Windarwati : Cekelan Sarung Kyai

Aja Sampek Ucul Cekelan Sarung Kyai. Maksude tutke kyai, sebab kyai kui warisane nabi SAW. lan ojo asal pilih Kyai sing Sangar

Wirda Mansur : Dahulukan Alloh

Dahulukan Alloh. Alloh dulu, Alloh lagi, Alloh terus.

Tentang Pecinta

Hakikatnya Pecinta itu, tidak ingin jauh jauh, apalagi berpisah dengan yang dia cintai.

UYM : Kita Hidup Juga Masalah

Dunia ini penuh masalah, kita hidup juga sudah termasuk masalah. iya kan?

Aa Gym : Jangan Ributkan Perbedaan!

Kita juga Produk dari perbedaan. Kita lahir dari laki-laki dan perempuan, Adam dan Hawa, bukan Adam dan Asep

Sunday, September 19, 2021

Aku Mudah Marah Karena Ini


Malam ini berjalan seperti biasa. Malam yang ketika aku tak ingin ada yang mengganggu. Malam yang lebih aku tak tahu. Tak tahu tentang apa yang dia lakukannya, karenanya sangat mengganggu.
Aku mencoba tenang dan sabar, tentang apapun yang akan terjadi. Sebab itu satu-satunya yang dapat menenangkan hati.

Namun, rasa perih di hati seakan sulit terbendung lagi. Selalu dan selalu terbakar oleh api emosi. Cemburu, mungkin itu salah satu emosi yang mengisi hati.

Ketika hati ini telah dipenuhi api, maka sudah pasti ia akan terbakar. Aku hanya takut, hati akan mati dan segala rasa akan pudar. Tapi semua itu haruslah ditepis, dengan rasa sadar dan sabar. Jangan sampai diri ini jadi mati terkapar, hanya karena api asmara sementara yang berkobar. Wahai diri, hendaklah engkau banyak bersabar. Sesungguhnya Anugerah Allah untukmu sangatlah besar.
Share:

Saturday, September 11, 2021

Kisah Karomah Luar Biasa Wali Allah Yang Disusui Kijang Saat Bayi


 

Dikisahkan ada seorang Wali Allah yang ahli mukasyafah dan do’anya selalu dikabulkan oleh Allah. Beliau bernama Syaikh Ahmad Abul Abbas Al Basir. Syaikh Abul Abbas hidup semasa dengan seorang wali dan tokoh tarikat yang bernama Syaikh Abu Sa’ud bin Abil Asy’ari. Keduanya sering berhubungan dengan cara surat menyurat.

Syaikh Hatim pernah berkisah tentang karomah Syaikh Ahmad Abul Abbas sebagi berikut : “Aku pernah berkhidmad pada Syaikh Abu Sa’ud selama dua puluh tahun. Telah berkali-kali aku meminta bai’at pada beliau, namun beliau selalu menolak. Pada suatu hari, ketika aku meminta bai’at padanya, beliau Syaikh Abu Sa’ud berkata: “Sebenarnya engkau bukan untuk kami. Engkau adalah untuk Abul Abbas Al Basir, yang sebentar lagi akan datang dari Maghrib”. Ketika Syaikh Abul Abbas datang, beliau Syaikh Abu Sa’ud memberitahukan padaku, “Gurumu akan tiba di Mesir pada malam ini, untuk itu sambutlah beliau di Bulaq.”

Orang Mesir yang pertama kali menyambuut Syaikh Abul Abbas Al Basir adalah aku (Syaikh Hatim). Ketika aku berjabat tangan dengan Syaikh Abul Abbas, beliau menyambutku sambil berkata: “Selamat datang wahai muridku Hatim. Semoga Allah memberi pahala pada Syaih Abu Sa’ud yang telah menjagamu sampai aku tiba disini.”

Selain kisah di atas, ada pula kisah tentang karomah Syaikh Abul Abbas, bahwasannya isterinya pernah diundang oleh seorang penguasa di Mesir untuk menghadiri pesta perkawinan putrinya. Si Isteri meminta izin pada Syaikh Abul Abbas agar diizinkan menghadiri undangan pernikahan itu. Setelah diizinkan olehnya, si Isteri lalu bertanya: “Apakah aku boleh berpakaian yang hanya satu-satunya ini?” Syaikh Abul Abbas lantas menjawab: “Yaa...”. Anehnya waktu Syaikh pergi, Allah membalikan matanya dan si Isteri pun melihat pakaiannya yang sederhana itu menjadi pakaian sutra yang mahal dan berhiaskan dengan segala macam batu permata berharga yang tidak dimiliki dimiliki keluarga penguasa itu sendiri. Waktu si Isteri sampai di rumah penguasa tersebut, isteri penguasa dan dan para isteri pembesar lainnya merasa heran melihat kemewahan baju dan perhiasan Isteri Syaikh Abul Abbas yang dikenal sebagai orang miskin itu. Mereka berkata: “Tidak mungkin pakaian ini akan dimiliki oleh Isteri seorang fakir seperti itu.” Salah satu dari mereka bahkan ada yang menginginkan untuk membeli sebuah batu permata yang dipakainya itu dengan harga seribu dinar, namun ditolaknya karena belum meminta izin kepada suaminya. Sekembalinya dari pesta perkawinan itu, isterinya menceritakan pada suaminya akan kejadian yang dialaminya tersebut. Mendengar kisah itu, Syaikh Abul Abbas hanya tersenyum sambil berkata, “Sesungguhnya Allah mampu untuk menutupi kefakiran hamba-Nya yang dikehendaki-Nya.”

Dikisahkan pula bahwasannya ada salah seorang murid Syaikh Abul Abbas Al Basir yang hendak mengambil bai’at dari Syaikh Abudrrahim Al Qinawi sepeninggal Syaikh Abul Abbas. Saat Syaikh Abdurrahim akan menjabat tangan murid Syaikh Abul Abbas tersebut, tiba-tiba dari belakang mihrab keluarlah tangan Syaikh Abul Abbas yang melarang Syaikh Abdurrahim untuk mengambil bai’at dari murid beliau.

Syaikh Abul Abbas Al Basir dikenal juga dengan Ibnu Ghazalah atau anak kijang. Ayahnya adalah seorang raja di Maroko. Sejak kecil, Syaikh Abul Abbas dikenal sebagai seorang anak yang gemar beribadah. Beliau adalah salah seorang murid dari dua orang tokoh sufi yang terkenal. Mereka adalah Syaikh Abu Ahmad Ja’far Al Andalusi dan Syaikh Abu Madyan Syua’ib.

Dikisahkan pula tentang alasan beliau diberi julukan Ibnu Ghazalah atau anak kijang. Kisahnya, pada saat dilahirkan, beliau dalam keadaan buta. Melihat anaknya dilahirkan dalam keadaan buta, Ibunya bersedih hati takut suaminya tidak mau menerima puteranya yang dilahirkan dalam keadaan buta. Akhirnya anak yang baru lahir itu dibuang ke tengah hutan oleh Ibunya. Sedankan ia sendiri pulang ke rumahnya. Saat suaminya pulang dari berburu, ia menayakan apakah bayi yang di kandungnya itu telah lahir. Si Isteri menjawab dengan jawaban yang tak sebenarnya, yang mengatakan bahwasannya anaknya telah meninggal sewaktu melahirkan. Maka sang Suami menjawab: “Semoga Allah memberikan ganti yang lain”.

Pada suatu hari ketika suaminya sedang berburu lagi di hutan, ia dikejutkan oleh seekor kijang yang sedang menyusui seorang bayi manusia. Dalam hatinya tergerak semoga bayi ini adalah sebagai ganti putraku yang meninggal. Saat bayi itu ditunjukan ke Isterinya, ia terkejut dan menangis sejadi-jadinya. Ketika ditanya apakah sebabnya ia menangis, Isterinya menjawab: “Sebenarnya bayi ini adalah putra kita sendiri. Hanya saja ku buang saat dilahirkannya karena ia dalam keadaan buta, dan aku takut kalau engkau tidak mau menerima anakmu ini.” Suaminya lantas menjawab dengan perasaan gembira: “Alhamdulillah yang telah mempertemukan kita sekalian kembali”. Sejak saat itulah Ibunya yang mengasuhnya sampai berumur tujuh tahun. Mulai umur tujuh tahun, beliau belajar membaca Al Qur’an dan ilmu tajwid.

Sumber Cerita : Buku Kumpulan Kisah Keramat Para Wali yang di sadur oleh Habib Yunus Ali Al Muhdar, dicetak tahun 2000.

Share:

Thursday, August 26, 2021

Kisah Wali Allah Yang Dijaga Oleh Nabi Ismail AS

 


Syekh Yunus bin Yusuf bin Musa’id dikenal sebagai seorang sufi dan zahid yang besar karomahnya.

Diriwayatkan bahwa beliau pernah ikut rombongan kafilah yang melewati daerah sanjur. Daerah Sanjur dikenal sangat rawan dan ditakuti oleh semua kafilah. Biasanya jika ada kafilah yang melewati daerah tersebut, maka semua anggota kafilah tidak ada yang berani tidur. Semuanya berjaga-jaga untuk menghadapi serangan kaum perampok. Lain halnya dengan Syaikh Yunus bin Yusuf yang ketika melewati daerah tersebut beliau berani untuk tidur. Ketika ditanya mengapa beliau berani, maka beliau menjawab, “Demi Allah, waktu aku tidur, aku melihat Nabi Isma’il AS datang menjaga kafilahku hingga tidak ada seorangpun yang berani mengganggunya.”

Salah seorang murid beliau meminta izin untuk pergi ke Kota Nasibain. Maka beliau pun berpesan, “Jika sampai di Kota Nasibain, berilah kain kafan untuk Ummu Musa’id”. Muridnya lantas bertanya, “Apakah sebabnya aku harus membeli kain kafan untuknya?”. Karena ia tahu bahwasannya Ummu Musa’id (isterinya) sedang dalam keadaan segar bugar. Syaikh Yunus lantas menjawab, “Apa salahnya kaau anda belikan ia kain kafan?”. Apa yang dikatakan oleh Syekh Yunus itu ternyata benar. Waktu si murid itu kembali dari Kota Nasibain, ia dapatkan isterinya meninggal dunia di hari itu juga.

Syekh Yunus bin Yusuf wafat di tahun 619 H.

Kisah ini bersumber dari; Buku Kumpulan Kisah Keramat Para Wali karya Al Habib Yunus Ali Al Muhdar

Semoga para pembaca dapat mengambil hikmahnya dari segala cerita para Kekasihnya Allah.

Share:

Thursday, August 19, 2021

Kisah Orang Jahat Yang Dijabat Tangannya Oleh Rasulullah SAW Di Mimpi Karena Amalannya


Seorang yang sangat zuhud bernama Syeikh Abdul Wahid bin Zaid berkisah sebagai berikut :
"Seorang tetangga kami bekerja sebagai pegawai negeri dan sangat jahat ketika hidupnya di dunia. Dia melakukan maksiat dan suka menakut-nakuti orang.

Pada suatu malam, saya melihat di dalam tidur bahwa tangan tetangga saya tersebut memegang tangan Rasululloh SAW. Saya lantas bertanya kepada Rasululloh SAW:
“Wahai Rasululloh, sesungguhnya orang ini sangat terkenal sebagai penjahat di muka Bumi. Bagaimana ceritanya engkau mau memegang tangannya?“

Rasululloh SAW bersabda:
“Saya mengetahui apa yang engkau katakan tersebut. Oleh karena itu, saya datang untuk memberikan syafa'atku kepadanya.”

Kemudian saya bertanya kepada Rosululloh SAW :
“Wahai Rasulullah, apakah kelebihan tetangga kami itu, sehingga engkau memberikan syafaat kepadanya?”

Rasulullah SAW menjawab:
“Tetanggamu itu banyak membaca Shalawat kepadaku. Setiap malam ketika dia hendak tidur, dia selalu membaca sholawat 1000 kali (seribu kali), sehingga aku mohon kepada Alloh SWT., mudah-mudahan syafa'atku ini diterima disisi-Nya, agar tetanggamu ini bertaubat kepada-Nya.”

Berkata Syeikh Abdul Wahid (shohibul hikayat):
“Di pagi hari saya mengajar di Masjid
sebagaimana biasanya, tiba-tiba datang tetangga itu, disaat saya sedang menceritakan apa yang saya lihat di dalam tidur ( mimpi ), dia masuk dan mengucapkan salam sambil menangis, lalu dia berkata:
“Wahai Syeikh Abdul Wahid, izinkanlah aku menjabat tanganmu, karena Rasululloh SAW mengutusku kepadamu, agar aku bertaubat di hadapanmu, dan disaksikan oleh murid-muridmu di Masjid ini.”

Syekh Abdul Wahid kemudian berjabat tangan dengan tetangganya yang telah menyesali segala perbuatannya selama hidupnya tersebut. Ia berjanji tidak akan mengulanginya kembali perbuatan jahatnya tersebut.”

Subhanalloh……

Setelah itu, Syeikh Abdul Wahid bertanya kepada tetangganya tersebut: “Apakah yang menyebabkan engkau bertaubat, wahai saudaraku?” 

Tetangganya menjawab :
“Rasululloh SAW telah datang kepadaku di dalam tidurku, dan beliau menceritakan kepadaku tentang tanya jawab antara engkau dengan beliau. Kemudian Rasulullah SAW memegang tanganku dan bersabda:
“Aku datang kepadamu untuk memberikan syafaat Alloh atas segala dosamu. Itu semua adalah semata-mata karena engkau banyak membaca Sholawat kepadaku.”

“Setelah itu, beliau bertitah kepadaku, agar di pagi hari aku datang kepadamu wahai Syaikh, untuk mengumumkan kepada khalayak ramai bahwa aku telah bertaubat yang sebenar-benarnya.”

Demikianlah keberkahan membaca Sholawat kepada Rasululloh SAW. Ternyata tidak sia-sia bagi setiap lisan yang selalu di basahi dengan shalawat.

Kisah diatas sebagai bukti nyata Syafa'at Rasulullah SAW, bahwa pembacaan sholawat dapat mengugurkan dosa-dosa yang pernah terlanjur dikerjakan oleh seseorang. 

Sebagaimana diterangkan dalam Hadits :
“Diriwayatkan dari Abu Bakar As Shiddiq : beliau berkata, bahwa shalawat kepada Nabi SAW lebih cepat menghapus dosa dari pada air dingin memdamkan api dan lebih utama dari pada memerdekakan hamba sahaya ”
(dari Kitab Bustanul Wa Idzin)

Wallahu 'alam.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
Share:

Monday, August 16, 2021

Habib Ali Al Habsyi Kwitang, Tokoh Penentu Hari & Waktu Proklamasi Kemerdekan RI

 


Kemerdekaan Indonesia adalah hadiah besar atas jerih payah segala perjuangan para pahlawan dan rakyat indonesia melawan kejahatan para penjajah. Begitu banyak dan panjang rangkaian sejarah Kemerdekaan Indonesia. Tentu momen yang paling bersejarah adalah saat Proklamasi Kemerdekaan.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari jerih payah perjuangan para Bapak Bangsa. Diantara sejarah panjang Proklamasi, ternyata ada sejarah yang banyak tidak diketahui oleh rakyat Indonesia. Pasalnya sejarah ini tidak dibukukan dan tidak diajarkan di sekolah-sekolah. Misalnya tentang peran tokoh agama, ulama, kyai, atau habaib dalam sejarah panjang proklamasi.

Salah satu tokoh yang ikut berperan dalam jalan panjang Proklamasi Kemerdekaan adalah Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi Kwitang. Habib Ali Kwitang merupakan tokoh  penentu hari dan waktu Proklamasi Kemerdekaan. Ini bisa terjadi karena kedekatan beliau dengan tokoh Proklamator utama, yaitu Ir. Soekarno atau lebih dikenal dengan panggilan Bung Karno.

Sewaktu Ir. Soekarno bebas dari penjara Sukamiskin, beliau dijemput oleh sanak saudara dan sahabat setia beliau. Diantara dari mereka adalah M. Husni Thamrin, yang  waktu itu beliau mengajak Bung Karno untuk tinggal di Batavia atau Jakarta. Saat Bung Karno tiba di Batavia, beliau diajak oleh Husni Thamrin untuk menemui Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi di Kampung Kwitang. Di Kwitang, Bung Karno tinggal selama empat bulan dengan mendapatkan nasihat dan ikut pengajian Habib Ali Kwitang, baik di rumah maupun di Masjid Kwitang.

Suatu hari, saat Bung Karno sedang mengikuti pengajian Habib Ali Kwitang di masjid, Husni Thamrin datang untuk menjemput Bung Karno guna menghadiri pertemuan dengan masyarakat Batavia. Kemudian Bung Karno meminta izin kepada Habib Ali Kwitang untuk menghadiri acara tersebut, dan Habib Ali Kwitang pun mempersilahkannya. Dengan masih mengenakan sarung, Bung Karno pun menghadiri  pertemuan tersebut dengan didampingi oleh M. Husni Thamrin. Inilah yang menjadi permulaan dekatnya seorang Bung Karno dengan Habib Ali Al Habsyi Kwitang.

Pada waktu itu ada perundingan antara Golongan Tua dan Golongan Muda dalam merumuskan dan menyusun teks Proklamasi yang berlangsung sejak pukul 2 dini hari hingga pukul 4 menjelang waktu sahur. Teks Proklamasi ditulis di ruang makan Laksamana Tadashi Maida di Jalan Imam Imam Bonjol. Setelah sahur dan sesudah adzan shubuh, Bung Karno menyempatkan diri untuk datang ke Kwitang dengan menyamar untuk menemui Habib Ali Al Habsyi Kwitang guna memohon doa restu bahwasannya besoknya akan diadakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pada hari Jum’at, 17 Agustus 1945 Masehi bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan 1364 Hijriyah pukul 10 siang, dibacakanlah teks Proklamasi oleh Bung Karno.

Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi adalah salah seorang tokoh penyiar agama Islam terdepan di Jakarta pada abad 20. Beliau juga pendiri dan pimpinan pertama pengajian Majelis Taklim Kwitang yang merupakan satu cikal-bakal organisasi-organisasi keagaaman lainnya di Jakarta.

Habib Ali Kwitang lahir dari pasangan Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi dan Salmah. Ayahnya adalah seorang ulama dan da'i keturunan arab sayyid (keturunan Rasulullah SAW) yang hidup zuhud. Sementara ibunya adalah seorang wanita sholehah puteri seorang ulama Betawi dari Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Ayah beliau wafat saat Habib Ali Kwitang masih di usia kecil. Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi lahir di Jakarta, pada 20 April 1870 dan meninggal di Jakarta, pada 13 Oktober 1968 di umur 98 tahun.

Sumber :

Foto di Facebook.com

Wikipedia


Share:

Saturday, August 14, 2021

Kisah Air Mata Sang Wali Allah Yang Berbau Harum Bak Minyak Wangi

 


Abu Muhammad As Salawi adalah seorang wali Allah yang banyak beribadah. Beliau pernah hidup dengan Abu Madyan (seorang wali Allah yang terkenal) selama delapan belas tahun.

Syekh Muhyiddin pernah berkata: “Aku pernah bermalam bersama Syekh Abu Muhammad As Salawi selama sebulan di Masjid Ibnu Jarad. Disuatu malam, aku bangun untuk menunaikan shalat tahajud. Saat aku menuju tempat berwudhu, ku lihat Syekh Abu Muhammad As Salawi sedang tidur. Didekatnya, ku lihat ada seberkas cahaya yang terpancar dari langit. Semalaman itu, aku tetap saja berdiri melihat Syekh Abu Muhammad As Salawi tidur, sedangkan aku tak tahu, apakah cahaya itu keluar dari jasadnya yang memancar ke langit, ataukah cahaya itu berasal dari langit. Aku tetap saja berdiri keheranan melihat keadaan yang semacam itu, sampai Syekh Abu Muhammad As Salawi pun terbangun dan bershalat tahajud”.

Syekh Muhyiddin melanjutkan kisahnya: “Syekh Abu Muhammad As Salawi itu suka menangis karena tawadhu’ kepada Allah. Biasanya, jika ia menangis, aku selalu mengambil tetesan air tangisnya untuk ku usapkan di wajahku. Anehnya, air matanya itu mengeluarkan bau harum. Sampai banyak orang yang bertanya padaku: “Darimanakah engkau beli minyak harum yang sebaik ini?”

Sumber : Kumpulan Kisah Keramat Para Wali, Yunus Ali Al Muhdar, 2000, Dengan diedit

Share:

Thursday, August 12, 2021

Kisah Karomah Rabi'ah Al 'Adawiyah Hidupkan Untanya Yang Telah Mati


Setiap disebut namanya, setiap orang akan mengenalnya sebagai seorang Wali Allah yang mempunyai karomah yang luar biasa. Pada mula hidupnya, beliau dikenal sebagai penyanyi wanita yang selalu menghibur kaum penguasa dan bangsawan yang berduit. Namun beliau segera bertaubat dan mengabdikan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Seluruh malamnya digunakan untuk bersujud dan menangis sambil bermunajat kepada Allah. Sebagian besar dari munjatnya berisikan pengutaraan rasa cintanya kepada Allah dan memohon kasih sayang Allah, sehingga beliau mendapatkan derajat kewalian yang tinggi sekali.

Dalam suatu riwayat, dikisahkan bahwasannya pada suatu hari Rabi’ah Al Adawiyah berkata kepada seorang wali yang bernama Syaiban Ar Ra’iy: “Aku akan pergi Haji”. Mendengar ucapannya itu, Syekh Syaiban mengeluarkan sejumlah uang emas dari kantongnya dan diberikan pada Rabi’ah agar digunakan sebagai bekal dalam perjalanan. Melihat hal itu, Rabi’ah segera mengulurkan tangannya ke udara. Dengan izin Allah, tangan itu penuh berisikan emas. Beliau berkata: “Engkau hanya dapat mengeluarkan emas dari kantongmu, tapi aku dapat mengeluarkannya dari alam ghaib”. Kemudian keduanya pergi berhaji tanpa membawa bekal sedikitpun. Keduanya hanya dipenuhi oleh rasa tawaka kepada Allah SWT.

Al Manawi pernah meriwayatkan bahwasannya ada seorang pencuri masuk ke rumah Rabi’ah yang sedang tidur nyenyak. Pencuri itu lantas mengambil seluruh pakaian beliau. Anehnya, waktu si pencuri akan keluar, ia tidak mendapatkan pintu keluar. Waktu pakaian itu dikembalikan pada tempatnya lagi, ia pun mendapatkan pintu keluar. Kemudian pakaian itu diangkatnya lagi dari tempatnya. Anehnya, pintu keluar yang dilihatnya hilang lagi dari penglihatannya. Setelah pakaian diletakan kembali, ia pun kembali melihat pintu keluar. Kemudian ia mendengar suara tanpa rupa yang berkata: “Letakkan pakaian itu di tempatnya. Kami akan menjaganya walaupun ia sedang tidur.

Diriwayatkan bahwa beliau pernah pergi haji dengan kendaraan unta. Di tengah perjalanan pulang, untanya mati terkapar. Sedangka beliau tidak punya cukup bekal untuk menggantikannya. Beliau lantas berdoa kepada Allah agar dihidupkan kembali untanya yang mati. Do’anya pun dikabulkan oleh Allah.  Unta itu pun hidup kembali dengan izin Allah, dan dapat mengantarkan beliau sampai ke depan pintu rumahnya. Setelah sampai di depan rumah beliau, unta itu pun mati kembali.

Sumber : Kumpulan Kisah Keramat Para Wali, Yunus Ali Muhdar, 2000, dengan diedit
 

Share:

Friday, July 30, 2021

Terkena 20 Penyakit Keras Karena Tak Percaya Karomah Syekh Ismail, Akhirnya Syekh Ini Taubat

 


Syekh Ismail bin Ibrahim bin Abdus Shamad Al Jabarti adalah seorang wali Allah yang banyak sekali karomahnya. Pernah suatu ketika ada kawannya yang sedang shalat berjamaah di belakang beliau. Di kantung orang tersebut terdapat uang satu dirham dan ia berfikir apakah uang tersebut daoat mencukupi keluarganya atau tidak. Sedangkan ia dalam keadaan shalat hingga sampai lupa membaca surat Al Fatihah dalam salah satu raka’atnya. Setelah shalat berjamaah itu selesai, Syekh Ismail bertanya padanya: “Ulangilah shalat kamu, karena kamu terlupa membaca surat Al Fatihah disebabkan kamu memikirkan uang satu dirham”.

Dikisahkan pula, bahwa pada suatu hari ketika Syekh Ismail sedang menghadiri majlis ilmiah, tiba-tiba beliau berdiri dan berteriak seolah-olah memberi petunjuk kepada orang untuk melakukan sesuatu. Dan beliau pun seolah-olah sedang memegang sesuatu. Kemudian beliau duduk kembali sambil mendengarkan pengajian yang sedang berlangsung. Orang-orang yang hadir di majlis itu merasa heran melihat tingkah Syekh Ismail seperti itu. Namun mereka tidak ada yang berani menanyakan pada Syekh Ismail. Tidak beberapa lama, akhirnya Syekh Ya’kub Al Masakha’i muncul bercerita bahwasannya, pada suatu malam beliau bersama kawan-kawannya dilanda oleh angin ribut dan gelombang besar, dan hampir saja perahunya terbalik. Di saat itulah aku panggil Syekh Ismail dan minta pertolongan dari beliau. Tiba-tiba ku lihat beliau datang ke perahu kita yang akan karam, dan beliau memegang kemudi sampai Allah menyelamatkan perahu kita dengan berkatnya.

Syekh Ya’kub dikenal sebagai seorang yang gemar sekali berlayar. Ia pernah mengadukan pada Syekh Ismail bahwa dalam pelayarannya sering mendapatkan angin topan. Beliau menyuruhnya jika mendapatkan gangguan-gangguan semacam itu untuk memanggil nama beliau (ber istighasah). Waktu ia mendapatkan gangguan angin ribut, ia teringat pada pesan Syekh Ismail.

Dikisahkan pula bahwa ada seorang ulama di kota Mekkah yang bernama Syekh Abdurrahim Al Amyuti, yang mana beliau berkata : “Pada mulanya aku tidak percaya pada Syekh Ismail dan sering mencemoohnya. Tiba-tiba di suatu malam aku bermimpi seolah-olah Syekh Ismail datang bersama rombongannya padaku. Kemudian ia berkata: “Ambilkan penyakit si fulan itu”. Setelah diambilkan oleh salah seorang, penyakit itu diletakan pada tubuhku. Kemudian beliau menyuruh kawannya yang lain untuk mengambil penyakit si fulan yang lain. Setelah diambilnya, penyakit itu kemudian diletakan pada tubuhku lagi. Demikianlah seterusnya, hingga kira-kira ada dua puluh penyakit yang diletakan pada tubuhku. Waktu aku bangun, ku dapatkan di tubuhku ada dua puluh penyakit yang ku rasakan sangat pedih sekali. Rasanya hampir saja mati aku dibuatnya. Sorenya, terpaksa aku menyuruh seorang untuk datang pada Syekh Ismail guna untuk memohonkan maaf atas segala perbuatanku yang tidak baik itu. Dan aku pun bertaubat kepada Allah. Sejak hari itu, aku percaya sepenuhnya akan kekaromahan Syekh Ismail.

Karomah yang lain pernah dikisahkan bahwa Al Qadhi Fahruddin An Nuri Al Makki berkata: “Setelah wafatnya Syekh Ismail, sewaktu aku sedang tidur di dalam Masjidil Haram, aku bermimpi melihat Syekh Ismail berkata: “Demi Allah, sesungguhnya aku tidak mati. Aku tetap hidup dan diberi rizki oleh Allah. Aku disisi Allah berada di golongan para Nabi, Siddiqin, dan para Syuhada”.

Salah seorang Shalih berkata: “Aku pernah bermimpi melihat Syekh Ismail dalam kuburnya sedang duduk di atas ranjang bersama sekelompok orang yang sedang membaca surat Yaasiin. Ketika ku tanya, “Hai tuan, adakah engkau membaca surat Yaasiin bersama kawanmu dalam kubur itu seperti ketika engaku di dunia?”. Jawabnya: “Ya, demikianlah keadaanku sebenarnya”.

Pernah  pada suatu hari Syekh Ismail berkumpul bersama Syekh Abibakar bin Abi Harbah. Di saat itu, Syekh Abi Bakar tenggelam dalam alam malakut sampai tak sadarkan diri. Setelah sadar, beliau berkata: “Wahai saudaraku, sungguh tidak seorang pun yang tahu akan derajatmu di sisi Allah selain hanya Allah sendiri. Demi Allah, kamu memperoleh derajat yang tidak pernah dicapai oleh seorang pun selainmu”.

Syekh Ismail Al Jabarti wafat di tahun 806 H dan dikuburkan di pemakaman Bab Siham di kota Zubaid. Dan makamnya selalu dikunjungi peziarah.

 

Sumber : Kumpulan Kisah Keramat Para Wali Allah, Yunus Ali Al Muhdar, 2000 (dengan diedit)


Share:

Monday, July 26, 2021

Kisah Karomah Luar Biasa Habib Hasan bin Abdurrahman Assegaf

 


Al Habib Hasan bin Abdurrahman Assegaf  dikenal sebagai seorang wali yang besar karomahnya. Diriwayatkan bahwa pada suatu hari, waktu beliau masih muda, beliau sering keluar berburu bersama kawan-kawannya. Dalam suatu perburuan, ketika rombongannya kehabisan bekal, mereka mengeuh dan ketakutan. Habib Hasan lantas keluar dari rombongan sebentar. Sekembalinya beliau, mereka dapatkan beliau membawa segantang buah kurma yang masih segar.

Diriwayatkan pula bahwasannya ada seseorang yang memberi Habib Hasan pinjaman delapan gantang kurma. Pada suatu hari, ketika orang itu menagihnya, beiau dapatkan kurma yang dititipkan di rumah sauadara wanitanya ternyata tinggal lima gantang, sedangkan beliau tidak punya sesuatu apapun untuk menggantinya. Kurma itu lantas diambilnya, kemudian dibolak-balikan. Anehnya ketika kurma itu ditimbang kembali, beliau dapatkan jumlah kuarma tersebut menjadi delapan gantang.

Diriwayatkan pula, bahwa ketika salah seorang muridnya meminta izin hendak berkunjung ke rumah beliau. Beliau berkata pada isterinya: “Buatkan untuk suamimu hidangan yang istimewa”. Istrinya menjawab: “Siapa lagi suamiku selain engkau?” Habib Hasan menimpali, “Muridku itu akan jadi suamimu kelak setelah aku meninggal”. Apa yang dikatakan oleh beliau ternyata benar. Sepeninggalnya, isterinya dinikahkan dengan muridnya.

Diriwayatkan, ada seorang murid Habib Hasan yang mengikuti beliau waktu berziarah ke suatu makam. Sekembalinya dari makam, waktu keduanya berjalan di bawah terik matahari yang sangat panas, sang murid mengeluh tidak dapat menginjakan kedua telapaknya di bumi yang sepanas itu. Habib Hasan berkata: “Letakan kakimu pada bekas telapk kakiku”. Sang murid itu menjalankan perintahnya, sehingga tidak merasa kepanasan lagi.

Habib Hasan bin Abdurrahman Assegaf wafat di Kota Tarim, Hadramaut, Yaman pada tahun 813 H.

 

Sumber : Kisah Keramat Para Wali Allah, Ali Yunus Al Muhdar, 2000 (dengan diedit)


Share:

Saturday, July 24, 2021

Pria Ini Menolak Dan Jadi Wali Karena Doa Sang Wanita

 


Zurai’ bin Muhammad Al Haddad Al Yamani Beliau banyak dikenal dengan panggilan Abu Muhammad. Sedang kisah tentang karomahnya besar sekali.

Diriwayatkan, pada suatu hari Abu Muhammad memegang besi yang menyala, namun besi itu tak dapat melukai tubuhnya walaupun sampai digesekan ke tubuhnya. Hal itu disebabkan pada suatu hari beliau pernah merayu seorang wanita saat beliau masih muda. Namun winita itu selalu menolaknya. Abu Muhammad dikenal sebagai orang yang kaya raya dan banyak menolong orang lain. Pada suatu waktu, ketika wanita itu ditimpa musibah, ia butuh uang dan bantuan. Karena itulah ia teringat dengan Abu Muhammad yang dahulu pernah merayunya. Wanita  itu pun segera mengundang Abu Muhammad ke rumahnya. Ketika Abu Muhammad berjumpa dengan wanita itu, beliau bertanya padanya:

“Apakah yang menyebabkan anda mengajakku berbuat seperti ini?”

Wanita itu menjawab: “Aku tertimpa suatu musibah. Aku butuh uang dan pertolongan, dan aku tidak tahu jalan lain selain ingat padamu. Sebenarnya aku tidak terbiasa mengajak laki-laki lain ke suatu jalan yang tidak baik”.

Mendengar ucapan itu, Abu Muhammad segera sadar akan dirinya. Kemudian beliau segera meninggalkan wanita itu dan beliau pun bertaubat kepada Allah. Ketika wanita itu melihat Abu Muhammad meninggalkannya dan memberikan semua harta yang dimilikinya itu, ia lantas berdoa kepada Allah:

“Semoga Allah menjauhkan engkau dari api neraka, sebagaimana engkau menjauhi dari perbuatan buru yang akan menyebabkan aku aku terjerumus ke dalam api neraka”.

Ternyata doa wanita itu dikabulkan oleh Allah, sehingga Abu Muhammad mendapatkan derajat kewalian, dan diberi karomah tidak akan terbakar oleh api yang menyala. Sejak saat itu, Abu Muhammad terus beribadah dan selalu berkumpul dengan orang-orang yang shalih. Dan karomah beliaupun banyak bermunculan.

Abu Muhammad wafat pada tahun 668 H.

Sumber Kisah : Buku Keramat Para Wali Allah, Yunus Ali Al Muhdar, 2000 (Dengan diedit)

Share:

Friday, July 23, 2021

Kisah Wali Allah Hidupkan Ayam Yang Telah Mati Dimakannya Sendiri


Syaikh Siraj pernah berkata dalam bukunya Tuffahul Arwah bahwasannya, Muhammad bin Warsyanah,  yaitu seorang yang dipercayai untuk mengurusi badan wakaf untuk keperluan kaum fakir. Kaum fakir itu banyak yang mengeluh kepada Syaikh Tajuddin bin Rifa’i atas ketidakadlilan Muhammad bin Warsyanah. Sebab atas pengaduan itu, Syaikh Tajuddin lalu memanggil Muhammad bin Warsyanah ke hadapannya. Setelah Muhammad bin Warsyanah sampai, beliau Syaikh Tajuddin berkata padanya: “Wahai Muhammad, banyak kaum fakir yang mengeluh tentang ketidakadilanmu. Jika mereka berdusta, pasti kamu tahu. Dan jika mereka benar, pasti kamu kan tahu.” Belum selesai Syaikh Tajuddin berkata demikian, tiba-tiba Muhammad bin Warsyanah jatuh tersungkur dihadapan Syaikh Tajuddin dan menghembuskan nafasnya yang terakhir. Kejadian tersebut banyak disaksikan orang banyak.

Dikisahkan pula, pernah Syaikh Tajuddin bin Rifa’i pada suatu hari pergi ke suatu desa. Beliau tahu bahwa sebagian penduduknya tidak percaya akan adanya wali dan karomahnya. Kedatangan Syaikh Tajuddin disaksikan orang banyak. Di desa itu dikenal ada seorang yang tersohor sangar pelit. Di desa tersebut, beliau meminta pada orang yang dikenal sebagai orang yang pelit itu seekor ayam. Ayam itu dimakannya semua. Semua orang yang hadir di majelis itu berkata: “Wahai Syaikh, ayam yang kamu makan itu masih punya anak-anak kecil”. Mendengar ucapan para hidaran itu, beliau segera menunjukan tangannya ke mangkuk yang berisi sisa kuah dan tulang ayam yang habis dimakan beliau. Pada saat mereka membungka mangkuk itu, mereka terperanjat melihat bekas tulang belulang ayam itu kini berubah menjadi seeokor ayam hidup. Kemudian Syaikh Tajuddin mengembalikan ayam itu pada anak-anak ayam yang sedang mencari induknya.

Dikisahkan pula, Syaikh Tajuddin waktu itu masuk ke rumahnya di waktu siang, kemudian beliau tidur. Melihat Syaikh Tajuddin sedang tidur, kawan-kawannya lalu keluar rumah. Anehnya, waktu mereka masuk kembali, mereka dapatkan Syaikh Tajuddin tidak ada di tempat tidurnya. Mereka menjadi heran semuanya. Ketika mereka masih merasa heran dengan apa yang terjadi, tiba-tiba Syaikh Tajuddin sudah berada lagi di tempat tidurnya tanpa diketahui darimana munculnya beliau. Kemudian Syaikh Tajuddin bangkit untuk sholat. Dalam keadaan yang sedemikian itu,tidak seorang pun yang berani menanyakan pada beliau.

Dikisahkan pula bahwa beliau mendengar putrinya sakit. Ketika Syaikh Tajuddin mengambil air wudhu, Allah memberinya ilham agar bekas air wudhunya itu diminumkan. Setelah diminumkan, Allah memberinya kesembuhan.

Selain itu, masih banyak karomah beliau yang perlu disebutkan disini. Namun karena mengingat tempat, terpaksa kami cukupkan dengan yang ada saja.

Syaikh Tajuddin wafat di Mekkah pada tahun 1050 H. Beliau dimakamkan di makam yang telah disiapkan sendiri semasa hidupnya. Beliau dimakamkan di atas gunung  Qaiqa’an. Makam beliau banyak dikunjungi orang.

Sumber : Buku Kumpulan Kisah Keramat Para Wali, Yunus Ali Al Muhdar, 2000 (dengan editan)

Share:

Sunday, July 18, 2021

Kisah Waliyullah Yang Melengserkan Walikota


Imam Sya’roni pernah berkata: “Aku pernah mendengar dari Sayyid Afdhaluddin bercerita : “Ketika kami sedang keluar dari pintu Bab Zawilah dekat rumah seorang Walikota, kami dapatkan ada seorang pedagang dari Maroko dengan mengendarai kudanya sambil memegang tangan Syaikh Barakat Al Khoyat yang dituduhnya mencuri. Ia datang mengadukan perkaranya pada Walikota tersebut: “Orang ini mencuri dalam rumahku, pukulah ia sampai jerah. Jika orang ini binasa, aku bersedia membayar tebusan nyawanya”. Tanpa memeriksa kebenaran tuduhan sang pedagang, Walikota tersebut segera mengahajar Syaikh Barakat Al Khoyat sampai kepayahan karena luka-luka yang dideritanya. Setelah hukuman itu dilaksanakan, sang pedagang berkata pada Walikota: “Sebenarnya bukan orang ini yang mencuri”. Namun Walikota itu tetap menghajar Syaikh Barakat Al Khoyat dengan tongkat sampai sepuas hatinya. Saat Walikota itu tidur, ia bermimpi Syaikh Barakat, dan beliau berkata pada Walikota: “Wahai orang dzalim, aku tidak akan meninggalkan tempat ini sampai kamu dipecat oleh Sultan”. Tepat pada keesokan harinya, datanglah surat pemecatan untuk sang Walikota dari Sultan.

Salah satu dari karomahnya Barakat Al Khoyat yaitu, tepat di hari masuknya Ibnu Usman ke Mesir, beliau mengabarkan kedatangannya yaitu di akhir tahun 922 H., walaupun beliau tidak menyaksikan kejadian tersebut. Dan apa yang dikatakan oleh beliau itu ternyata benar.

Syaikh Barakat wafat di Mesir, dan dimakamkan di dekat telaga Sharim dekat Al Husainiah. Beliau dimakamkan disuatu Kubbah yang dibangun oleh salah seorang murid beliau. Di dalamnya dimakamkan pula beberapa orang Wali Allah termasuk juga Syaikh Ali Al Khawwas.

Sumber : Kumpulan Kisah Keramat Para Wali, Yunus Ali Al Muhdar, 2000


Share:

Wednesday, July 14, 2021

Kisah Syaikh Ibrahim Dasuqi & Seekor Buaya Yang Memakan Anak Kecil

 


Al Imam Asy Syaikh Ibrahim Dasuqi adalah seorang Wali Allah yang terkenal pengaruhnya di Mesir. Beliau adalah seorang pemimpin thariqoh Dasuqiah yang besar pengikutnya di Mesir. Dan beliau adalah salah seorang Wali Allah yang faham bahasa Ibrani, Siryani, dan bahasa lainnya.

Sebagian karomahnya pernah dikisahkan oleh Al Manawi, bahwasannya pernah ada seekor buaya yang menerkam atau memakan hidup-hidup seorang anak kecil. Ibu anak kecil itu datang mengadu kepada Imam Ibrahim Dasuqi sambil bergetar sekujur tubuhnya.

Mendengar aduan Ibu anak kecil itu, Imam Dasuqi segera mengutus pesuruhnya untuk pergi ke tepi sungai dan berseru di hadapan buaya-buaya yang berada di dalam sungai itu agar mengembalikan anak kecil yang ditelan. Buaya yang menelan anak kecil itu mendengar seruan itu, dan segera datang menghampiri pesuruh itu, dan bersamanya pergi menghadap Imam Ibrahim Dasuqi.

Setelah buaya itu sampai di hadapan Imam Ibrahim Dasuqi, beliau Imam Ibrahim memerintahkan buaya itu agar segera untuk memuntahkan anak kecil yang ditelannya.

Buaya itu segera mengeluarkan anak yang ditelannya hidup-hidup. Setelah anak kecil itu dikembalikan pada Ibunya, Imam Ibrahim Dasuqi berkata pada buaya: “Matilah engkau dengan izin Allah!”. Dengan izin Allah, buaya itu pun akhirnya mati.

Begitulah kisah Imam Ibrahim Dasuqi & buaya yang memakan anak kecil

Sumber kisah : Kumpulan Kisah Keramat Para Wali, Yunus Ali Al Muhdar, 2000 (dengan diedit)

Share:

Tuesday, July 13, 2021

Karomah Luar Biasa Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq RA

 


Imam Bukhari dan Imam Muslim pernah meriwayatkan dari Abdurrahman bin Abu Bakar yang berkata: “Pernah di suatu hari Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq kedatangan tiga orang tamu di rumahnya. Kemudian Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq pergi ke tempat Rasulullah SAW untuk makan malam. Di tengah malam, Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq kembali ke rumahnya. Sesampainya di rumah, isterinya bertanya kepada Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq: “Apakah menyebabkan engkau menahan tiga orang tamu itu?”

Tanya Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq : “Sudahkah engkau berikan makan malam ketiga orang tamuku itu?”

Jawab Isterinya : “Mereka tidak mau makan malam sebelum engkau datang.”

“Demi Allah, sedikitpun aku tidak makan.” Timpal Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq

Kemudian Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq berkata: “Makanlah hidangan itu.”

Salah satu tamu kemudian menjawab: “Demi Allah, kami heran sekali. Setiap kali kami makan dari hidangan itu sesuap, hidangan itu jadi bertambah banyak, sampai kami kenyang semuanya. Sedangkan hidangan itu bertambah banyak dari semula.”

Ketika Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq melihatnya, ia lihat hidangan itu jadi bertambah banyak. Sayyidan Abu Bakar Ash Shidiq kemudian bertanya pada isterinya: “Wahai Isteriku, adakah kamu masak makanan sebanyak itu?”

Isterinya menjawab dengan tegas : “Demi Allah, tidak! Sungguh hidangan ini bertambah banyak tiga kali lipat dari semula.”

Kemudian Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq ikut makan dari hidangan itu seraya berkata: “Mungkin dari perbuatan Syaithan.”

Setelah itu, Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq membawa hidangan itu kepada Rasulullah SAW. Di pagi harinya, hidangan itu masih seperti semula. Waktu itu, kami sedang mempunyai janji dengan suatu kaum. Setelah batas waktunya berlalu, ada dua belas orang dari kami yang bubar. Dan setiap orang dari mereka membawa kawan-kawannya yang banyak. Nabi SAW menyuruh mereka kembali datang untuk makan bersama dari hidangan itu. Tidak seorang pun yang tertinggal untuk makan dari hidangan itu melainkan mereka telah puas.

Imam Fakhrur Razi ketika menafsirkan surat Al Kahfi, beliau pernah membawakan kekaromahan para Sahabat Rasulullah SAW sebagai berikut: “Termasuk salah satu kekaromahan Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq RA ialah ketika jenazah beliau yang sedang diusung itu sampai depan pintu makamnya Rasulullah SAW., orang-orang yang memikulnya itu berkata: “Assalamu’alaika Yaa Rasulallah. Ini adalah Abu Bakar yang sedang di luar pintu”. Tiba-tiba pintu makam Rasulullah SAW itu terbuka dan terdengar suara yang datang dari makam beliau: “Masuklah orang yang dicintai kepada orang yang mencintainya”.

Urwah Ibnu Zubair pernah meriwayatkan dari Aisyah RA., bahwasannya Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq pernah memberikan dua puluh gantang hasil kurma semasa ia masih sehat. Ketika Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq mendekati ajalnya, beliau berkata: “Wahai Puteriku, tidaklah seorang berada dalam keadaan cukup yang lebih ku senangi daripada kamu. Dan tidaklah seorang berada dalam keadaan kesempitan yang tidak ku inginkan lebih dari pada kamu. Dahulu waktu ku berikan padamu hasil kurma sebanyak dua puluh gantang, kamu tidak mau menerimanya. Sekarang hasil kurma itu akan jadi harta waris. Karena itu, nanti bagilah pada kedua saudara lelakimu dan kedua saudara perempuanmu sesuai dengan yang ditetapkan Al Qur’an”.

Sayyidah Aisyah menjawab :  “Wahai Ayahku, saudara perempuanku hanya Asma’ saja. Siapakah yang lain?”

Sayyidina Abu Bakar menjawab : “Yang dalam kandungan Ibumu itu ku lihat akan lahir seorang perempuan”.

Dan ternyata apa yang dikatakan oleh Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq itu benar lahir seorang perempuan.

Imam Tajus Subki menganggap kisah itu sebagai bukti adanya kekaromahan yang dimiliki oleh Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq RA. Pertama, ia memberitahukan pada Sayyidah Aisyah bahwa ia akan meninggal dunia segera dengan isyaratnya bahwa harta itu telah menjadi harta waris. Kedua, ia memberi isyarat bahwa bayi yang dikandung isterinya akan lahir seorang wanita. Apa yang diisyaratkan oleh Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq RA itu terjadi semuanya sepeninggalan beliau.

Sumber : Keramat Para Wali Allah, Yunus Ali Al Muhdar, 2000

Wallohu A'lam Bisshowab...

Share:

Monday, May 24, 2021

Wajib Baca! Inilah 10 Nasihat Guru Bangil Untuk Kehidupan Sehari-hari



K.H. Muhammad Syarwani Abdan Al-Banjari atau biasa dikenal Tuan Guru Bangil (lahir di Martapura, Kalimantan Selatan tahun 1915 – meninggal di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, 11 September 1989 pada umur 74 tahun) adalah seorang ulama yang dikenal di Kalimantan Selatan hingga Jawa Timur khususnya Bangil tempatnya mendirikan Pondok Pesantren Datu Kalampayan. Ia merupakan keturunan ke-6 Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. (Sumber : Wikipedia)

Berikut 10 Nasihat dari Tuan Guru Bangil tentang kehidupan sehari-hari, baik untuk laki-laki maupun untuk perempuan.

1. Apabila mengenakan sarung, hendaklah jangan dari kepala. Tapi mulailah dari bawah (Kaki), karena sarung itu letaknya dipinggang sampai kaki.

Bagi perempuan, memakai sarung jangan diikat dibahu, karena itu selalu mendatangkan masalah dalam keluarga.

2. Apabila mengenakan celana, hendaklah berduduk, jangan berdiri.

3. Jangan memakai handuk mandi dipinggang setelah mandi.

4. Jangan terlalu lama di WC karena itu mewarisi was-was.

5. Makan dan minum jangan berdiri. Yang betul adalah duduk walaupun duduk selimpuh seperti Tahiyyat Awwal.

6. Apabila mau ke WC, jangan sampai tidak menutup kepala. Pakailah kopiah/penutup kepala bagi laki-laki dan jilbab/kerudung bagi perempuan.

Apabila tidak memakai tutup kepala, maka akan mewarisi lupa/cepat lupa.

7. Ketika hendak makan, jangan sampai tidak memakai baju. Pakailah baju & celana/sarung dahulu sebelum makan.

8. Apabila makan, jangan sampai makan pakai tangan kiri. Dan jangan gunakan kedua tangan untuk makan (Tangan yang satunya pakai garpu) Ini adalah adat orang Kafir.

Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan makan pakai kedua tangan.

9. Ketika selesai makan, tangan kanan yang digunakan untuk menyuap makanan tadi jangan langsung dibasuh, tapi kecup dahulu semua jari-jari (memakan sisa makanan/bumbu yang menempel di jari tangan) Mulai dari jari kelingking sampai ibu jari.

10. Selesai makan, jangan langsung rebahan, karena ini mewarisi malas.

Begitulah 10 Nasihat dari Tuan Guru Bangil yang juga merupakan Guru dari Abah Guru Sekumpul Martapura untuk kehidupan sehari-hari.

Semoga bermanfaat dan dapat selalu diingat dan disebarkan. Aamiin....


Share:

Sunday, May 23, 2021

Kisah Menakjubkan Berkat Memajang Foto Habib Sholeh Tanggul

 


Cerita ini pernah diutarakan oleh Al Habib Muhammad bin Sholeh Al Hamid Tanggul.

Dahulu, ada pecinta Habib Sholeh di daerah Ampel Surabaya. Dia sedang sangat membutuhkan biaya besar untuk kebutuhan keluarganya. Di rumahnya terpajang foto Habib Sholeh Tanggul dan setiap ia melihat foto tersebut, ia selalu bermohon kepada Allah dengan berkah Habib Sholeh, semoga ia mendapatkan uang yang ia butuhkan, hal itu dilakukannya berkali-kali.

Sampai pada akhirnya, Habib Sholeh didatangi oleh beberapa pejabat pemerintah utusan Adam Malik, mereka datang membawa hadiah untuk Habib Sholeh sejumlah uang yang banyak. Pada waktu itu Habib Sholeh berkata pada para pejabat yang hadir di rumahnya.

"Coba ambil uang yang kalian bawa sejumlah sekian juta, dan serahkan uang itu kepada fulan yang rumahnya di daerah Ampel Surabaya, bilang ini dari Habib Sholeh Tanggul atas karunia yang Allah berikan untuknya, hanya itu saja, selebihnya kalian bawa kembali."

Waktu itu Habib Sholeh meminta kepada putranya, yaitu Habib Muhammad bin Sholeh Al Hamid, untuk menulis alamatnya, dan surat kepada si penerima uangnya.

Tidak lama utusan pejabat itu sampai di rumah orang yang dimaksud Habib Sholeh, dan lalu menyerahkan uang tersebut sebagaimana arahan Habib. Orang tersebut jatuh tersungkur sambil berucap Alhamdulillah, barakah cucu Rasulullah, lalu ia buka surat dari Habib Sholeh yang isinya:

"Uang ini yang kau butuhkan sebagaimana permintaanmu kepada Allah di saat memandang gambarku."

Cuplikan ceramah dalam rauhah HAUL KE-43 AL IMAM AL QUTHB AL HABIB SHOLEH BIN MUHSIN AL HAMID TANGGUL yang disampaikan Al Habib Abubakar bin Abdul Qadir Mauladdawilah Malang.


رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.

Aamiin Allahumma Aamiin

Share:

Wednesday, May 19, 2021

Mbah Kyai Kholil Dan Segelas Air Susu Di Laut

 


Syahdan, Mbah Kyai Kholil Bangkalan Madura memanggil tiga santrinya, Mbah Kyai Manab (kelak menjadi pendiri Lirboyo) dan dua orang santri lainnya. "Anu Cung, tolong sampean carikan air susu di laut."

Saling pandang sejenak, ketiganya menjawab kompak, "Enggih, Kyai..."

Setelah pamitan, mereka langsung berangkat. Dengan bekal keyakinan bahwa dawuh guru, walaupun kelihatan mustahil tetap harus dilaksanakan. Selama tiga hari tiga malam mencari di lautan, ternyata hasilnya nihil.

Di tengah keputusasaan ketiganya bermusyawarah. "Bagaimana ini?"

"Lha iya, kalau kita jawab tidak ada berarti kan sama saja mengatakan Guru kita tidak tahu, bodoh?" "Seperti beli rokok di toko bangunan," jawab lainnya.

"Wah gini saja, bagaimana kalau kita jawab 'Kami belum menemukan, Kyai,'" kata yang ketiga. Yang akhirnya jawaban ini disetujui dua orang temannya.

Lalu ketiganya sowan kembali ke Mbah Kyai Kholil, dan mengatakan kalau belum menemukan.

"Oh gitu. Ayo kalian ikut saya," kata Mbah Kyai Kholil singkat.

Kemudian beliau mengajak ke tepi laut. Mengeluarkan gelas yang dibawa dari rumah dan mengambil air laut dengan gelasnya. Aneh bin ajaib, ternyata air laut itu berubah menjadi susu! "Sekarang mintalah kepada Allah keinginan kalian, dengan lantaranku." Ucap Mbah Kyai Kholil.

Dua orang santri pertama meminta agar kaya raya. Sedangkan Mbah Kyai Manab meminta ilmu yang bermanfaat. Kelak keinginan mereka terkabul. Dua orang santri itu benar-benar kaya raya, namun kekayaannya habis berbarengan dengan meninggalnya. Sedangkan Mbah Kyai Manab bisa mendirikian Pondok Pesantren Lirboyo yang santrinya menyebar ke seluruh Nusantara.

(Sumber kisah: Kiai Anwaril Mustofa dari KH. Fathoni Tanggungharjo Grobogan Jawa Tengah via fp IlmuTasawuf.com dan Pustaka M2HM).

Share:

Saturday, April 17, 2021

Imam Malik RA Menangis Saat Berbuka Puasa, Inilah Alasannya


 

Imam Malik  RA menitihkan air mata hingga janggutnya basah karenanya. Salah seorang muridnya kemudian bertanya,

“Wahai guruku yang mulia, ada apakah gerangan sehingga engkau menangis sedemikian sedih serta menyayat hati kami? Apakah ada diantara kami yang membuat hatimu sedih, atau hidangan yang ada saat ini kurang berkenan?”

Imam Malik RA kemudian menjawab, “Tidak, tidak, wahai murid-muridku. Sungguh kalian adalah murid-murid terbaikku dan sangat khidmah padaku. Bahkan hidangan ini adalah sangat mewah dan nikmat buatku.”

Imam Malik RA melanjutkan, “Sungguh aku pernah berbuka dengan guruku Al Imam Ja’far As Shaadiq cucu baginda Rasulullah SAW., dengan makanan yang teramat nikmat seperti saat ini.” Beliau berkata sambil terisak.

“Wahai Ibnu Anas (Imam Malik), tahukah engkau bahwasannya Rasulullah SAW terkadang berbuka puasa hanya dengan 3 butir kurma dan air, tetapi Rasulullah SAW tetap merasa sangat nikmat penuh syukur, bahkan sering kali Rasulullah SAW berbuka puasa hanya dengan sebutir kurma dan dibagi dua dengan istri tercinta Aisyah. Dan sungguh Rasulullah SAW tetap merasa nikmat penuh syukur.”

“Rasulullah SAW sedikit makan sahur dan sedikit pula saat berbuka puasa. Rasulullah SAW sangat banyak beribadah dan bersyukur. Rasulullah SAW selalu mendoakan kita umatnya yang sering lalai dan melupakan beliau. 

Sedangkan hari ini kita dipenuhi dengan makanan yang nikmat dalam berbuka puasa, akan tetapi sangatlah jauh dari rasa syukur dan ibadah.”

Tak lama kemudian, ruangan tersebut menjadi penuh haru, isak tangis penuh kerinduan kepada Rasulullah SAW. Betapa sederhananya Rasulullah  SAW dan betapa beliau sangat mencintai kita umatnya.

Begitulah Kisah Imam Malik RA Menangis Saat Berbuka Puasa karena mengingat kekasihnya, yaitu Baginda Nabi Rasulullah Muhammad SAW.

Share:

Thursday, April 15, 2021

Rambutan Ajaib Imam Nawawi Al Bantani

 


Suatu masa jelang abad ke dua puluh di Ma'had (Pesantren) Nasr Al Ma'arif Al Diniyah, Masjid Al Haram Makkah, Syekh Nawawi Al Bantani tengah menerangkan pada para santrinya terkait puasa Ramadhan.

"Mengingat Hadits Nabi SAW tentang memakan kurma ketika berbuka, saya beritahu kalian, di Negeri saya juga ada buah yang tak kalah manis dengan kurma," ucap Syekh Nawawi Al Bantani.

"Betul Syekh? Kalau di jazirah Arabia ini kami memang memakan kurma.

Lalu bagaimana dengan Negeri Syekh yang tidak ditumbuhi buah kurma?" Tanya salah seorang murid beliau.

"Sebentar."

Syekh Nawawi langsung menyembunyikan tangannya ke bagian punggung. Ratusan santrinya pun mulai terlihat keheranan. Tak lama terdengar oleh mereka suara seperti seseorang yang sedang mengambil buah dari sebuah pohon. Kemudian Syekh Nawawi Al Bantani menyuguhkan buah rambutan yang persis baru diambil dari pohonnya. Sontak para santri pun keheranan dengan apa yang baru saja dilakukan guru mereka.

"Nah, ini yang saya makan pertama kali ketika berbuka puasa di Jawi (Tanara, Banten). Silakan dicicipi." ujar Syekh Nawawi Al Bantani sambil membagikan rambutan (ajaib) tersebut kepada para santrinya. 

Begitulah Kisah Rambutan dari Syekh Al Imam An Nawawi Al Bantani Al Jawi, Semoga bermanfaat....


Share:

Saturday, April 10, 2021

Sesingkat Inikah Hidup Di Dunia?


Dunia Ini sangat singkat⁣⁣⁣ jika dibandingkan dengan kehidupan satu hari di akhirat yang menyamai 1000 tahun di bumi.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Allah berfirman,⁣⁣⁣

ﻭَﺇِﻥَّ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺑِّﻚَ ﻛَﺄَﻟْﻒِ ﺳَﻨَﺔٍ ﻣِﻤَّﺎ ﺗَﻌُﺪُّﻭﻥَ⁣⁣⁣

“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” 
(QS. Al Hajj: 47)
⁣⁣⁣
Umur manusia rata-rata adalah 60-70 tahun, sebagaimana dalam hadits,⁣⁣⁣

ﺃَﻋْﻤَﺎﺭُ ﺃُﻣَّﺘِـﻲ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺴِّﺘِّﻴْﻦَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴَّﺒْﻌِﻴْﻦَ ﻭَﺃَﻗَﻠُّﻬُﻢْ ﻣَﻦْ ﻳَﺠُﻮﺯُ ﺫَﻟِﻚَ⁣⁣⁣

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yang bisa melampui umur tersebut.” 
(HR. Ibnu Majah: 4236, hasan shahih)⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Jika satu hari akhirat = 1000 tahun⁣⁣⁣ di bumi. 
Umur manusia 60-70 tahun, (rata-rata 65 tahun)⁣⁣⁣.

Maka kehidupan di dunia kurang lebih hanya 1,5 jam saja hari di akhirat.⁣⁣⁣
Karenanya berbagai kesenangan dunia yang melalaikan kita akan akhirat adalah kesenangan yang sangat sebentar⁣⁣⁣.
⁣⁣⁣
Allah berfirman,⁣⁣⁣

 ﻗُﻞْ ﻣَﺘَﺎﻉُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻗَﻠِﻴﻞٌ ﻭَﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓُ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟِﻤَﻦِ ﺍﺗَّﻘَﻰ

“Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa.” 
(QS. An NIsa’:77)⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
 
ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺘَﺎﻉُ ﺍﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ ⁣⁣⁣

“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” 
(QS. Ali Imran: 185)⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Semoga kita selalu ingat kampung abadi kita akhirat dan dunia tidak melalaikan kita.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
“Dunia ditangan, akhirat selalu dihati”⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Wallahu a'lam

Share:

Macam-macam Puasa, Apa Aja?


 Puasa merupakan menahan diri dari segala yang membatalkannya dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Lalu apa saja macam-macam puasa? Yuk baca artikel ini sampai akhir ya...

Puasa Fardhu ada 3 macam :

1. Puasa Romadhon selama bulan Romadhon.

2. Puasa Kafarat seperti Kafarat Haji, Kafarat Sumpah, Kafarat Jinayah, Kafarat Jima' dll.

3. Puasa Nadzar.


Puasa Sunnah terbagi 3 macam :

1. Puasa Usbu'iyyah (Pekanan).

2. Puasa Syahriyah (Bulanan).

3. Puasa Sanawiyah (Tahunan).


- Puasa Sunnah Usbu'iyyah (Pekanan) :

1. Puasa Senin.

2. Puasa Kamis.

3. Puasa Jum'at jika dirangkai dengan Kamis.

4. Puasa Dahr (Setiap hari).

5. Puasa Nishfud Dahr / Puasa Dawud.


- Puasa Sunnah Syahriyah (Bulanan) :

1. Puasa 3 hari awal bulan tanggal 1 - 3 bulan Hijriyah (Ayyamus Suud).

2. Puasa 3 hari tengah bulan tanggal 13 - 15 bulan Hijriyah (Ayyamul Biidh / Hari Purnama).

3. Puasa 3 hari akhir bulan (Ayyamus Suud / Hari gelap).


- Puasa Sunnah Sanawiyah (Tahunan) :

1. Puasa 'Arofah (9 Dzulhijjah).

2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah).

3. Puasa 'Asyuro (10 Muharram).

4. Puasa Tasuu'a (9 Muharram).

5. Puasa 6 hari Syawal.

6. Puasa 10 hari awal Dzulhijjah.

7. Puasa 10 hari awal Muharram.

8. Puasa bulan haram 4 x 30 hari : Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram.

9. Puasa Sya'ban.


Haram berpuasa ada 5 hari :

1. Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal).

2. Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah).

3. 3 Hari Tasyrik (11 - 13 Dzulhijjah).


Makruh berpuasa : Ayyamusy Syak (hari meragukan) yaitu akhir Sya'ban, kecuali yang Istiqomah.

Begitulah macam-macam puasa dalam Fiqh Islam. Semoga bermanfaat...

Share:

Friday, April 9, 2021

Ketika Imam Malik Disengat Kalajengking Hingga 16X


 

Diriwayatkan oleh para Ulama di majelisnya. Yakni di Raudhah,  Imam Malik RA mengajarkan hadist Rasulullah SAW. Bila ingin menyampaikan pelajaran tentang hari-hari Arab atau syair-syairnya, ia mengajarkannya begitu saja. Akan tetapi apabila hendak mengajarkan ihwal hadist Rasulullah SAW atau diminta suatu hadist Nabi SAW, Imam Malik RA mandi terlebih dahulu, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian terbaik yang ia miliki, kemudian duduk dan mulai mengimlakan (menulis) atau membacakan hadist-hadist berdasarkan periwayatannya.

Suatu hari, Imam Ibnu Mubarak RA duduk di majelis Imam Malik RA yang saat itu di tengah menyampaikan hadist Rasulullah SAW. Dalam keadaan seperti itu, seekor kalajengking menyengat Imam Malik RA sebanyak 16 kali. Air muka Imam Malik RA terlihat berubah, namun ia tetap meneruskan menyampaikan hadist. Tatkala majelis hadist berakhir dan para hadirin sudah membubarkan diri, Imam Ibnu Mubarak segera menghampiri Imam Malik RA.

"Wahai Abu Abdillah, sungguh aku tadi melihat peristiwa yang luar biasa dari dirimu."

Kata Ibnu Mubarak RA. Lalu ia menyampaikan perihal sengatan kalajengking itu.

"Sungguh aku teramat malu untuk memotong hadist Rasulullah SAW hanya karena sengatan kalajengking."

Jawab Imam Malik RA.,

Subhanallah, sungguh tinggi rasa cinta dan penghormatan beliau Imam Malik RA kepada Rasulullah SAW., hingga beliau tak kuasa untuk memotong kalam Hadits Nabi SAW walau beliau dalam keadaan udzur, yaitu terkena sengatan kalajengking hingga sebanyak 16x. Beginilah keadaan Sang Pecinta yang sesungguhnya. Ia tak ingin memotong kalam seorang yang ia cinta.

Sumber :  Buku Kangen hal 54 - 55

Karangan :  Habib Novel bin Muhammad Alaydrus

Share:

51 Muksyafah Para Waliyullah

 


Waliyullah atau kekasih Allah memang diistemawakan oleh Allah dan memiliki banyak perbedaan keistimewaan atau Karomah dari setiap Wali. Berikut 51 Mukasyafah yang diberikan oleh Allah kepada para kekasih-Nya.

1). Ada wali yang mampu menyingkap alam gaib, hingga dinding dan kegelapan tidak menghalanginya untuk melihat apa yang dilakukan orang-orang di dalam rumah mereka.

2). Ada wali yang ketika berjumpa dengan seorang penzina, pemabuk, pencuri, pencela, atau orang yang suka berbuat zalim, ia melihat goresan tanda hitam pada anggota tubuh mereka yang melakukan maksiat. 'Ali Abi Ya'zi, guru Ibnu 'Arabi, termasuk wali yang menempati maqam ini. Mukasyafah ini khusus bagi orang yang bersifat wara' (orang yang benar-benar menjauhi maksiat dan syubhat).

3). Ada wali yang jika ada orang yang ribut atau diam di majelisnya, ia mengetahui derajat dan apa yang akan terjadi dengan orang itu, kenyataannya sesuai dengan apa yang dikatakan wali itu, dan ia selamanya tidak akan salah. Diceritakan bahwa ada seorang laki-laki ribut di majelis Abu Madyan, lalu orang itu disuruh keluar. Abu Madyan berkata, "Kamu akan melihat keadaanya setahun kemudian." Sebahagian orang yang hadir meminta penjelasan, lalu Abu Madyan berkata, "Ia akan menganggap dirinya Imam Mahdi." Dua puluh tahun kemudian, apa yang dikatakan Abu Madyan terjadi. Kemampuan ini berasal dari ilmu ladunni.

4). Ada wali yang tatkala bangun tidur, di hadapannya sudah tersedia minuman dari madu, susu, dan air, lalu ia meminumnya.

5). Ada wali yang mampu mengetahui alam ruhani yang berbeza dengan alam fisik, tetapi ia tidak menggelutinya.

6). Ada wali yang mampu mengetahui rahasia batu-batu mineral, dan semacamnya. Ia mengetahui khasiat, rahasia, dan bahaya dari batu-batu itu.

7). Ada wali yang dianugerahi maqam bisa memahami Allah dan mendengar tanda-tanda kekuasaan-Nya, sehingga ia bisa mendengar ucapan benda-benda mati. Apakah kemampuan itu termasuk hal yang biasa atau luar biasa tergantung pada tingkatan pemahaman terhadap ucapan benda mati. Yang termasuk hal luar biasa ada 2 macam. Pertama, merujuk pada orang yang mendengarnya, yakni kemampuan memahami hakikat ucapan benda mati. Kedua, merujuk pada ucapan benda-mati itu sendiri melalui karamah, misalnya bertasbihnya kerikil di telapak tangan sebahagian sahabat. Apabila seorang hamba memperoleh maqam ini, maka ia akan mendengar semua benda mati bertasbih dengan bahasa yang jelas seperti bahasa manusia.

8). Ada wali yang dianugerahi kemampuan menyingkap dunia tumbuh-tumbuhan. Semua tumbuhan dan rumput memberitahukan kepada wali itu sari-sari yang dikandungnya baik yang berbahaya atau yang berkhasiat. Tumbuh-tumbuhan itu berkata, "Hai hamba Allah, khasiatku begini dan bahayaku begini."

9). Ada wali yang dikaruniai kemampuan bergaul dengan binatang. Binatang-binatang mengucapkan salam kepadanya dengan bahasa yang jelas dan memberitahunya tentang khasiat-khasiat yang dikandungnya.

10). Ada wali yang diberi kemampuan menyibak perjalanan hidup orang yang masih hidup, rahasia-rahasia yang diberikan kepada orang itu sesuai dengan keadaannya, dan bagaimana perkembangan ibadahnya dalam perjalanan hidupnya itu.

11). Ada wali yang diberi kemampuan melihat hal-hal yang tidak mungkin melalui jentera dan merubah yang kasar menjadi lembut dan sebaliknya.

12). Ada wali yang diberi kemampuan meramalkan hal-hal jelek yang akan terjadi, lalu ia meminta dihindarkan sehingga ia tidak terkena hal buruk itu.

13). Ada wali yang diberi kemampuan ilmu astrologi dan cara-cara yang sistematis dan menyeluruh.

14). Ada wali yang dianugerahi kemampuan mencapai ilmu-ilmu ilahiyah dan diberitahu cara-cara untuk mencapainya seperti persiapan yang harus dilakukan, etika dalam mencari dan mengamalkan ilmu, memegang dan menyebarluaskannya, serta cara menjaga hati dari hal-hal yang merusak. Semua cara itu adalah satu kesatuan dan tersembunyi.

15). Ada wali yang dikaruniai kemampuan mengetahui tingkatan ilmu-ilmu teoritis, ide-ide yang cemerlang, dan bentuk-bentuk kesalahan pemahamannya, kemampuan membezakan antara prasangka dan ilmu, berbagai hal yang terjadi di antara alam arwah dan alam fisik, sebab terjadinya, dan berjalannya rahasia ilahi di alam ini serta sebabnya.

16). Ada wali yang mampu menangkap alam tashwir, alam taksin, alam benda-benda mati, bentuk-bentuk suci dan jiwa tumbuhan yang mestinya diketahui akal dalam bentuk dan susunan yang baik, rahasia-rahasia kelemahan, kelembutan dan rahmat orang-orang yang disifatinya.

17). Ada wali yang mampu menguak tingkatan kutub bumi.

18). Ada wali yang mampu menguak benda-benda yang memantulkan cahaya, benda-benda yang langgeng, benda-benda yang abadi, rahasia alam, dan kemampuan untuk menjaga dan menyampaikan amanat kepada orang yang berhak.

19). Ada wali yang dianugerahi pengetahuan tentang simbol-simbol, penghitungan, dan firasat.

20). Ada wali yang disingkapkan baginya dunia lain, mampu menyingkap kebenaran dan pendapat-pendapat yang benar, mazhab-mazhab yang lurus, dan syariat-syariat yang telah diturunkan.

21). Ada wali yang terlihat sebagai orang alim, Allah telah menghiasi mereka dengan pengetahuan-pengetahuan suci sebagai sebaik-baik perhiasan.

22). Ada wali yang dianugerahi kewibawaan, ketenangan, teguh pendirian, dan kemampuan mengetahui tipu muslihat dan rahasia-rahasia yang tersembunyi, dan sejenisnya.

23). Ada wali yang mampu berbicara, tetapi tidak terlihat siapa yang diajak bicara. Ia berbicara dengannya dan mendengar pembicaraan itu, baik pembicaraannya muncul tanpa dipikir sebelumnya, atau sebagai jawaban atas pertanyaan secara seketika, serta memberi dan menjawab salam.

24). Ada wali yang naik maqamnya, hingga ia mampu berbicara kepada malaikat dan bercakap-cakap dengannya. Apabila seorang hamba mencapai maqam ini maka ia bisa memanggil dan berhubungan dengannya. Apabila ia hanya berbicara kepadanya, maka malaikat tidak menjawabnya. Tetapi apabila pembicaraan antara mereka benar, mereka akan saling berbicara. Dan apabila ia mengalami hal tersebut, maka malaikat akan menolongnya.

25). Ada wali yang mampu mengatakan sesuatu yang belum terjadi dan memberitakan hal-hal gaib sebelum tampak. Dalam hal ini ada tiga bentuk yang mungkin terjadi; berupa penyampaian, tulisan, dan pertemuan. Ibnu Mukhallad mengalami tiga hal tersebut.

26). Ada wali yang disingkapkan baginya alam keraguan, kekurangan, kelemahan, dan rahasia-rahasia perbuatan.

27). Ada wali yang diperlihatkan padanya alam jin dan tingkatan derajatnya, neraka beserta tingkatannya, dan tingkatan azabnya.

28). Ada wali yang mampu mengetahui sifat-sifat manusia. Sebahagian manusia tertutup sifatnya dan sebahagian lain terbuka. Mereka mempunyai tasbih khusus yang bisa diketahui oleh wali apabila ia mendengarnya. Ibnu 'Arabi berkata, "Kita telah sama-sama menyaksikan karamah seperti ini. Sebahagian wali menuju maqam yang mulia sehingga ia mampu mengatakan 'jadilah' maka sesuatu yang dikehendakinya itu terjadi dengan izin Allah. Maqam ini sangat mulia dan merupakan bukti terbesar kewalian seseorang." Nabi Isa a.s. berkata, "Aku bisa menyembuhkan orang buta sejak lahir dan orang yang berpenyakit lepra dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah" (QS Ali Imran [3]: 49). Masuk akal jika Allah memuliakan wali dengan memberinya karamah. Sesungguhnya karamah yang diterima seorang wali merupakan penghormatan kepada Nabi Saw., kerana wali tersebut telah mengikuti dan menjalankan ajaran-ajarannya, sehingga ia pantas mendapatkannya.

29). Ada wali yang naik menuju alam gaib, lalu ia melihat di sebelah kanan alam itu, ada sebuah pena yang menulis kejadian-kejadian di lauh mahfud dalam bentuk huruf-huruf yang bersyakal dan bertitik. Hal tersebut untuk membezakan beberapa bentuk dan jenis makhluk. Seperti golongan manusia, makhluk berkaki empat, makhluk bersayap, macam-macam benda mati, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan lain-lainnya. Orang yang mempunyai maqam ini selalu berusaha menemukan pemilik huruf yang tertulis dalam susunan yang rapi tersebut. Apabila penelitiannya lama, padahal usianya pendek, maka Allah membuatnya rendah hati dan memohon kepada Allah untuk menghapuskannya.

30). Ada wali yang menjaga diri dari makanan, minuman, dan baju yang syubhat (tidak jelas kehalalan dan keharamannya), apalagi dari yang haram. Hal itu ditandai dengan tanda yang ditunjukkan Allah dalam dirinya atau dalam sesuatu yang haram dan syubhat itu. Seperti yang dialami Al-Haris al-Muhasibi, apabila dihidangkan kepadanya makanan yang syubhat, tiba-tiba keluar keringat dari jarinya. Begitu pula yang terjadi pada ibu dari Abu Yazid al-Bustami ketika mengandungnya, tangannya tidak pernah menyentuh makanan syubhat, bahkan tangannya mengenggam sendiri jika menemukan makanan syubhat. Wali lainnya merasa mual memakan makanan syubhat, sehingga memuntahkannya kembali. Ada juga makanan syubhat di hadapan seorang wali berubah menjadi darah, ulat, berwarna hitam, atau babi, dan lain-lain.

31). Ada wali yang apabila menyentuh makanan yang sedikit, maka makanan itu menjadi banyak. Misalnya, seorang wali yang dikunjungi teman-temannya padahal ia hanya mempunyai satu makanan saja. Lalu ia mengiris roti dan menutupinya dengan kain. Maka mereka pun memakan roti itu sampai kenyang padahal roti itu tetap seperti semula (tidak berkurang). Karamah ini merupakan warisan Nabi Muhammad Saw. Contoh lainnya adalah yang terjadi pada Abu' Abdillah al-Tawadi yang membawa secarik kain dan memegang sisinya, kemudian ia menunjukkan ujungnya kepada penjahit sambil berkata kepadanya, "Ambillah kain ini sehingga cukup untuk orang banyak." Kain itu lalu diambil tapi tetap tidak habis-habis dengan izin Allah. Lalu penjahit itu berkata, "Kain ini tidak habis-habis." Lalu Abu 'Abdillah melemparkan kain itu dan berkata, "Sudah, cukup!"

32). Ada wali yang mampu menjadikan satu macam makanan dalam piring menjadi bermacam-macam sesuai dengan keinginan orang yang ada. Hal ini pernah terjadi pada salah seorang guru Abu Madyan r.a. Dalam suatu perjalanan, ia bertemu dengan seorang laki-laki, lalu berjalan bersamanya sebentar dan ia masuk ke rumah perempuan tua di sebuah gua. Sore harinya, ia kembali lagi ke perempuan tua itu dan duduk di sampingnya sampai putra perempuan itu datang. Anak itu mengucapkan salam kepadanya, lalu perempuan tua itu menghidangkan nampan berisi piring dan roti. Syaikh dan anak itu mulai makan. Si syaikh berkata, "Saya ingin yang saya makan ini menjadi begini." Anak itu lalu menjawab, "Wahai Syaikh, dengan nama Allah makanlah apa yang kau inginkan." Abu Madyan kemudian berkata, "Ketika saya terus menerus mengangankan keinginanku, anak itu melontarkan ucapan pertamanya, dan tiba-tiba saya mendapatkan makanan yang saya angankan. Anak itu masih muda, belum punya rambut di pelipisnya."

33). Ada wali yang bisa menjadikan makanan, minuman dan bajunya tergantung di udara. Seperti yang terjadi pada salah seorang wali yang membutuhkan air di padang pasir. Tiba-tiba ia mendengar deringan di atas kepalanya, lalu ia mendongakkan kepalanya, dan di situ ada gelas yang tergantung pada rantai emas. Ia meminumnya lalu meninggalkannya.

34). Ada wali yang bisa merubah air yang pahit dan asin yang ditemukannya menjadi manis dan segar. Ibnu' Arabi berkata, "Saya pernah meminum air semacam itu dari Abdullah, anak Ustaz al-Marwazi r.a., salah seorang khawwash murid dari salah seorang guru Abu Madyan.

35). Ada wali yang memakan makanan dari orang lain. Zaid memakan makanan dari 'Umar padahal 'Umar tidak di hadapannya. 'Umar merasa kenyang di tempatnya dan dia merasakan bau makanan itu seakan-akan dia yang memakannya. Hal ini pernah terjadi pada Al-Hajj Abu Muhammad al-Marwazi dan Abu' Abbas bin Abi Marwan di Ghirnatah. Hal itu terjadi kerana ahli makrifat ini mempunyai keinginan yang suci dan bersih dari dosa dalam batinnya. Allah memberikan karamah dalam dirinya sebagai penghormatan dan untuk membaguskan maqamnya, maka dari keinginannya itu keluarlah apa yang ia sebutkan.

36). Ada wali yang memakan makanan spiritual yang menjadikan jiwanya kekal. Ia tidak membutuhkan makanan jasmaniah kecuali hanya sedikit untuk mempertahankan dirinya. Kekekalan jiwa bisa tercapai dengan makanan ruhani.

37). Ada wali yang mengetahui rahasia biji-bijian dan penyemaiannya di bumi, hujan yang menyebabkannya tumbuh, angin yang menyebarluaskannya dan apa-apa yang membuat bumi menjadi tenang, serta matahari yang memancarkan cahayanya sebagai makanan bagi tumbuhan. Makanan itu mengandung kesempurnaan seperti yang diusahakan manusia. Pengetahuan tentang ini adalah ilmu yang mulia dan bernilai tinggi yang Allah berikan kepada para wali-Nya.

38). Ada wali yang dikaruniai kemampuan mengetahui hakikat bumi, lapisan-lapisan, dan rahasia-rahasianya, serta segala hukum alam yang ditetapkan oleh Allah secara terperinci.

39). Ada wali yang dibukakan kepadanya alam malakut, rahasia kehidupan, dan pengetahuan yang tersembunyi di dalam air, sehingga ia bisa mengetahui kehidupan yang kasat dan tak kasat mata dan mampu merasakan hal-hal yang berbahaya dan zat-zat yang ada di laut.

40). Ada wali yang mengetahui segala tingkat ilmu, kegunaannya di dunia, siapa yang memiliki dan tidak memilikinya, dan lain-lain.

41). Ada wali yang bisa berjalan di udara. Hal tersebut dialami oleh banyak wali. Ada seorang laki-laki yang melihat orang sedang berjalan di udara, lalu ia bertanya kepadanya, "Kerana apa engkau mendapatkan karamah itu?" Ia menjawab, "Kutinggalkan nafsuku untuk menuruti keinginan-Nya, maka Dia menundukkan udara bagiku." Lalu ia berlalu.

42). Ada wali yang dibukakan kepadanya pintu alam ruh di alam malakut, sehingga ia bisa mengetahui hakikat dari rahasia dan cara malaikat naik turun, rahasia pengaturan dan penundukan mereka, kewajiban-kewajiban dan hak-hak mereka.

43). Ada wali yang bisa datang ke lauh mahfuzh melalui esensi hatinya. Lalu dengan izin Allah, ia dapat menyingkap dan menyaksikan secara langsung (musyahadah) hal-hal yang ada di sana, padahal anggota badannya tidak bergerak, kecuali kedua matanya. 

44). Ada wali yang terus-menerus bersimpuh di hadapan lauh mahfuzh, padahal tidak ada manfaatnya.

45). Ada wali yang terkadang menyaksikan lauh mahfuzh.

46). Ada wali yang bisa melihat bagaimana pena menulis di atas lauh mahfuzh.

47). Ada wali yang melihat gerakan pena di lauh mahfuzh. Setiap maqam mempunyai tata cara yang khusus. Tanda orang yang menyaksikan lauh mahfuzh adalah ia menyebutkan rahasiamu padahal kamu diam saja. Seperti yang dikatakan Al-Junaid r.a. ketika ditanya, "Siapa ahli makrifat itu?" Ia menjawab, "Orang yang memberitahukan rahasiamu padahal kamu diam saja." Dan tanda orang yang menyaksikan pena lauh mahfuzh sedang menulis adalah ia bisa mengetahui rahasia yang kamu katakan dalam hati dari manapun asalnya dan sebab adanya.

48). Ada wali yang diperlihatkan oleh Allah rahasia-rahasia yang tersimpan di alam yang paling agung.

49). Ada wali yang diperlihatkan oleh Allah alasan dan sebab terjadi atau tidak terjadinya suatu peristiwa. Setelah ia mengetahuinya, ia memikirkan apakah peristiwa itu mempunyai pengaruh atau tidak? Apabila ada pengaruhnya, maka ia bersiap-siap untuk menerimanya. Apabila pengaruhnya merusak, maka ia memperingatkan teman-temannya. Apabila pengaruhnya berupa rahmat atau kabar gembira, maka ia bersiap-siap untuk bersyukur dan memuji Allah. Seperti Ibnu Barjan r.a. yang memberitahukan tahun akan terjadinya penaklukan Baitul Maqdis. Dan pada tahun yang ditentukan, terjadilah apa yang diramalkannya.

50). Ada wali yang diberitahu Allah tentang kelemahan dirinya, apa yang akan ia dapatkan, dan bagaimana keadaannya nanti.

51). Ada wali yang sampai pada keadaan ketika ia tidak melihat seorang pun yang ia ajak bicara kecuali Allah Swt. Ia melaksanakan segala perintah-Nya. Maqam ini adalah maqam yang penting. Orang yang mengalami maqam ini adalah Khair al-Nasaj r.a. ketika terbersit hal tersebut dalam pikirannya, lalu ia diuji dengan bertemu seseorang yang berkata kepadanya, "Kamu budakku, namamu Khair." Nassaj seakan-akan mendengar Allah yang mengatakan ucapan tersebut. Orang itu kemudian mempekerjakan Nassaj selama beberapa tahun, lalu ia berkata kepadanya, "Kamu bukan budakku dan namamu bukan Khair." Lalu orang itu melepaskan Nassaj.

Demikianlah, karamah tidak akan pernah habis untuk diungkap. Karamah-karamah yang disebutkan di atas cukup untuk mencapai tujuan, yaitu agar manusia tidak meremehkan para wali, bersopan santun kepada mereka apabila mendengar perkataan, perbuatan atau keadaan mereka, mematuhi perkataan mereka meskipun belum paham, dan berdamai dengan mereka supaya selamat. Apabila engkau mendengar rahasia Allah yang tersembunyi dalam diri makhluk yang dipilih sesuai dengan kehendak-Nya, maka terimalah dan percayailah, jika tidak, maka kamu tidak akan mendapat kebaikan. Inilah penjelasan yang saya ambil dari pendahuluan kitab Al-Tabaqat al-Kubra karya Imam 'Abdul Rauf al-Munawi r.a. juga yang telah saya lihat dalam kitab Mawaqi' al-Nujum karya Syaikh al-Akbar Ibnu 'Arabi r.a. 

Sumber : Group WA CKS

Share:

Kisah Sang Kekasih

Subscribe Channel Kami

Arsip