ahmad Al Muhdhor (wafat di Surabaya)


Pada suatu hari disaat menunaikan shalat Jum’at, datanglah ilhaamat rabbaniyyah kepada diri beliau untuk ber- uzlah dan mengasingkan diri dari keramaian duniawi dan godaannya, menghadap kebesaran Ilahiah, ber- tawajjuh kepada Sang Pencipta Alam, dan menyebut keagungan nama-Nya di dalam keheningan. Hal tersebut beliau lakukan dengan penuh kesabaran dan ketabahan.


Waktu pun berjalan demi waktu, sehingga tak terasa sudah sampai 15 tahun lamanya. Beliau pun akhirnya mendapatkan ijin untuk keluar dari uzlahnya, melalui isyarat dari guru beliau, yaitu Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi. Berkata Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi, “Kami memohon dan ber-tawajjuh kepada Allah selama 3 malam berturut-turut untuk mengeluarkan Abu Bakar bin Muhammad Assegaf dari uzlahnya”. Setelah keluar dari uzlahnya, beliau ditemani dengan Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi berziarah kepada Al Imam Al Habib Alwi bin Muhammad Hasyim Assegaf. Sehabis ziarah, beliau dengan gurunya itu langsung menuju ke kota Surabaya dan singgah di kediaman Al Habib Abdullah bin Umar Assegaf. Masyarakat Surabaya pun berbondong-bondong menyambut kedatangan beliau di rumah tersebut. Tak lama kemudian, Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi berkata kepada khalayak yang ada disana seraya menunjuk kepada Habib Abu Bakar, “Beliau adalah suatu khazanah daripada khazanah keluarga Ba’alawi. Kami membukakannya untuk kemanfaatan manusia, baik yang khusus maupun yang umum”. Semenjak itu Habib Abu Bakar mulai membuka majlis taklim dan dzikir di kediamannya di kota Gresik. Masyarakat pun menyambut dakwah beliau dengan begitu antusias. Dakwah beliau tersebar luas. Dakwah yang penuh ilmu dan ikhlas, semata- mata mencari ridhallah. Dalam majlisnya, beliau setidaknya telah mengkhatamkan kitab Ihya Ulumiddin sebanyak 40 kali. Dan merupakan kebiasaan beliau, setiap kali dikhatamkannya pembacaan kitab tersebut, beliau mengundang jamuan kepada masyarakat luas.


Beliau adalah seorang yang ghirahnya begitu tinggi dalam mengikuti jalan, atribut dan akhlak keluarga dan Salafnya Sadah Bani Alawi. Majlis beliau senantiasa penuh dengan mudzakarah dan irsyad menuju jalan para pendahulunya. Majlis beliau tak pernah kosong dari pembacaan kitab- kitab mereka. Inilah perhatian beliau untuk tetap menjaga thoriqah salafnya dan berusaha berjalan diatas qadaman ala qadamin bi jiddin auza’i. Itulah yang beliau lakukan semasa hayatnya, mengajak manusia kepada kebesaran Ilahi. Waktu demi waktu berganti, sampai kepada suatu waktu dimana Allah memanggilnya. Disaat terakhir dari akhir hayatnya, beliau melakukan puasa selama 15 hari, dan setelah itu beliau pun menghadap ke haribaan Ilahi. Beliau wafat pada tahun 1376 H pada usia 91 tahun. Jasad beliau disemayamkan di sebelah masjid Jami', Gresik.

Walaupun beliau sudah berpulang ke rahmatullah, kalam-kalam beliau masih terdengar dan membekas di hati para pencintanyaa. Akhlak-akhlak beliau masih menggoreskan kesan mendalam di mata orang-orang yang melihatnya. Hal-ihwal beliau masih mengukir keindahan iman di kehidupan para pecintanya.

(Dikutip dari Manaqib Habib Abu Bakar Assegaf saat Haul beliau di Gresik yang disampaikan cucunya yaitu Habib Abdul Qodir Assegaf)

Share:

Thursday, January 21, 2021

Aku? Biasa Aja Kok...



 


Malam ini sangat hening, sangat-sangat hening. Entah apa yang sedang ku rasa saait ini, yang jelas ingin sekali ku berteriak sekencang-kencangnya, menangis sejadi-jadinya. Enggak! Aku tak boleh tumbang hanya karena seorang wanita. Ah, tetap saja ku coba untuk tenang, dan tetap tidak bisa. Ah, es teh manisku saja rasanya berubah jadi hambar. Sehancur inikah diriku?


Setelah Tadarus, aku bersantai di kasur, dan sambil ku mainkan smartphoneku. Ku lihat ada pesan WhatsApp dari salah seorang temanku. "Yasin, kayanya W***** udah tunangan deh..." begitulah isi pesannya. DEG, ku coba untuk tenang, tenang, dan tenang. "Ah, gak mungkin!gak mungkin! Tapi, kalau itu benar?" Ku coba terus untuk menenangkan diri ini. Aku balas chatnya dengan kata,"Alhamdulillah..." Sok tegar dan biasa saja lagakku. Dia membalas lagi dengan kata, "Soalnya aku lihat di foto dia pake cincin di jari manisnya..." Aku jawab lagi, "Alhamdulillah..." sok biasa aja lagi aku. Padahal, HANCURRRR....


Dia seperti sengaja atau ah gak tau, dikirimlah foto itu. Astaghfirulloh... tanpa ku unduh langsung aku hapus. Aku balas dia, "Maaf sudah ya, aku mau ngaji..." Ah, padahal yang sebenarnya aku lagi hancur dan benar-benar tak ingin diganggu dengan siapapun.


Aku keluar ke balkon mess sambil bermain laptop, ku renungi diri dan terus memberi semangat pada diri sendiri. "Yasin, jangan bersedih berlebihan... engkau pasti kuat. Toh kamu juga sudah lama kan tak berkomunikasi dengannya? Tenanglah... Allah pasti akan berikan yang terbaik untukmu. Sekarang fokuslah dulu pada karirmu, biarkan semuanya berlalu sebagaimana takdir yang telah ditentukan-Nya. Cintakanlah dirimu dengan sebenar-benar cinta pada Allah dan Rasulullah agar kamu tidak kecewa berlebihan dan putus asa atas makhluk. Yasin, Semangatlah... engkau pasti bisa melewati semua ini."


"Yaa Allah, sungguh aku ini hanyalah makhluk yang lemah. Perasaan ini adalah Anugerah indah darimu. Namanya sering sekali aku sebut dalam setiap Do'aku. Namanya sering sekali aku hadiahi Fatihah. Kini, aku mendapat kabar  tentang dia yang menghancurkan hatiku. Yaa Allah, kuatkanlah hatiku, jangan buat aku terjatuh terlalu dalam hanya karena kekecewaan pada salah satu makhluk-Mu. Yaa Allah, cintakanlah aku kepada Kekasih-Mu Rasulullah SAW dengan sebenar-benarnya cinta. Sungguh, hanya kecintaan pada beliaulah yang tak akan mematahkan hati ini. Yaa Allah, cintakan dan dekatkanlah aku  kepada-Mu dan Kekasih-Mu, juga kepada orang-orang yang dekat dan cinta kepada-Mu."


Tentang rasa malam ini, malam Jum'at. Seharusnya aku gunakan malam ini untuk banyak bersholawat, bukan palah untuk menangisi dan meratapi tentang sebuah rasa yang sesaat. Ah, aku seakan tersesat, dalam jiwa dan hati yang berkarat. Tapi aku yakin, Allah memberiku rasa kuat. Kuat menghadapi segala cobaan dan ujian di dunia ini yang hanya sesaat. Sampai nanti tiba saatnya kebahagiaan abadi datang di akhirat. Untuk itu, lebih baik sekarang aku sholat. 

Yaa Allah, kuatkan aku... Insyaa Allah, Aku? Biasa Aja Kok...

Share:

Tuesday, January 19, 2021

Innalillahi, Munsib Al 'Atthos Wafat

 



Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un... lagi lagi kita kehilangan 'Ulama. Awal tahun ini benar benar terus Allah ambil para kekasih-Nya, sungguh menyedihkan.
Beliau yang telah meninggalkan kami adalah Al Habib 'Abdullah bin 'Ali Al 'Atthos seorang Alim besar, Tawadhu keturunan Almunsib marga Alattas dari Huraidhah, Hadramaut, Yaman.


Share:

Monday, January 18, 2021

Hujan Cinta Malam Selasa, Hemmm...


 

Malam Selasa, malam yang hening. Hemmm, biasanya ini malam yang paling aku tunggu-tunggu. Ada apa? Tentulah pasti di malam ini biasanya aku mengikuti Ta'lim rutin di MT. Al Amin Kota Semarang. Malam Selasa kali ini sungguh sepi rasanya, ah sebenarnya memang setiap malam selalu sepi, maklumlah belum ada dia yang menemani, ehh kok jujur sii wkwk. Tapi sungguh membosankan, dampak PSBB yang diberlakukan Pemerintah juga berdampak ke acara kajian-kajian Majlisku. Ah gak tahu sii padahal di Majlis itu lah rasa yang tak jelas dapat direda. Yah, terutama rasa tentangnya wkwk.

Hem, kok jadi gak jelas gini sii? Mungkin karena hujan apa ya? Selasa yang hening, hujan angin berdatangan, kajian di liburkan, tiada teman yang menghangatkan, eh mencerahkan maksudnya. Hah mencerahkan? maksudnya teman yang memberi nasihat yang mencerahkan hati. Ah, lengkap deh keanuan di Malam Selasa kali ini.

Jadi sebenarnya saya mau cerita. Emm, cerita apa sih ya? Jadi gini, sampai sore tadi aku belum dapat kejelasan kabar soal Rutinan Ta'lim malam ini. Akhirnya ku beranikan chat ke Guru saya Habib Amin Al Athos selaku Guru dan Pimpinan Majlis. Emm, ternyata cuma diread wkwk. Ah, gak boleh su'udzon sama Guru, ku pikir beliau mungkin sibuk. Dan lagi pula mungkin saja kabar libur atau tidaknya sudah di share, yah aku saja yang kurang update. Hem, hati jadi gak enak banget gara-gara lancang langsung chat beliau. Ah, kenapa gak tanya ke jama'ah lain saja kenapa si? Ah, dasar aku ini.

Karena gak ada jawaban dari beliau aku pun bingung. Hem, oh iya aku ingat, aku tanya saja ke teman yang dulu ngenalin aku ke Majlis beliau, ah kenapa gak kefikiran dari tadi? Akhirnya aku chat temanku, dan benar saja anganku pasti bakalan libur. Hem, aku berfikir kira-kira mau ngapain ya malam ini?

Setelah sholat dan tadarus, saya agak mengatur kegiatan untuk malam ini. "Ah aku mau editing video untuk channelku (Al Azmi's Channel) saja apa ya? Atau...? Kemudian bisikan muncul, "Baca Hadroh Basaudan saja, kan ini Malam Selasa, itung-itung ngeganti Ta'lim yang libur. Masa iya kegiatan baik harus ditinggalkan hanya karena diliburkan? Kan bisa kegiatan sendiri, baca Hadroh atau Maulid." Hemm gimana ini? Kemudian datang bisikan lagi, "Editing saja, toh itu yang kamu edit-edit juga video pengajian rutin Ahad Pagi. Ingat, kamu harus istiqomah edit dan upload video kajian Ahad Paginya..." Duh aku bingung.

Ternyata bingung juga dapat mempercepat tingkat kelaparan perut ya wkwk. "Ah sudahlah,makan saja aku dulu. Gampanglah nanti mau bagaiamana. Aku pun langsung makan, dan aku ambil tempat dan suasana di balkon mess. Suasananya hening dingin gimana gitu. Yah, maklumlah memang dari habis Dzuhur sudah diguyur hujan di Kota Semarang ini.

Karena terbawa suasana atau karena kuatnya godaan syetan, akhirnya bisikan pertama terkalahkan oleh bisikan kedua wkwk. Akhirnya aku pilih untuk editing video Kajian Ahad Pagi kemarin. Aku ambil laptop dan memulai untuk mendownload file videonya sambil cek perkembangaan channelku. Yah lumayan, channel belum satu bulan tapi jumlah jam tayangnya sudah mau 4k, Alhamdulillah. Ketika download baru di 30%, angin bertiup kencang, hujan pun datang tanpa salam. Yah, hujan gumam aku. "Hey, Alhamdulillah... baca do'a Allohumma Shoyyiban Nafi'an!" Bisikan datang. Hemm... Alhamdulillah...

Setelah sekitar 10 menit, hujan reda. Aku pun kembali keluar ke balkon, ya karena sebelumnya ada hujan berangin eh, atau angin berhujan ya? Ah terserah lah, ya pokoknya itu aku jadinya masuk. Aku melanjutkan lagi untuk download. Ya sebenarnya kenapa harus keluar karena memang kalau di dalam itu sinyal WiFinya gak nyampe hihi. Downloading berjalan lagi, baru nyampe di 60%, hujan kembali datang lagi. Kali ini dia bawa bala tentara banyak, anginpun ikut serta. Jadinya, aku mengalah lagi. Eh, terkalahkan lagi maksudnya. "Hem, tau gini mending tadi baca Hadroh Basaudan deh..." Aku sungguh telah tergoda. Sungguh-sungguh terlaaaluuuu... 

Share:

Saturday, January 16, 2021

Viral!!! Nabi Khidir Itu Guruku, Ungkap Habib Ja'far Al Kaff

Source : Al Azmi's Channel

Innalillah Wa Inna Ilaihi Roji'un, kabar kewafatan sosok 'Ulama kharismatik asal Kudus menyebar keseluruh pelosok Negeri. Beliau adalah Al Habib Ja'far bin Muhammad Al Kaff, seorang 'Ulama yang dikenal luas sebagai Wali yang Jadzab atau nyeleneh. Banyak sekali yang sudah menceritakan karomah-karomah beliau. Tentu yang paling viral adalah sikap beliau yang suka membuang uang puluhan hingga ratusan juta ke laut.

Kabar wafatnya beliau menjadi viral di media sosial. Seakan semua ingin mengenang dan membagikan kenangan dengan dan tentang beliau. Banyak sekali video-video tentang beliau yang mendadak viral. Contohnya adalah video postingan Channel Youtube Al Azmi's Channel berjudul "Nabi Khidir Itu Guruku | Kenangan Indah Habib Ja'far Al Kaff Bersama Habib Ali Zainal Abidin Al Jufri" yang diposting pada 4 januari 2020 sampai tulisan ini diposting, video sudah dilihat sebanyak 105 ribu lebih tayang. Dalam video berdurasi 3 menitan itu terlihat Habib Ja'far Al Kaff sedang memberikan mau'idzoh, tentu dengan gaya dan isinya yang unik. Diketahui video tersebut diambil saat Habib Ali Zainal Al Jufri kunjungan dakwah ke Indonesia tahun 2019 silam. Dalam video, di menit ke 02:27 Habib Ja'far mengatakan, "Nabi Khidir itu Guruku" Inilah yang kemudian menjadi viral di Youtube.

Berikut kami tampilkan Videonya :

Share:

Friday, January 15, 2021

Lirik Sholawat Busyrolana Versi Qori Cantik Nadia Hawasyi

 


 

 بُشـرَ لَــنَا نِلنَــا المُنَــى  *  زَالَ العَنَــاوَافَى الهَــنَا

 

Kebahagiaan bersama kami karena harapan, dan  telah hilang kesusahan, lengkap lah kebahagiaan kami

وَالدَّ هرُ اَنجَـز وَعدَهُ  *  وَالبِشــرُ اَضـحى مُعلَـــنَا

 

Dan waktu telah menepati janjinya, dan kebahagiaan tampakan kemuliaan kami

 

يَا نَفسُ طِيبِـى بِا للِّقَا  *  يَا عَينُ قَــــرِّى اَعيُنَــــا

 

Wahai jiwa bahagialah, yg akan berjumpa dia (Muhammad).. Wahai mata, tenanglah dan tenanglah

 

هَــذَا جَمَــالُ المُصطَفى  *  اَنوَارُهُ لاَ حَـــت لَنَــــا

 

Lihat! Inilah keindahan al~Mushthofa (Muhammad), Cahayanya memancar menembus jiwa kita

 

يَا طَيبَة مَاذَا نَقُــول  *  وَفِيكِ قَد حَلَّ الرَّسُـــول

 

Duhai Thoybah (Madinah), apa yang kami katakan? Ketika Rosul telah mendiami wilayahmu

 

وَكُلُّنَـــانَرجُو الوُصُول  *  لِمُحَـــــــمَّدٍ نَبِيِّنَا

 

Dan kami semua ingin berjumpa dengan Muhammad, Nabi kami


Video :

 


Share:

Maulid Simthudduror Bab II Tajalla | Teks Arab & Terjemah Indonesia

 



تَجَلَّى الْحَقِّ فِي عَالِمِ قُدْسِهِ الْوَاسِعْ ﴿﴾

 تَجَلِيًّا قَضَى بِإنْتِشَارِ فَضْلِهِ فِي الْقَرِيْبِ وَالشَّاسِعْ ﴿﴾

 فَلَهُ الْحَمْدُ الَّذِيْ لَا تَنْحَصِرُ اَفْرَادُهُ بِتَعْدَادْ ﴿﴾

 وَلَايُمَلُّ تَكْرَارُهُ بِكَثْرَةِ تَرْدَادْ ﴿﴾

 حَيْثُ اَبْرَزَ مِنْ عَالَمِ الْآِمْكَانْ ﴿﴾

 صُوْرَةَ هَذَا الْأِنْسَانْ ﴿﴾

 لِيَتَشَرَّفَ بِوُجُوْدِهِ الثَّقَلاَنْ ﴿﴾

 وَتَنْتَشِرَ اَسْرَارَهُ فِي الْأَكْوَانْ ﴿﴾

 فَمَا مِنْ سِرٍّ اتَّصَلَ بِهِ قَلْبُ مُنِيْبْ ﴿﴾

 اِلَّا مِنْ سَوَابِغِ فَضْلِ اللهِ عَلَى هَذَا الْحَبِيْب

يَالَقَلْبٍ سُرُوْرُهُ قَدْ تَوَلَّى بِحَبِيْبٍ عَمَّ الْاَنَامَ نَوَالَا
جَلَّ مَنْ شَرَّفَ الْوُجُوْدَ بِنُوْرٍ غَمَرَ الْكَوْنَ بَهْجَةً وَجَمَالَا
قَدْ تَرَقَّى فِى الْحُسْنِ اَعْلَى مَقَامٍ وَتَنَاهَى فِى مَجْدِهِ وَتَعَالَى
لَا حَظَتْهُ الْعُيُوْنُ فِيمَا اجْتَلَتْهُ بَشَرًا كَامِلاً يُزِيْحُ الضَّلَالاَ

وَهْوَ مِنْ فَوْقِ عِلْمِ مَا قَدْ رَأَتْهُ رِفْعَةً فِى شُؤُوْنِهِ وَكَمَالَا

فَسُبْحَانَ الَّذِيْ اَبْرَزَ مِنْ حَضْرَةِ الْأِمْتِنَان ﴿﴾

 مَا يَعْجِزُ عَنْ وَصْفِهِ اللِّسَانِ ﴿﴾

 وَيَحَارُ فِي تَعَقُّلِ مَعَانِيْهِ الْجَنَان ﴿﴾

 اِنْتَشَرَ مِنْهُ فِي عَالِمِ الْبُطُوْنِ وَالظُّهُوْر ﴿﴾

 مَا مَلَاءَ الْوُجُوْدَ الْخَلْقِيَّ نُوْر ﴿﴾

 فَتَبَارَكَ اللهُ مِنْ اِلَهٍ كَرِيْمٍ ﴿﴾

 بَشَّرَتْنَا اَيَاتُهُ فِي الذِّكْرِ الْحَكِيْم ﴿﴾

 بِبِشَارَةِ - لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مِنْ اَنْفُسِكُم ﴿﴾

 عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَؤُوْفٌ رَحِيْم ﴿﴾

 فَمَنْ فَاجَأَتْهُ هَذِهِ الْبِشَارَةُ وَتَلَقَّاهَا بِقَلْبٍ سَلِيْم ﴿﴾

 فَقَدْ هُدِيَ اِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْم

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ اَشْرَفَ الصَّلَاةِ وَالتَّسْلِيْم
عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدِ نِ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمِ

 

Allah Mahabenar bertajalli. Dalam alam kudus-Nya yang amat luas. Menetapkan penyebaran anugerah-Nya. Pada yang dekat dan jauh tak terkecuali. 

Maka hanya bagi-Nya segala puji. Tiada terhingga bilangannya. Tiada menjemukan pengulangan sebutannya. Betapapun sering diulang-ulang. Atas perkenan-Nya menampilkan di alam kenyataan. Perwujudan semulia-mulia insan. Agar seluruh makhluk beroleh kemuliaan tiada terhingga. Dengan rahasia keutamaan yang mengiringi kehadirannya. Tersebar merata di seluruh alam semesta. 

Maka tiada satu pun rahasia itu. Menyentuh menyatu dengan qalbu yang sadar. Kecuali pasti karena curahan karunia Allah. Melalui insan tersayang ini.

Bahagia dan suka ria, berdatangan merasuki qalbu, menyambut datangnya kekasih Allah, pembawa anugerah bagi seluruh manusia 

Mahaagung Dia yang telah memuliakan, wujud ini dengan nur berkilauan, meliputi semuanya, dengan keriangan dan kecantikan. 

Mencapai tingkat keindahan tertinggi, menjulang mengangkasa, dengan kemuliaannya.

 Mata memandang penuh damba, bentuk insan sempurna, pengikis segala yang sesat.

Meski sesungguhnya. keluhuran dan kesempurnaannya. melampaui segala yang bisa dicapai. pengetahuan Yang mana Pun jua…

mahasuci tuhan yang menampakkan dari sisi anugerah

sesuatu yang lisan tidak mampu menyifatinya

dan hati bingung dalam memikirkan makna-maknanya

tersebar darinya terhadap alam batin dan zahir

yang cahaya tidak menerangi alam semesta

Mahasuci Allah, Tuhan Maha Pemurah. Yang dalam kitab suciAl-Quran Al-Hakim. Mengungkap berita gembira dengan firman-Nya, ‘Telah datang kePadamu. Seorang rasul dari kalangan sendiri. la selalu prihatin atas apa yang menimpamu. Sangat ia inginkan kamu beriman. la singat penyantun, sangat penyayang.

Maka siapa saja yang sampai kepadanya, berita gembira ini. Serta menerimanya dengan hati dan pikiran sehat. Niscaya ia beroleh Petunjuk. Ke arah jalan Yang lurus.


Video :


Share:

Maulid Simthudduror Bab 1 Alhamdulillah | Teks Arab & Terjemah

 



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُلِلَّهِ الْقَوِيِّ سُلْطَانُه ﴿﴾

 اَلْوَاضِحِ بُرْهَانُهْ ﴿﴾

 اَلْمَبْسُوْطِ فِي الْوُجُوْدِ كَرَمُهُ وَاِحْسَانُه ﴿﴾

 تَعَالَى مَجْدُهُ وَعَظُمَ شَانُهْ ﴿﴾

 خَلَقَ الْخَلْقَ لِحِكْمَهْ ﴿﴾

 وَطَوَى عَلَيْهَا عِلْمَهْ ﴿﴾

 وَبَسَطَ لَهُمْ مِنْ فَآئِضِ الْمِنَّةِ مَا جَرَتْ بِهِ فِى اقْدَارِهِ الْقِسْمَةْ ﴿﴾

 فَأَرْسَلَ إِلَيْهِمْ اَشْرَفَ خَلْقِهِ وَاَجَلَّ عَبِيْدِهِ رَحْمَة ﴿﴾

 تَعَلَّقَتْ اِرَادَتُهُ الْأَزَلِيَّةُ بِخَلْقِ هَذَا الْعَبْدِ الْمَحْبُوْبِ ﴿﴾

 فَانْتَشَرَتْ اَثَارُ شَرَفِهِ فِي عَوَالِمِ الشَّهَادَةِ وَالْغُيُوْبْ ﴿﴾

 فَمَا اَجَلَّ هَذَا الْمَنَّ الَّذِيْ تَكَرَّمَ بِهِ الْمَنَّانْ ﴿﴾

 وَمَا اَعْظَمَ هَذَا الْفَضْلَ الَّذِيْ بَرَزَ مِنْ حَضْرَةِ الْإِحْسَانْ ﴿﴾

 صُوْرَةً كَامِلَةً ظَهَرَتْ فِي هَيْكَلٍ مَحْمُوْدْ ﴿﴾

 فَتَعَطَّرَتْ بِوُجُوْدِهَا اَكْنَافُ الْوُجُوْدِ ﴿﴾

 وَطَرَّزَتِ بُرْدَ الْعَوَالِمِ بِطِرَازِ التَّكْرِيْم

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ اَشْرَفَ الصَّلَاةِ وَالتَّسْلِيْم
عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدِ نِ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمِ

 

Terjemah :

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, yang amat teguh kekuasaan-Nya. Amat jelas bukti-bukti kebenaran-Nya. Terbentang luas kedermawanan dan kemurahan-Nya. Mahatinggi kemuliaan-Nya, Mahaagung kedudukan-Nya.

Diciptakan segalanya dengan penuh hikmah. Lalu diliputinya dengan ilmu-NYa. Dihamparkan bagi mereka limpahan karunia-Nya. Denqan kadar pembagian yang ditentukan dalam kehendak-Nya. Maka diutus kepada mereka, demi rahmat-Nya. seorang termulia di antara makhluk-Nya. terkemuka di antara hamba-hamba-Nya.

lradah-Nya yang azali menghendaki, Mencipta hamba yang amat dikasihi ini. Maka tersebarlah pancaran kemuliaannya. Di alam nyata ataupun tersembunyi.

Aduhai, betapa agung anugerah ini. Dilimpahkan oleh Dia Yang Maha Pemurah, Maha Pemberi. Betapa tinggi nilai keutamaan ini. Datang dari Tuhan Sumber segala ihsan. Karunia teramat sempurna. Dalam bentuk insan terpuji. Kehadirannya mengharumi segenap penjuru. Menghiasnya dengan sulaman indah penuh keagungan.


Video :



Share:

Maulid Simthudduror Muqodimah & Yaa Robbi Sholli | Teks Arab & Terjemah

 



أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

 

اِنَّا فَتَحۡنَا لَكَ فَتۡحًا مُّبِيۡنًا

Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.

 

لِّيَـغۡفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡۢبِكَ وَ مَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعۡمَتَهٗ عَلَيۡكَ وَيَهۡدِيَكَ صِرَاطًا مُّسۡتَقِيۡمًا

 

Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus,

 

وَّ يَنۡصُرَكَ اللّٰهُ نَصۡرًا عَزِيۡزًا

 

dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).

 

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

 

فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

 

"Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan kalian, sangat menginginkan (keamanan dan keselamatan) bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka Berpaling (dari keimanan) maka katakanlah “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung."


إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

 

يا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ أَشْرَف بَدْرٍ فِي الْكَوْنِ اَشْرَقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad purnama termulia di semesta yang bersinar

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ أَكْرَمِ دَاعٍ يَدْعُوْ اِلَى الْحَـقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad pengajak termulia yang mengajak kepada kebenaran

 

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ اَلْمُصْطَفَى الصادِقِ الْمُصَدَّقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad yang terpilih yang benar yang dibenarkan

 

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمّدَ ۞ اَحْلَى الْوَرى مَنْطقًا وَاَصْدَقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad makhluk terindah ucapannya dan terjujur

 

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ اَفْضلِ مَـنْ بِالتُّقـى تَحَقَّـقْ

wahai tuhanku berselawatlah atas Muhammad seorang yang menyatakan ketakwaan

 

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ مَنْ بِالسخَا والْوَفَـا تَخَلَّـقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad seorang yang berbudi pekerti dermawan dan memenuhi janji

 

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ وَاجْمَعْ مِنَ الشمْلِ مَا تَفَـرَّقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad dan kumpulkan perkara yang terpisah-pisah

 

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ وَاصلِحْ وَسَهِلْ مَا قَدْ تَعَـوَّقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad dan perbaiki dan mudahkan perkara yang sulit

 

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ وَافْتَحْ مِنَ الْخَيْرِ كُلَّ مُغْلَـقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad dan bukalah setiap kebaikan yang tertutup

 

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ وَآلِـهْ وَمَـنْ بِالنَّبِـيّ تَعَلَّـقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad dan orang yang berpegang dengan nabi

 

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد وآلِهْ وَمَنْ لِلْحَبِيْـِب يَعْشَـقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad dan orang yang rindu terhadap kekasih

 

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ وَمَـنْ بِحَبْـلِ النَّبِـيّ تَوَثَّـقْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad dan orang yang berpegangan dengan tali nabi

 

يَا رَبِّ صَـلِّ عَلَى مُحَمَّد ۞ يَا رَبّ صـلّ علَيْـهِ وَسلّـمْ

wahai tuhanku berselawatlah kepada Muhammad wahai tuhanku berselawatlah kepadanya dan ucapkanlah salam


Video :


Share:

Kisah Sang Kekasih

Subscribe Channel Kami